Tag Archives: Picardie

Seperempat hari di kota Amiens

Kota Amiens, adalah persinggahan terakhir kami untuk transit kembali ke Paris setelah 3 hari menginap di rumah mr C. Tiket kereta intercites yang sudah kami beli berangkat jam 3 sore dari stasiun Amiens. Waktu itu jarum jam masih menunjukkan pukul 9 pagi ketika kami tiba di sini. 6 jam transit enaknya ngapain ya? Kami tak punya rencana apapun hari itu, hanya random walk saja menyusuri ibu kota Picardie yang tampak sepi pagi itu. Mengapa sepi? Karena ini hari minggu pemirsa! Eh saya sudah pernah cerita belum sih tentang hari minggu di Perancis ? Sepertinya belum deh 😀 . Jadi hari minggu di negara ini sungguh sangat berbeda dengan hari minggu di Indonesia. Hari minggu di Indonesia begitu hore dan meriah. Seluruh toko, restoran dan tempat hiburan buka sampai malam. Kalau toko tutup hari minggu di Indonesia malah bakal rugi banget karena pengunjung terbanyak biasanya hari minggu kan? Di Perancis setiap hari minggu sebagian besar toko dan tempat makan tutup. Supermarket bahkan toko-toko yang menjual bahan kebutuhan pokok sebagian besar tutup di hari minggu. Hanya beberapa toko yang buka, itupun hanya sampai jam 1 siang. Jalanan kota pada hari minggu di Perancis sangat lengang dan sepi. Orang-orang biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga mereka di rumah untuk bersantai.  Di Perancis, tempat-tempat yang buka dan ramai di hari minggu adalah museum dan taman-taman kota. Restoran-restoran yang buka pada hari minggu biasanya adalah restoran yang harganya mahal, kedai kebab atau mc donald 🙂 . Jadi kalau lagi bingung cari makanan apa di Perancis pas hari minggu, cari saja kedai kebab atau mc donald, sebagai alternatif makanan murah.

IMG_1326

Good morning Amiens! Bangunan tertinggi di Amiens di foto ini adalah Tour Perret

IMG_1292

Pusat kota tampak sepi dan lengang

IMG_1288

Kantor walikota Amiens

IMG_1287

Menara belfort kuno di Amiens

IMG_1293

Sebuah jam tua di persimpangan jalan

Anyway, pagi itu kami random walk dan melintasi kawasan quai belu nan cantik. Sebuah sungai bernama river somme membelah kawasan ini. Beberapa orang terlihat bermain perahu dan kanoe di sungai ini. Yang saya suka dengan sungai-sungai di Eropa adalah, mereka benar-benar merawat kawasan sungainya. Di kota besar atau kota kecil, kota wisata atau tidak, mereka bisa membuat sungai menjadi tempat yang nyaman untuk berperahu atau bermain air. Atau sekedar duduk-duduk di pinggir sungai saja sudah menyenangkan. Di kawasan ini juga terlihat beberapa seniman sedang melukis dan bermain musik bersama. Kami lalu berjalan kaki melewati semua restoran yang berjejer-jejer penuh dengan turis dan keluarga yang akan makan siang. Awalnya kami pengen makan di salah satu restoran ini, tetapi karena harganya lumayan mahal, ga jadi deh 😛 . Kami akhirnya mencari warung kebab terdekat untuk makan siang.
IMG_1313

Quai Belu dengan jejeran restorannya

IMG_1321

River Somme membelah perumahan di Amiens

IMG_1317

Katedral Amiens dilihat dari quai belu

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi wisatawan di kota ini adalah Cathedrale Notre Dame D’Amiens. Yap! Sama seperti kota Strasbourg , Paris, Reims dan lainnya , kota ini juga mempunyai sebuah gereja berarsitektur gothic yang menarik untuk dikunjungi. Katedral Amiens termasuk dalam 10 katedral tercantik di Perancis. Mumpung kami ada di kota ini, kami meluangkan waktu untuk berkunjung kemari. Karena hari minggu, masih ada misa dilaksanakan di katedral ini. Meskipun demikian pengunjung diperbolehkan masuk, asal melalui jalur yang telah disediakan dan dilarang bersuara. Katedral yang dibangun antara tahun 1220 sampai tahun 1270 ini merupakan salah satu UNESCO heritage site sejak tahun 1981. Katedral ini merupakan yang tertinggi dan terbesar di Perancis dan terbesar ke 19 di dunia. Kami kemudian duduk di bangku belakang sambil menyaksikan para jemaat gereja melaksanakan misa. Suara organ dan nyanyian para jemaat terdengar menggema di seluruh ruangan katedral, menambah suasana menjadi semakin khidmat. Setelah misa selesai kami berjalan keliling gereja sambil mengamati desain interiornya yang terlihat megah dan terasa mistis 🙂 .
IMG_1301

Patung para saint di pintu katedral Amiens

IMG_1307

Ukiran dan pahatan di dinding yang tampak sangat detil

IMG_1308

Koridor di dalam katedral Amiens

IMG_1303

Sedang ada misa di katedral Amiens

IMG_1286

Katedral Amiens tampak depan

Sebenarnya dan sesungguhnya 😀 ada banyak destinasi wisata di kota ini yang bisa dikunjungi di hari minggu seperti tour perret, hortilonagges, yaitu floating garden yang bisa dikelilingi dengan perahu, museum-museum, situs-situs arkeologi dan beberapa tempat di sudut kota yang terkenal dengan suasana meriahnya. Tetapi karena kami takut kehabisan waktu dan telat naik ke kereta akhirnya jalan-jalan di Amiensnya ga bisa sampai puas 😀 . Tapi kami tetap senang kok, Au revoir Amiens!
Recommended website before visiting Amiens

9 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Mers Les Bains , a beach escape in Picardie

Jadi ini pertama kalinya saya mantai di benua Eropa 😀 . Sewaktu saya tinggal di Jogja dulu, saya sering banget mantai. Ya paling tidak sebulan sekali lah. Rasanya seperti ada suasana, hembusan angin dan suara deburan ombak yang dirindukan kalau saya lama ga ke pantai. Ketika saya mantai, saya ga  harus cebur-ceburan atau kena air. Yang penting ya bisa melihat laut saja, saya sudah senang. Beruntunglah jika kalian tinggal di dekat pantai, seperti di kota Jogja. Buat saya 25-50 km ke pantai itu ga jauh lah, masih bisa diusahakan ke sananya pakai motor. Sejak saya pindah ke Paris yang jaraknya paling tidak 200 km dari laut, kerinduan saya akan laut semakin menjadi-jadi *jiaaah. Beruntung siang itu sebelum pulang ke Paris, mr C host kami di desa Vergies mengajak kami mantai. Pantainya berjarak 44 km dari Vergies. Karena jalannya lancar tanpa macet, 45 menit kemudian sampailah kami di kota Le Trreport. Salah satu kota pantai yang terkenal di Normandy. Kami kemudian mengunjungi sebuah pantai yang berada di utara kota Le Trepport. Pantai yang kami kunjungi ini sebenarnya masuk ke propinsi Picardie. Namanya pantai Mers Les Bains. Pantai ini berada di selat Inggris. Wiih di seberang sana udah Inggris dunk ya?
IMG_1162

Good afternoon Mers Les Bains!

Jika ingin menuju ke kota Le Treport atau Mers Les Bains dari Paris, paling mudah dan praktis adalah dengan kereta api dari stasiun Gare du Nord. Tetapi tidak ada kereta yang direct ke Le Treport. Traveler harus transit dan berganti kereta di kota Beauvais, Amiens, Laon atau Abbevile.  Saya kemudian iseng browsing penginapan di Le treport dan Mers Les Bains melalui booking dot com, airbnb dan hostelworld. Ternyata oh ternyata hotel-hotel di kawasan ini mahal-mahal ampuun, paling murah sekitar 50 euro ke atas. Kalau melalui airbnb masih ada kamar yang harganya 30 euro-an. Dan ternyata tidak ada satupun hostel di kawasan ini. Opsi paling murah ya dengan airbnb.
IMG_1141

Bangunan dengan gaya La Belle Epoque

Sesampainya kami di tepi pantai, saya amazed dengan jejeran apartemen dan villa yang menghadap ke pantai. Desainnya khas, unik dan warna-warni. Its look like some fairy tale looks buildings *apalah 😀 . Seperti yang saya pernah lihat di film-film, walaupun saya sudah lupa film yang mana :P. Kata mr C, arsitektur bangunan ini memang khasnya Mers les Bains, namanya gaya La Belle Epoque. Bangunan-bangunan ini selain berfungsi menjadi tempat tinggal juga menjadi rumah ke dua atau villa orang-orang kaya di Perancis yang kebanyakan berasal dari Paris. Sejak dibangunnya jalur kereta api pada abad ke 19 sampai ke sini, Mers les Bains menjadi populer sebagai destinasi escape bagi orang Paris. Mereka kemudian membangun dengan gaya La Belle Epoque untuk villa dan tempat peristirahatan mereka.  Kayaknya asyik juga nih tinggal di sini, pemandangannya apartemen lain dan laut 🙂 .
IMG_1152-001

Sepertinya beneran cozy tinggal di salah satu apartemen ini

Kami lalu mencari spot untuk duduk-duduk di pinggir pantai. Pantai Mers Les Bains ini sangat berbeda dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Pantainya batu-batu! Dan beneran cuma batu-batu saja ga ada pasirnya. Jadi kami harus berhati-hati berjalan di atasnya supaya tidak jatuh 😀 . Jatuh di batu-batu sama pasir kan kerasa banget bedanya kan? Benar-benar tempat refleksi kaki gratis terbesar yang pernah saya kunjungi! Walaupun berbatu-batu, pengunjung pantai ini tetap banyak, apalagi ketika musim panas. Mereka ke pantai seperti layaknya mengunjungi pantai berpasir. Hari itu suhu udara lumayan dingin, masih sekitar 15-18 derajat. Tetapi banyak juga wisatawan yang dengan santainya berenang mengenakan bikini dan gegoleran di atas batu. Kami bertiga sih ke pantai dengan pakaian lengkap, pakai sepatu lagi! 😀 . Dingiin bo! Suami saya mengajak saya turun ke laut sekedar bermain ombak, tapi saya sedang males kena air dingin 😛 . Pantai mers les bains ini ombaknya cukup landai dan aman untuk berenang. Beberapa pengunjung pantai bahkan sengaja membawa kanoe dan boat karet untuk dimainkan bersama.

IMG_1147-001

Semuanya batu! 😀

IMG_1148

Too cold to nyemplung, sitting by the sea is alrready ok!!

Mr C kemudian mengajak kami untuk susur pantai ke arah utara. Susur pantai di atas batu-batu, rasanya lebih berat dari pada berjalan di atas pasir 😀 . Di beberapa bagian pantai terdapat pondok-pondok kecil berwarna putih berjejeran. Kata mr C , pondok-pondok ini disewakan kepada pengunjung untuk menyimpan barang-barang mereka ketika bermain di pantai. Kami berjalan kaki sampai ujung. Kontur kawasan Mers les Bains ini bertebing-tebing kapur. Tebingnya menjulang tinggi sampai 100 meter. Jadi pemandangannya terlihat kontras antara tebing, batu-batu dan laut. Mr C bilang, di seberang sana, di Inggris, bentuk pantainya juga seperti ini. Konon kata para ilmuwan geografi, daratan Inggris dan Eropa puluhan ribu tahun lalu pernah menyatu. Oleh karena itu bentuk landscape kawasannya sama.
IMG_1154

Pondok-pondok pantai Mers Les Bains

IMG_1165

Tebing kapur, bebatuan dan laut, menjadi pemandangan yang unik

Di sudut tebing-tebing yang sepi pengunjung ini banyak seagull atau burung camar sedang mendarat di bebatuan kapur. Burung-burung ini banyak beterbangan di sekitaran Mers les Bains. Saking banyaknya seagull di tempat ini, sampai-sampai ada cafe dan bar yang namanya les mouttes , bahasa perancis dari burung camar. Biasanya banyak pula pengunjung yang nongkrong di tempat ini sambil seagull watching. Kawasan Mers Les Bains dan sepanjang garis pantai di barat Perancis ini di musim-musim tertentu juga biasa dikunjungi untuk seals watching aka melihat anjing laut. Wew! sejak mr C bercerita demikian, langsung saja saya masukkan seals watching ke dalam bucket list saya 😀 . Kapan-kapan tapinya 😛 . Beach escape hari itu kemudian diakhiri dengan nongkrong di les mouttes sambil melihat burung-burung camar beterbangan.
IMG_1180

Hai seagull! diambil dari kamera dengan zoom maksa maksimal 😛

Recommended website before visiting Mers Les Bains:

http://www.mers-les-bains-tourisme.fr/

http://www.merslesbains.fr/

http://www.tourisme.fr/2446/office-de-tourisme-mers-les-bains.htm

8 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri