Tag Archives: Philippines

Crunchy-crunchy Manggo, Mangga apa yang paling enak menurutmu?

Mangga di kota tua Jakarta

Mangga di kota tua Jakarta

Mangga, siapa yang tak kenal dengan buah ini ? Buah tropis nan manis dan asam dengan beribu jenis dan varietas. Buah favorit saya tentunya. Nah kok tiba-tiba ngomongin mangga? Ini karena saya habis pulang dari Jakarta. Kota yang tidak terlalu saya sukai karena udaranya terlalu berat buat saya, tetapi jika saya sedang berada di sekitaran Jakarta ada satu hal yang selalu saya cari. Tukang jual mangga potong! Yang bikin saya kangen sama ibukota adalah mangga potong! Sejak pertama kali saya menemukan tukang mangga potong di jalanan Jakarta beberapa tahun lalu saya jadi ketagihan. Sebenarnya kalau beruntung bisa saja saya menemukan jenis mangga yang sama dengan mangga yang ada di Jakarta di kota Jogja. Tapi rasanya kok beda ya? Motong sendiri sama dipotongin tukang mangga ūüėÄ .¬†Mangga potong yang sering dijual oleh tukang buah dan tukang mangga di Jakarta adalah mangga indramayu atau mangga indramayu yang ditanam di Bogor. Begitu kata tukang mangganya. Harga seplastiknya berkisar antara Rp 2000 sampai Rp 10.000 tergantung besar kecilnya. Menemukan tukang buah atau tukang mangga potong sangatlah mudah di Jakarta. Cari saja tempat ramai pedagang kaki lima, pasti ada satu atau dua yang jual mangga potong. Di daerah kota tua Jakarta juga banyak tukang mangga potong yang memang khusus menjual mangga potong. Biasanya mereka menjual mangga plus garam pedas atau gula jawa pedas sebagai pelengkapnya. Kalau saya sih suka dimakan begitu saja. Tekstur mangga yang dijual di jakarta sangat pas dengan lidah saya. Manis, sedikit asam dan yang terpenting adalah sensasi crunchynya yang asyik banget di mulut :D. Enak buat dikraus-kraus karena seratnya padat. Menurut manggo award saya mangga potong ini adalah the best manggo in Indonesia.

Karena saya belum keliling dunia. Saya belum tahu the best manggo in the world yang mana :D. Yang jelas tukang mangga di Jakarta mendapatkan saingan cukup berat dari negara tetangga yaitu Filipina. Sewaktu saya jalan-jalan di Manila. Di sana juga banyak tukang buah yang menjual mangga potong seperti di Jakarta. Rasa dan teksturnya mirip. Jangan-jangan mangga yang dijual di sana dari jenis yang sama? Selain itu Filipina juga punya dried manggo dan dried green manggo yang berasal dari daerah Cebu. Dried manggo adalah mangga yang dikeringkan dan diberi gula. Dried manggo ini sangat mudah ditemukan di supermarket di Manila. Setiap kali saya mampir ke supermarket di sana, saya tidak bisa menahan diri untuk membeli dried manggo. Biasanya setelah saya membelinya langsung habis dalam waktu beberapa jam saja. Sama seperti mangga indramayu tekstur mangga cebu juga padat serat sehingga sensasi crunchynya terasa di mulut.

Dried manggo from Cebu, Picture from prooffoodcorp.com

 

Kalau menurut kamu, mangga yang paling enak mangga apa?

 

3 Komentar

Filed under Travel Food and Fruit

Jurnal Filipina #11 : Sehari di Legazpi

Legazpi city adalah sebuah kota di pulau Luzon yang letaknya 475 km dari kota Manila. Dari Sorsogon kota ini letaknya hanya sekitar 60 km. Karena dekat, Vena dan Peter, host saya selama di Filipina mengajak kami untuk menginap semalam di kota ini sebelum balik ke Manila.Kami berangkat pagi jam 9 dari kota Sorsogon. Begitu sampai di perbatasan kota Legazpi , kami turun dari minibus dan berganti ke jeepney. Mereka ingin menunjukkan kepada kami salah satu gunung teraktif di Filipina yaitu Mayon Volcano. Saking aktifnya gunung ini, bentuknya terlihat seperti kerucut sempurna dari berbagai sisi.

Cagsawa ruins dengan menara gereja tua yang masih tersisa

Cagsawa ruins dengan menara gereja tua yang masih tersisa

Another view of Cagsawa ruin

Another view of Cagsawa ruin

Salah satu view point untuk memandangi Mayon Volcano adalah Cagsawa Ruin yang ada di luar kota Legazpi. Di komplek Cagsawa Ruin yang dulunya adalah sebuah kota kecil ini terdapat sebuah gereja tua yang dibangun pada tahun 1724. Gereja dan kota kecil Cagsawa hancur karena erupsi gunung Mayon pada tahun 1814. Ribuan orang meninggal dunia pada masa itu. Para penduduk di sekitar gunung Mayon saat ini bermukim agak jauh dari gunung tersebut.  Untuk mengenang kejadian tersebut pemerintah Filipina membuat taman di reruntuhan gereja dan menjadikannya sebagai tempat wisata sampai sekarang. Tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Selain taman, di tempat ini juga ada pasar seni dan kerajinan khas Bicol. Bicol adalah nama propinsi tempat kota Legazpi dan kota Sorsogon berada. Bicol terkenal dengan cabe dan masakannya yang pedas. Bahkan di pasar kerajinan ini ada sebuah stand minuman yang menjual milk shake rasa cabe. Kami kemudian mencobanya. Rasanya memang tidak benar-benar pedas sih, hanya seperti ada sensasi rasa cabe saja. Selama kami muter-muter area Cagsawa ruin, gunung Mayon selalu tertutup awan. Jadi kami belum diberi kesempatan melihat kerucutnya yang sempurna siang itu.

Menunggu awan beralih dari puncak Mayon volcano

Menunggu awan beralih dari puncak Mayon volcano

Sebuah altar di Cagsawa ruin untuk mendoakan para korban gunung meletus

Sebuah altar di Cagsawa ruin untuk mendoakan para korban gunung meletus

Pasar seni dan kerajinan di komplek Cagsawa ruin

Pasar seni dan kerajinan di komplek Cagsawa ruin

Milkshake rasa cabe ala Bicol

Milkshake rasa cabe ala Bicol

Tidak jauh dari Cagsawa ruin , terdapat arena ATV Bicol adventure. Sore itu pacar saya ngebet pengen banget mencoba ATV ride di area off road yang bernama Cagsawa trail. Dan ini pertama kalinya saya dan pacar saya naik ATV. Harga paket tur dan sewa ATV di tempat ini bermacam-macam. Tergantung besar kecilnya kendaraan. Kami menyewa 2 ATV yang masing-masing muat untuk dua orang. Harga sewanya 1400 peso per kendaraan atau Rp 420.000 sekaligus dengan tour guidenya. Lumayan mahal sih segitu, tetapi worth it lah dengan treknya yang benar-benar off road alami di sebuah sungai yang penuh dengan bekas lahar dingin gunung Mayon. Durasi tour ATV ini adalah 1 sampai 1,5 jam. Awalnya saya sempat takut karena treknya penuh batu-batu besar dan kecil dan trek naik turun sungai yang agak curam. Takut jatuh dan takut nggelundung :D. Tetapi karena sepanjang trek ini, kami juga bisa melihat pemandangan gunung Mayon dan air terjun kecil-kecil di sepanjang sungai, rasa takut saya bisa sedikit teratasi.

Off road dengan ATV di Cagsawa trail

Off road dengan ATV di Cagsawa trail

Foto dengan background Mayon Volcano yang masih tertutup awan

Foto dengan background Mayon Volcano yang masih tertutup awan

Tetap narsis saat off road :D

Tetap narsis saat off road ūüėÄ

Malam harinya kami menginap di sebuah hotel murah meriah. Hanya 200 peso atau Rp 60.000 di pusat kota Legazpi. Hotel ini terletak tidak jauh dari terminal bis, sehingga kami tinggal jalan kaki untuk menuju ke sana esok hari. Malam itu kami mengakhiri trip ini dengan makan malam kuliner kota Legazpi yang berada di Embarcadero de Legazpi. Sebuah pusat jajan dan mall yang terletak di pinggir laut. Masakan aneka sea food menjadi andalan kedai-kedai ini. Saya mencoba menu cumi bakar yang sangat lezat ditemani radler dari san miguel. Maknyuss pemirsa!! Pagi harinya gunung Mayon tidak malu-malu dan mau menampakkan dirinya kepada alam semesta. Dari atap hotel tempat kami menginap pemandangan gunung kerucut ini begitu mempesona. Paalam Legazpi! Palaam Bicol!

Cumi bakar lezat ala Legazpi

Cumi bakar lezat ala Legazpi

Malam terakhir trip Sorsogon-Legazpi kami

Malam terakhir trip Sorsogon-Legazpi kami

Gunung Mayon yang berbentuk kerucut sempurna dari atap hotel kami di kota Legazpi

Gunung Mayon yang berbentuk kerucut sempurna dari atap hotel kami di kota Legazpi

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri