Tag Archives: sejarah

Menilik Chateau de Saint Germain en Laye dan Museum Arkeologi Nasional Perancis

Seminggu yang lalu, saya dan suami berkunjung ke Saint Germain en Laye untuk menjelajahi taman istana (domaine national) serta sebagian kecil hutannya yang hijau dan asri. Kali ini, kami kembali lagi ke kota kecil di sebelah barat Paris ini untuk mengunjungi kastil dan museum yang ada di dalamnya. Kebetulan hari itu adalah hari minggu pertama awal bulan, ketika hampir semua museum digratiskan untuk seluruh pengunjung. Di hari lain tarif untuk masuk ke museum ini harganya 7 euro per orang. Yaa beginilah kami, kalau kalian mengikuti postingan blog ini, kami sangat terkesan sebagai pencari gratisan banget 😛 . But why not? Kalau bisa gratis dan berhemat, mengapa harus bayar?  Kastil dan museum ini termasuk yang gampang dijangkau transportasinya dari Paris, karena letaknya hanya beberapa langkah dari stasiun RER A Saint Germain en Laye.
IMG_2794

Kastil Saint Germain en Laye tampak depan dan orang narsis 😀

Kami berkunjung saat tengah hari. Ketika kami sudah masuk ke dalam komplek kastil, ternyata hari itu ada guided tour gratis berbahasa Inggris yang menerangkan tentang sejarah dan keberadaan kastil ini. Yang tentu saja berbeda dengan isi museum kastil ini. Sayangnya kami telat, jadi ga bisa ikut deh 😦 . Padahal kalau ikut, kami bisa naik sampai ke puncak kastil dan bisa melihat pemandangan Saint Germain en Laye dari atas. Kastil ini adalah rumah bagi museum arkeologi nasional Perancis. Jadi benda-benda yang dipajang dan dipertontonkan di museum ini adalah seluruh artefak, fosil dan peninggalan-peninggalan arkeologis yang ditemukan di wilayah Perancis, bukan tentang sejarah atau barang-barang peninggalan dari kastil ini sendiri. Yaah, kalau mau ikut guided tournya harus kembali lagi minggu depan atau bulan depan.
IMG_2795

Pintu masuk kastil dan museum arkeologi nasional Perancis

Sejarah lengkap kastil ini bisa dibaca di website resminya. Menurut website tersebut, kastil Saint Germain en Laye sudah berdiri sekitar tahun 1122 oleh Louis VI atau yang dikenal dengan “Louis The Fat“. Saat itu kastil medieval berbenteng ini dikenal dengan nama Grand Chatelet. Ketika terjadi perang dengan Inggris pada tahun 1346 , bangunannya terbakar dan rusak parah. Pada tahun 1364, kastil ini kemudian dibangun kembali oleh Charles V. Bertahun-tahun kemudian seiring dengan pergantian raja dan penghuninya, chateau tersebut direnovasi berulang-ulang. Penghuni terakhirnya adalah Louis XIV. Ia dilahirkan dan besar di kastil ini. Tetapi karena beberapa alasan, pada tahun 1682 ia memutuskan untuk pindah ke istana Versailles. Pada abad ke 19, Napoleon III memerintahkan untuk merestorasi kastil ini dan menjadikannya “Museum Antique National” pada tahun 1867. Pada saat pendudukan Jerman di Perancis (WWII), seluruh gedungnya menjadi kantor pusat tentara Jerman.  Kastil ini menjadi museum arkeologi nasional pada tahun 2005.
IMG_2799

Bagian tengah kastil yang begitu cantik

Sejak dibangun dan direnovasi kembali, kastil ini mempunyai gaya arsitektur yang berbeda, tidak lagi bergaya murni medieval seperti aslinya. Gaya arsitektur yang bisa kita lihat sekarang lebih ke campuran medieval, gothic dan renaissance. Menurut saya yang awam soal arsitektur, bangunan kastil ini terlihat cantik dan menawan seperti di dalam cerita-cerita dongeng kerajaan 😀 . Kastil ini memiliki ratusan pintu dan jendela berjejeran dengan pilar-pilar dan tembok berukir. Di dalamnya terdapat sebuah kapel gothic dan ruangan bekas ball room yang bisa dikunjungi oleh pengunjung museum ini.
IMG_2835

Kapel gothic di dalam kastil

IMG_2820

Ruangan ball room yang kini menjadi ruang pameran museum

Kami lalu menyusuri ruangang-ruangan museum satu per satu. Koleksi museum ini adalah benda-benda sejarah dari era pre histori sampai periode merongivian. Jadi semua benda-benda ini berasal dari sebelum masehi. Katanya sih koleksinya mencapai 3 juta obyek arkeologi. Ruangan-ruangannya di bagi per zaman yaitu, paleolithic (paleolitikum), neolithic (neolitikum), bronze age (zaman perunggu), iron age (zaman besi), roman gaul (zaman romawi galia), merongivian gaul  dan ada pula ruangan arkeologi komparatif. Museum ini mengingatkan saya kepada museum arkeologi di kota Strasbourg yang pernah saya kunjungi sebelumnya, hanya saja koleksi di museum ini jauh lebih banyak.  Koleksi dari zaman paleolitik sampai zaman perunggunya juga mengingatkan saya akan koleksi arkeologis di sangiran, Jawa Tengah. Koleksinya berupa alat-alat dari batu dan aneka macam fosil. Zaman dulu ternyata kita sama yaa 🙂 . Tentu saja sama-sama purba, kemudian manusia menciptakan kebudayaannya masing-masing sesuai dengan kondisi lingkungannya.
IMG_2824

Koleksi neolitikum

 

Koleksi benda-benda dari zaman romawi dan merongivian di museum ini, menurut saya keren-keren. Penemuannya berupa patung-patung, pusara-pusara makam dengan ukir-ukiran yang detil, perhiasan-perhiasan, mata uang, sampai benda-benda yang terbuat dari beling dan kaca. Koin-koin dari mata uang tersebut begitu detil dengan ukiran-ukiran kecil di permukaannya.  Kalau saya sekarang disuruh bikin koin dan botol beling dari nol, saya ga yakin kalau saya bisa 😀 . Pasti saya akan mengandalkan alat dari zaman modern. Ternyata zaman segitu manusia telah mampu menciptakan dan mengkreasikan aneka macam benda. Yang jelas berkunjung ke museum ini mengingatkan saya betapa hebatnya mereka pada zaman dahulu kala dan kita sebagai manusia kekinian *aiih juga harus banyak belajar dari mereka. Kami berada di dalam museum ini selama 2,5 jam. Kalau anda sedang berada di Perancis dan tertarik dengan arkeologi, museum ini adalah wahana yang tepat. Apalagi kalau anda punya ilmu untuk membandingkan antara arkeologi Perancis dan Indonesia 🙂 , pasti tempat ini menjadi play ground yang asyik. Kalau kami yaa sekadar mengagumi arsitektur , menambah wawasan dan mengapresiasi koleksi-koleksinya.
IMG_2812

Koleksi patung dari zaman romawi

IMG_2810

Pusara-pusara kuno

IMG_2808

Aneka botol kaca sebelum masehi

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Backpacking to Strasbourg & Colmar #4 : Museum Hopping dan Mengunjungi Menara Katedral Kota Strasbourg

Hari ke dua di kota Strasbourg, kami berniat untuk mengunjungi museum-museum yang ada di kota ini. Saya dan suami saya mendapatkan buklet aneka museum di lobby hotel kami. Tentu saja dalam kurun waktu sehari, kami tidak mungkin mengunjungi semua museum yang ada di sana. Saya tidak tahu berapa tepatnya jumlah museum yang ada di kota ini, yang jelas perkiraannya ada puluhan museum. Museum yang dikelola oleh pemerintah kota ini sendiri ada 14 museum yang semuanya bisa dikunjungi menggunakan museum pass dengan tarif 12 euro per hari. Museum pass ini bisa dibeli di pusat turisme kota Strasbourg atau di salah satu dari 14 museum tersebut. Letak sebagian besar museum-museum ini ada di sekitar katedral Strasbourg, jadi antar museum tinggal jalan kaki saja.

IMG_0344

Hai again Strasbourg!!

Dari keterangan dan penjelasan di buklet museum Strasbourg , museum pertama yang ingin kami kunjungi adalah Musee Alsacien atau Museum budaya Alsatian. Pagi itu Musee Alsacien buka jam 10 pagi. Kami sudah mulai mengantri bersama pengunjung-pengunjung lain jam 9.30 pagi. Ternyata peminat yang ingin berkunjung ke museum ini banyak juga. Kami membeli museum pass di museum ini. Tarif masuk museum ini saja 6 euro. Jadi daripada rugi beli tiket satuan lebih baik membeli museum pass. Museum ini adalah salah satu museum yang tertua di Strasbourg yang didirikan pada tahun 1907. Alsace sendiri adalah sebuah propinsi di Perancis yang mempunyai budaya dan dialek bahasa tersendiri. Orang-orang Alsace juga mempunyai adat istiadat, pakaian adat dan kesenian khas yang tentu saja berbeda dari daerah lain di Perancis. Nah awalnya, saya ga tau kalau kebudayaan dan kelompok suku di Perancis itu berbeda-beda. Saya cuma tahu ada kebudayaan Basque di Perancis selatan yang memang jelas-jelas berbeda dengan kebudayaan Perancis pada umumnya. Saya baru ngeh, mungkin itu juga yang dipikirkan banyak turis manca negara pas berkunjung ke Indonesia. Mereka baru sadar Indonesia terdiri dari banyak suku setelah masuk di dalamnya. Seperti saya sekarang, baru tahu kalau  Perancis terdiri dari banyak kebudayaan daerah yang berbeda-beda setelah saya ada di sini. Yea! travel really give you a lot of knowledge about other countries culture.
IMG_0386

Halaman bagian dalam musee Alsacien

Musee Alsacien ini merupakan ruang pamer besar kebudayaan orang-orang Alsace. Museum ini menempati sebuah bangunan khas Alsatian kuno yang mempunya ciri khas potongan-potongan kayu di sela-sela temboknya dan ukiran-ukiran ala Alsatian. Museum ini menampilkan ciri khas kebudayaan Alsace kuno seperti bentuk ukir-ukiran, aneka gerabah, baju adat, bentuk dapur, upacara pernikahan, mainan anak-anak dan masih banyak lagi. Semua keterangan tentang benda-benda yang dipamerkan di museum ini tertulis dalam 3 bahasa yaitu Perancis, Belanda dan Inggris. Nah supaya lebih jelas mendingan saya cantumkan spoilernya di foto-foto yang sudah saya ambil 😀 .
IMG_0357

Aneka perabotan ala Alsacien

IMG_0359

Dapur kuno ala Alsacien

IMG_0376

Pakaian adat, dan anke alat makan serta sulaman ala Alsacien

IMG_0354

Miniatur rumah adat ala Alsacien

Setelah selesai menikmati aura kekunoan tentang kebudayaan Alsatian, kami kemudian melanjutkan museum hopping di museum sejarah kota Strasbourg.  Letak museum ini hanya di seberang museum Alsatian. Kami hanya tinggal menunjukkan museum pass kami, dan resepsionis museum memberikan tiket secara gratis kepada kami. Kami juga mendapatkan audio guide dalam bahasa Inggris secara cuma-cuma. Begitu masuk ke ruang pamernya saya begitu amazed dengan tata letak dan desain ruangannya. Rasanya seperti belajar sejarah tetapi dengan cara yang sangat menyenangkan. Nah cara menggunakan audio guidenya cukup canggih dan unik. Jadi di setiap ruang pamer terdapat gambar-gambar headset di lantai. Pengunjung tinggal memposisikan diri di atas gambar headset tersebut dan narator akan menceritakan tentang kejadian-kejadian yang berhubungan dengan benda-benda atau gambar  yang dipamerkan. Karena ini merupakan museum tentang sejarah, maka alurnya seperti timeline dari masa ke masa.

IMG_0415

Museum sejarah kota Strasbourg

Pengunjung ditunjukkan tentang sejarah kota Strasbourg yang apada awalnya merupakan bagian wilayah Celtic pada masa sebelum masehi, kemudian dikuasai oleh kerajaan romawi pada tahun 923 masehi. Kota ini juga meruapakan bagian dari kebudayaan Jerman pada abad-abad awal masehi, kemudian dikuasai Perancis pada tahun 1600an. Pada masa pemerintahan Nazi, kota ini direbut oleh Jerman, lalu kembali lagi menjadi bagian Perancis setelah perang dunia pertama. Jerman memberikan Strasbourg dan kota-kota lain di daerah Alsace kepada Perancis sebagai permintaan maaf akibat perang yang telah ditimbulkan. Nah oleh karena itu di kota ini banyak nama-nama jalan atau tempat dalam bahasa Jerman. Akulturasi budaya antara Jerman dan Perancis sangat terlihat di kota ini. Ya namanya juga kota perbatasan 🙂 . Untuk lebih jelasnya tentang sejarah kota ini, ya paling enak belajar di museum ini :D. Selain ruang pamer, di museum ini juga terdapat wahana sejarah interaktif yang juga asyik untuk dimainkan.

IMG_0395

Pengunjung tinggal mendekatkan diri di tanda headset di bawah dan voila!

IMG_0398

Salah satu sudut timeline di museum sejarah kota Strasbourg

IMG_0405

Koleksi meriam

IMG_0409

Wahana sejarah yang menarik, pengunjung tinggal duduk manis seperti di bioskop

Di postingan sebelumnya, kami pengen banget mendaki ke menara Katedral Strasbourg. Nah setelah keluar dari museum sejarah kota Strasbourg, mumpung kami pas lewat Katedral, loketnya pas buka, maka kami memutuskan untuk mengunjungi menara yang pintu masuknya berada di sebelah timur katedral Strasbourg. Tarif untuk menaiki menara ini adalah 6 euro per orang, tidak termasuk dalam museum pass. Ternyata eh ternyata ada 332 tangga putar yang harus kami panjat tanpa henti. Karena kalau kami istirahat di tengah-tengah, pengunjung lain di bawah kami akan sulit naik ke atas karena sempitnya tangga tersebut. Saya langsung ngos-ngosan ketika berada di puncak. Untung saja kami membawa cukup air minum. Ternyata sampai di atas banyak juga nenek-nenek dan kakek-kakek yang kuat menaiki tangga tanpa merasa letih dan capek seperti saya. Aih kalah sama mereka! Dari atas menara ini, pemandangan kota Strasbourg yang vintage dengan latar belakang pegunungan Alsace dan Alpen terlihat sangat indah.
IMG_0422

Menara katedral Strasbourg

IMG_0426

View kota Strasbourg bagian utara

IMG_0430

View kota Strasbourg bagian barat

Tepat di sebelah timur katedral Strasbourg terdapat sebuah museum yang dinamakan Musee de Louvre Notre Dame. Kami kemudian melanjutkan museum hopping di museum ini. Selain mempunyai nama Perancis, museum yang berdiri sejak tahun 1956 ini juga dikenal dengan nama Frauenhausmuseum dalam bahasa Jerman. Dari luar sih museum ini tampak kecil dan sempit, tetapi ternyata di dalamnya begitu luas dan koleksinya begitu banyak. Benda dan barang yang dipamerkan di dalam museum ini merupakan peninggalan-peninggalan jaman medieval yang ditemukan di propinsi Alsace. Yaitu berupa patung-patung abad pertengahan, hiasan kaca patri dan mozaik, hasil ukiran, kerajinan perak, lukisan dan masih banyak lagi. Patung-patung dan ornamen yang ada di museum ini sebagian besar merupakan patung dari bekas gereja-gereja gothic.
IMG_0438

Museum de Louvre Notre Dame

IMG_0443

Ruang pamer kaca dari abad pertengahan

IMG_0449

Koleksi patung dari abad pertengahan yang ada di museum de Louvre Notre Dame Strasbourg

Hanya beberapa langkah ke sebelah utara dari museum de Louvre Notre Dame, terdapat sebuah istana yang dinamakan Palais Rohan atau Rohan Palace. Istana ini bukan miliknya bangsa Rohan dari Lord of The Ring lho yaa 😀 , melainkan sebuah istana kecil milik keluarga bangsawan Perancis yang berasal dari Britanny. Istana yang berdiri tahun 1742 ini jaman dahulu kala juga dipakai sebagai tempat tinggal pendeta dan uskup yang mengelola katedral. Sejak abad ke 19, istana ini merupakan rumah bagi 3 museum di kota Strasbourg. Yaitu Museum Arkeologi, Museum Seni Dekoratif dan Museum Seni Murni. Di istana ini juga terdapat beberapa gallery yang sering dimanfaatkan untuk berbagai pameran seni. Seperti di museum-museum sebelumnya , kami hanya tinggal menunjukkan museum pass kami, dan resepsionis museum memberikan 4 tiket gratis ke 3 museum dan 1 gallery.
IMG_0487

Palais Rohan

Museum pertama yang kami kunjungi adalah museum arkeologi. Museum ini berada di basement Palais Rohan. Basementnya lusa banget lho! Saya malah jadi membayangkan, jaman dahulu saja di sini mereka sudah membangun basement di mana-mana. Di istana iya, di gereja iya bahkan beberapa rumah biasa juga sudah punya basement. Tentu saja basement memiliki aneka fungsi dari mulai menyimpan barang-barang sampai bersembunyi dari musuh. Nah kalau bikin rumah dengan basement di Indonesia terlalu aneh ga sih? *aduh ngelantur 😀 . Lanjut tentang museum arkeologi, benda-benda peninggalan dan barang-barang temuan yang dipamerkan di sini jauh lebih tua usianya dari yang ada di museum de Louvre Notre Dame. Koleksinya berasal dari zaman batu sampai zaman romawi. Aneka temuan arkeologis seperti alat batu tertua di Perancis yang berasal dari zaman paleolitik, sampai helm baja dari zaman merovingian ada di museum ini. Yang jelas pecinta arkeologi atau sejarah sebelum masehi pasti bakal betah berlama-lama di museum ini.
IMG_0467

Lorong panjang dengan temuan benda-benda arkeologi dari jaman Romawi

IMG_0462

Koleksi arkeologis patung yang berasal dari abad ke 3 sebelum masehi

Museum ke dua yang kami sambangi adalah museum seni dekoratif yang berada di lantai dasar istana ini. Museum ini menampilkan benda-benda dan barang-barang seni aplikatif dan dekoratif dari zaman baroq dan recoco. Koleksinya berupa desain-desain ruangan ala bangsawan pada jaman tersebut. Kalau menurut saya sih ruangan-ruangannya agak mirip dengan ruangan di istana Versailles atau imperial Palace Compiegne, meskipun terkesan lebih sederhana. Koleksi peralatan makan mulai dari porselen super mewah, sendok perak, garpu emas, dan lain-lain dipajang begitu cantik di museum ini. Hmm kebyang ga sih? Bangsawan jaman dahulu makan aja pakai perlatan mewah seperti ini? Di museum ini juga terdapat koleksi jam-jam besar ala jaman baroq dan koleksi mainan kuno yang jaman dahulu hanya bisa dibeli oleh anak-anak bangsawan dan orang kaya.
IMG_0469

Ruang tidur bangsawan dan seni dekoratif pada barang-barangnya

IMG_0470

Ruang perpustakaan di Palais Rohan

IMG_0472

Ruang pamer peralatan makan serba perak di museum art decoratif

Kami kemudian melanjutkan museum hopping di lantai 2 istana ini, yaitu museum seni murni.  Museum seni murni ini termasuk yang terbanyak pengunjungnya dibandingkan dengan museum lain di istana ini. Koleksinya berupa lukisan-lukisan dari sebelum abad ke 20. Jumlah lukisan di museum ini ratusan, tetapi ada 6 masterpieces yang merupakan karya-karya pelukis terkenal seperti Giotto, Raphael, Pieter De Hooch, Willem Claez Heda, Nicolas de Largilliere, dan Gustave Courbet. Dari nama-nama itu, saya cuma kenal Raphael saja, seorang pelukis Italia sekelas Leonardo Da Vinci dan Michelangelo. Mungkin karena namanya juga dipakai oleh teenage mutant ninja kali ya? 😀 . Saya sendiri sebenarnya ga tau apa-apa soal lukisan, cuma tau bagus atau tidak, menarik atau tidak. Tetapi ada beberapa karya yang menarik untuk saya. Alasannya sih karena lukisan ini bisa mempertunjukkan sisi 3 D nya :D. Ada pula lukisan menarik tentang seorang wanita berkulit hitam yang sedang dikelilingi oleh 3 lelaki kulit putih. Lukisan yang menunjukkan bahwa pada tahun 1600-an peristiwa seperti rasisme dan perbudakan masih merajalela di Eropa. Wiih not anymore lah yaa!!
IMG_0484

Ruang pamer lukisan di fine art museum

IMG_0478

Lukisan Raphael dari tahun 1520

Museum ini merupakan museum terakhir yang kami kunjungi hari itu. Kami sudah terlalu gempor kalau harus mendatangi museum yang lain lagi 😀 . Lagian jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, jadi museum lain akan segera habis jam kunjungnya. Buat para pecinta museum yang lagi menjelajah Eropa, kota Strasbourg dan museum-museumnya bisa dijadikan destinasi menarik yang tentu saja akan menambah pegetahuan kita tentang sejarah, budaya dan seni dari propinsi Alsace.
Recommended official website before visiting :

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri