Tag Archives: sungai

City Escape to Buda&Pest #9 : Danube promenade, yang berpesta dan yang mengheningkan cipta

Sore-sore di kota Budapest enaknya ngapain ya? Beberapa website dan blog traveling menyarankan para travelers untuk jalan-jalan di pusat keramaian kota dan di sepanjang sungai danube. Tanpa berpikir panjang, saya dan suami langsung cabut dari apartemen untuk meluncur ke stasiun metro Deák Ferenc Tér. Saking strategisnya di kawasan ini ada 3 jalur metro yaitu M1, M2 dan M3. Square Deák Ferenc Tér adalah salah satu square paling ramai di Budapest. Di square ini terdapat banyak tempat berbelanja seperti butik, toko oleh-oleh, kafe dan restoran lokal hingga internasional. Salah satu area gaulnya Budapest gitulah. Saking gaulnya, tampaknya di area ini sangat dipadati turis-turis, terutama turis-turis yang suka belanja. Termasuk kami donk ya , tapi kemampuan kami sih sebatas window shopping saja 😀 .  Yang jelas gerai-gerai di area ini juga kebanyakan ada di kota lain seperti H&M , Zara , Flying Tiger, Strabucks coffee sampai Hard Rock cafe. Kami sekedar muter-muter karena penasaran saja, akan suasana dan keramaiannya.
P1130387

Kawasan perbelanjaan di sekitar Deák Ferenc

P1130633

Two happy feet by the Danube

Kami lalu berpaling dan beralih *ciieh , menuju ke suatu kawasan yang dinamakan Danube promenade, tak jauh dari square Deák Ferenc.  Dari namanya saja sudah bisa diketahui kalau letaknya di tepi sungai Danube. Kawasan ini adalah sebuah walkway atau trotoar memanjang yang berada di pinggiran sungai Danube sebelah timur (bantaran sungai Danube di kota Pest). Area wisata ini juga dipenuhi kafe-kafe dan restoran mahal dengan pemandangan Buda castle di seberang sungai. Nah paling pas berada di area ini pas sunset, jadi pengunjung bisa melihat Buda castle dengan background langit yang berwarna jingga kemerahan. Kalau pengen nongkrong hemat di kawasan ini , tinggal duduk-duduk saja di bangku-bangku di bawah pepohonan sambil membawa makanan dari supermarket. Selain kafe dan restoran di pinggir sungai, banyak juga kafe, bar, restoran sampai hotel apung yang bisa dikunjungi. Kafe, bar, club dan restorannya berada di dalam perahu dan kapal. Ada yang berlabuh di tempat dan ada juga yang menyediakan cruise selama beberapa jam mengarungi sungai Danube. Tentu saja dengan harga yang tidak murah. Sesekali di area ini juga, wisatawan bisa menonton musisi atau penari jalanan dari mulai yang memainkan gitar sampai yang memainkan gelas 😀 . Yang jelas suasana tempat ini ramai banget! lively banget! Setiap tempat mempunyai pestanya masing-masing.
P1130393

Buda castle saat sunset

P1130397

Salah satu dari Patung-patung unik di sepanjang Danube promenade

Kawasan Danube promenade ini nyambung dengan salah satu icon utama kota ini yaitu jembatan Széchenyi Lánchíd. Sebuah jembatan rantai yang merupakan jembatan permanen pertama di kota Budapest. Jembatan ini terlihat begitu kokoh dan gagah dengan patung-patung singa di ke dua ujungnya. Dibangun pada tahun 1840 atas inisiatif István Széchenyi, seorang bangsawan dan aristokrat dari Hunggaria. Alasan pak István membangun jembatan ini ternyata karena pada tahun 1820, ia pernah menerima berita kematian ayahnya, tetapi ia sendiri tak bisa melayat 😟 . Kala itu Budapest sedang dilanda cuaca dingin berkepanjangan sehingga jembatan-jembatan kecil yang menghubungkan kota Pest dengan kota Buda lumpuh total. Sejak saat itulah ia bersumpah untuk membangun jembatan permanen yang kuat dan kokoh, berapapun harganya. Beberapa tahun kemudian sumpahnya terwujud, dan jembatan ini diberi nama sesuai dengan nama keluarganya. Wah sungguh mulia sekali cita-cita bapak aristokrat ini. Dan sampai sekarang pengunjung seperti saya masih bisa menikmati kokohnya jembatan ini. Saya dan suami saya, tak mau kalah dengan wisatawan lain untuk menyeberangi jembatan sepanjang kurang lebih 370 meter ini.
P1130400

The chain bridge Budapest

Tak puas dengan perjalanan Danube promenade sore itu, sore hari berikutnya kami kembali lagi menyusuri trotoar ini dari jembatan Széchenyi Lánchíd ke arah utara. Sampai akhirnya kami sampai ke sebuah lokasi bernama shoes on the danube promenade memorial . Tempat apakah ini? Mengapa banyak patung sepatu yang terlihat usang berjejer-jejer di tepi sungai Danube? Beberapa karangan bunga yang terlihat layu dan lilin-lilin mati menghiasi sela-sela sepatu-sepatu ini. Tanpa kita tahu sejarah dibaliknya pun, jejeran sepatu-sepatu ini terlihat menyedihkan dan memilukan. Adalah seorang sutradara film bernama Can Togay dan seorang pematung bernama Gyula Pauer, yang mendirikan memorial sepatu ini untuk mengenang para korban kekejaman Nazi di Budapest. Pada masa itu, para korban yang kebanyakan kaum Yahudi, dipaksa untuk melepaskan sepatu mereka di tepi sungai kemudian ditembak mati oleh tentara fasis. Mayat mereka sengaja diceburkan ke sungai Danube agar terbawa arus 😟 . Sejarah kekejaman Nazi telah meninggalkan sayatan yang memilukan di kota ini 😟 . Beberapa pengunjung memorial ini tampak terdiam sambil mengheningkan cipta. Kami sendiri tak bisa membayangkan peristiwa jahat tersebut, dan hanya bisa berdoa untuk mereka yang telah direnggut nyawanya dengan kejam. Berbuat jahat dan kejam atas nama agama, golongan dan ideologi apapun menurut saya adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi. Mengapa harus membeda-bedakan apa agamanya, apa golongannya, apa rasnya, apa ideologinya dulu kalau bisa berbuat baik kepada semua manusia ?
P1130644

Shoes on the Danube promenade memorial

Tepian sungai besar ini memang menyimpan banyak cerita, yang semuanya menjadi souvenir tersendiri untuk kami. Yang jelas, seperti anjuran website dan blog-blog traveling yang saya baca, jika mempunyai waktu luang di sore hari di kota Budapest, kawasan Danube promenade ini worth to walk lah yaaa 🙂 .
Iklan

3 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

City Escape to Buda&Pest #4 : Dari Szabadsag Hid ke Puncak Citadel

Keringat mulai mengucur deras di seluruh badan saya yang belum mandi dari pagi 😛 . Suhu kota Budapest siang itu mencapai 30 derajat celcius. Cukup panas dan kering untuk kulit eksotik saya *jiaah. Panasnya Eropa menurut saya lebih menyengat daripada panasnya Indonesia yang cenderung lebih lembab. Mungkin karena panasnya kering, orang-orang benar-benar memilih untuk berpakaian tipis dan terbuka. Saat musim panas di sini juga, yang namanya sunblock, krim-krim pelindung dari sinar UV dan krim after sun , menjadi komoditi utama di supermarket serta apotek. Saya termasuk orang yang cuek. Cukup menggunakan lotion spf 15 saja sudah aman sepanjang hari. Sedangkan suami saya wajib ain menggunakan sunblock karena kulitnya mudah terbakar. Benar-benar gampang merah, perih dan mengelupas. Beruntunglah mereka yang berkulit gelap, lebih tahan banting terhadap sinar matahari. Eh, kok jadi ngomongin panas dan matahari ya? Tapi, beneran deh, hari itu emang panas menyengat setiap saat memang aneh benar 😀 , seperti panasnya gurun.
P1130261

Liberty bridge Budapest

Perjalanan panas-panas itupun berlanjut. Dari pasar sentral, kami melangkahkan kaki menyeberangi jembatan Szabadsag Hid. Hid sendiri adalah jembatan dalam bahasa Magyar. Sedangkan szabadsag berarti liberty. Jadi jembatan ini adalah jembatan kebebasan atau kemerdekaan bagi Hunggaria. Salah satu jembatan terkenal dan tertua yang dibangun pada tahun 1894, yang menghubungkan dua kota besar Buda dan Pest. Bentuk dan arsitektur jembatan besi ini cukup menarik untuk diamati. Biasanya pada sore hari, banyak anak-anak muda nongkrong di Jembatan ini sambil menikmati pemandangan sungai Danube dan kota Budapest. Karena masih siang, hanya terlihat beberapa orang saja yang berani nongkrong panas-panasan 😀 .Ini pertama kalinya saya melintasi jembatan dan melihat sungai Danube yang lebarnya bisa mencapai 800 meter. Sungai terkenal yang alurnya melintasi beberapa negara di Eropa. Ini juga pertama kalinya saya melihat sungai yang lebar dan besar banget di Eropa , dengan banyak kapal-kapal pesiar melintas di tengah-tengahnya.
P1130259

Anak nongkrong jembatan di Budapest 😀

Tak berapa lama sampailah kami di kota Buda, bagian kota Budapest yang cenderung lebih hijau, kalem, dan sejuk. Di ujung jembatan ini terdapat sebuah bukit bernama bukit Gellert. Bukit tertinggi di Budapest yang puncaknya biasa didaki oleh para wisatawan. Di kaki bukit ini terdapat sebuah goa yang disulap menjadi sebuah gereja oleh masyarakat setempat dari puluhan tahun silam. Sebuah destinasi unik, yang dianjurkan oleh situs atlasobscura . Situs yang biasa saya baca sebelum berkunjung ke suatu tempat, yang selalu mereferensikan tempat-tempat unik dan berbeda. Saya bukannya anti mainstream kok, saya cuma suka mendatangi tempat-tempat alternatif , disamping tempat-tempat mainstream yang dianjurkan situs-situs traveling pada umumnya. Jadi saya kadang mainstream dan kadang anti mainstream *apaan siih 😛 . Anyway, tiket masuk ke cave church ini cukup terjangkau, jadi jika kalian pas ke Budapest dan berada di kawasan Gellert, coba deh mampir 🙂 .
P1130316

Bukit Gellert dan gereja goanya

Gereja ini namanya Sziklatemplom Pálos Fogadóköszpont, didirikan pada tahun 1920. Hmm cukup susah juga menyebut namanya 😀 .Setiap pengunjung di cave church ini mendapatkan audio guide gratis yang tersedia dalam berbagai bahasa. Kami meminta audio guide berbahasa Inggris. Meskipun udara di luar sangat panas, suhu di cave church ini cukup sejuk. Katanya sih, di dalam gereja ini kalau musim dingin tetap hangat dan kalau musim panas tetap sejuk, karena bebatuan goanya mampu menahan suhu stabil di setiap musim. Kami lalu menjelajahi cave church ini dari ruangan ke ruangan sesuai dengan petunjuk dari audio guide. Ini juga pertama kalinya saya mendatangi gereja yang dibangun di dalam goa. Sepertinya di Indonesia saya belum pernah tahu ada gereja goa seperti ini. Saya hanya tahu beberapa goa maria, tempat berziarah umat kristiani tetapi kapel atau gerejanya tidak berada di dalam goa.
P1130286

Pintu masuk cave church

P1130266

Ruangan pertama di dalam cave church Budapest

Ada beberapa kejadian sejarah yang dituturkan melalui audio guide. Cerita tentang jamaah gereja ini yang dilarang beribadah pada masa pendudukan komunis Uni Soviet di Hunggaria. Pada tahun 1951 pemimpin gereja ini yang bernama Ferenc Vezer dihukum mati dan beberapa pengikutnya dipenjara karena dianggap mengancam rezim komunis yang anti agama saat itu. Gereja ini ditutup dan disegel selama bertahun-tahun. Gereja ini baru dibuka dan digunakan kembali pada tahun 1989. Mendengar cerita seperti ini , perasaan saya bercampur aduk. Ternyata kebebasan beragama pernah dilarang keras di negara ini. Meskipun sebagian besar penduduk Hunggaria saat itu sebenarnya beragama Katolik, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika rezim komunis merajai negeri ini. See ? sesuatu yang ekstrim, fanatik dan mengandung unsur intoleransi atas nama apapun (ideologi atau agama) akan memakan korban, dan hanya meninggalkan jejak sejarah buruk. Semoga saja yang seperti ini tidak akan terjadi di negeri saya tercinta Indonesia sampai kapanpun. Juga tidak akan terjadi di belahan dunia manapun *make a wish.
P1130277

Salah satu ruangan altar di dalam cave church

P1130281

Altar utama cave church Budapest

Dari cave church, kami ikut-ikutan mendaki bukit Gellert setinggi 235 meter sampai puncaknya. Terdapat beberapa view point untuk memandangi kota Pest yang terlihat padat di sudut-sudut trek bukit ini. Kebanyakan wisatawan mendaki bukit ini memang untuk mengambil foto kota Pest dari atas. Pemandangannya, cukup instagramable lah 😀 . Perut bukit ini juga menyimpan mata air yang begitu besar, yang airnya dialirkan ke Hotel Gellert & Gellert thermal bath and spa, salah satu thermal bath spa yang terkenal di Budapest. Di puncak Gellert terdapat sebuah citadel atau benteng yang dibangun pada tahun 1851. Benteng ini juga mempunyai sejarah panjang  seiring dengan pendudukan rezim dan pemerintahan dari perang dunia pertama sampai pendudukan Uni Soviet di negara ini. Kini benteng Citadella ini menjadi sebuah museum. Sayangnya, karena kami udah ngos-ngosan, kepanasan dan kehabisan air sampai atas, kami memutuskan untuk kembali ke bawah tanpa mengunjungi museum di dalam Citadella. Yang jelas setelah ini, kami mau bersantai dan berileks ria di Budapest 😀 .
P1130303

Puncak Citadella dengan patung Liberty ala Hunggaria

P1130293

Foto dulu 😀 dengan background kota Pest

P1130306

Sungai Danube dan kota Budapest dari bukit Gellert

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri