Tag Archives: sungai

I lost my heart in Prague #2 : Antara svickova, old town square dan charles bridge

Jarum jam tangan saya menunjuk ke angka 6, tetapi suasana di kota Praha terasa sudah jam 10 malam. Langit malam benar-benar gelap dengan suhu minus 3 derajat celcius. Kami mulai lapar dan penasaran sekali ingin mencoba salah satu makanan tradisonal dari Republik Ceko. Di hotel tempat kami menginap, mosaic house, juga terdapat restoran dengan suasana yang tampak nyaman, tetapi mereka tidak menyediakan menu makanan tradisonal Ceko di dalam menu. Dengan peralatan lengkap untuk jalan malam di suasana super dingin, kami melangkah keluar hotel. Minus 3 untuk emak-emak berdarah tropis seperti saya sih udah dingiin banget 😀 . Kami bermaksud berjalan kaki dari hotel sampai old town square karena jaraknya hanya sekitar 1,3 km. Sembari menyusuri jalanan kota, kami mencari tempat makan.
p1110353

Di dalam restoran U Mateje Kotrby yang unik

Kami berhenti di sebuah restoran tradisional Ceko bernama U Mateje Kotrby, tak jauh dari hotel. Biasanya sih restoran di Eropa selalu memajang menunya di depan pintu jadi pengunjung bisa menengok harga dan menunya terlebih dahulu. Kami berdua ingin sekali makan svickova, salah satu menu tradisional ala Ceko yang katanya sih wajib dicoba 😀 . Harga sepiring svickova di restoran ini masih di bawah 200 czk, jadi kami memutuskan untuk makan di restoran yang desain interiornya terlihat tua dan unik ini. Kami juga memesan 2 gelas bir sedang karena harga bir lebih murah dari harga air mineral :D. Tak sampai menunggu lama, makanan dan minuman yang kami pesan langsung terhidang di atas meja.
p1110349

Svickova

Svickova makanan apaan sih? Kalau menurut wikipedia sih svickova adalah daging sapi sirloin berbumbu yang disajikan dengan saus creamy. Svickova dihidangkan dengan potongan roti lembut ala Ceko dan dengan whip cream serta selai berry. Agak aneh juga sih, mengapa ada whip cream dan selai berry yang manis di atas daging ? 😀 . Yang jelas karena kami sudah kelaparan, kami segera menghabiskannya. Kalau menurut saya sih hidangan ini mirip dengan gulai sapi tetapi kuahnya lebih kental dan tanpa santan. Kuahnya terbuat dari campuran sayuran seperti wortel atau kentang yang direbus lama dengan daging. Yang jelas rasanya enak, apalagi dinikmati ketika suhu udara di bawah 0 derajat. Buat saya apa sih yang ga enak ? 😀 . Sesuai anjuran dari beberapa video dan artikel yang telah kami baca tentang Praha, kami meninggalkan tips sekitar 5-10% dari harga makanan untuk pelayan restoran. Meninggalkan tips di restoran di negeri ini hukumnya wajib, kalau tidak terkadang si pelayan akan menagih tips kepada pengunjung langsung 😀 . Jika kita membayar dengan kartu kredit, kita tinggal menyebutkan saja berapa jumlah tips yang akan diberikan.
p1110359

On the way to old town square Prague

Seusai makan, kami melanjutkan langkah kami ke old town square kota Praha yang terkenal itu. Malam itu kami hanya random walk terlebih dahulu, sambil menikmati arsitektur beberapa bangunan bersejarah dari luar. Ya iyalah, kalau masuk, museum-museumnya sudah pada tutup semua 😀 . Para wisatawan tampak berdesakan di bawah salah satu landmark old town square yaitu menara jam astronomi atau yang terkenal dengan sebutan Prague Orloj. Mereka menunggu jam itu berbunyi dan beratraksi. Jam 7 tepat, dari jam tersebut terdengar suara lonceng yang kemudian diikuti dengan atraksi wayang para santa berputar di jendela. Sebuah wayang berbentuk tengkorak tampak menggerak-gerakkan lonceng yang ada di tangannya. Santa dan tengkorak muncul bersamaan? Maksudnya apa ya? Yang jelas kesannya gothic banget deh 🙂 . Para wisatawan tampak heboh dengan mengabadikan moment tersebut melalui kamera mereka. Setelah atraksi dari jam selesai terdengarlah suara terompet dari menara tersebut, bergantian di empat sisi menara. Jam astronomi ini, berbunyi dan beratraksi setiap satu jam sekali.
p1110372

Prague astronomical clock

Meskipun bukan high season di kota Praha, old town square malam itu tampak dipadati wisatawan. Christmas market meriah dengan berbagai macam kios serta pohon natal raksasa juga sedang digelar di sana. Menambah suasana malam itu tampak lebih membahana 😛 . Para pedagang menjajakkan makanan dan cemilan tradisional khas Ceko , serta terdapat stand yang menjual aneka macam pernak-pernik natal. Tak ketinggalan pula para penjual minuman hangat berupa wine panas dan cider panas., seperti di christmas market lain di seluruh penjuru Eropa. Karena kami masih kekenyangan, kami sih cuma melihat-lihat saja 😀 .
p1110377

Pohon natal raksasa di tengah christmas market

p1110383

Meriahnya christmas market berpadu dengan bangunan kuno di old town square Prague

Pendar lampu sendu yang terpancar dari beberapa menara landmark old town square, membuat kami berasa di negeri dongeng ala Narnia 🙂 . Suasananya romantis banget deh!  Menara yang bisa dinikmati dari tempat ini selain Prague Orloj, adalah menara gereja St Nicholas dan menara gereja Our Lady before Tyn. Selain itu, di square ini juga terdapat Prague meridian line yang dibuat tahun 1652 untuk meregulasi waktu kota Praha pada jaman dahulu kala. Letak garis meridian ini tak jauh dari patung Jan Hus memorial yang berada di tengah-tengah square.
p1110363

Menara jam astronomi dan menara gereja Our lady before Tyn

p1110382

Garis meridian Praha

Kami kemudian berbalik arah ke karlova street. Sebuah jalan kuno penuh dengan kios souvenir dan restoran untuk para turis. Di sela-sela toko souvenir ini terdapat kios-kios absinth. Kata teman saya sih absinth adalah minuman keras yang absurd. Beberapa absinth katanya ada yang diramu dengan ganja. Buset dah! Yang jelas kami tak tertarik mencoba karena meskipun banyak kiosnya di kota ini, absinth bukan minuman tradisonal dari Ceko. Sesuai dengan anjuran video mas Janek dari channel honest guide Prague, kami males coba-coba yang bukan asli Ceko. Di sepanjang jalan karlova ini juga banyak trdelnik, roti gulung yang diperuntukkan untuk turis, tetapi sebenarnya bukan asli Ceko. Entahlah kue ini sebenernya dari negara mana, yang jelas menurut video tersebut, kalau pengen mencoba kue asli ala Ceko, jangan makan trdelnik 😀 . Kami sih tetep pengen mencoba, tapi yang jelas bukan malam ini karena sudah kenyang maksimal.
p1110355

Kios absinth

Di ujung karlova street inilah terdapat sebuah landmark yang paling terkenal dari kota ini yaitu Charles bridge atau dalam bahasa Ceko disebut Karluv Most. Sebuah jembatan batu tua yang membentang sepanjang 621 meter di atas sungai Vltava. Meskipun sudah malam, masih banyak turis yang berjalan hilir mudik di jembatan yang terkesan epic dengan 30 patung bergaya baroque di kedua sisinya. Hanya 25 persen dari patung-patung ini saja yang masih asli. Selebihnya merupakan replika. Konon katanya patung-patung aslinya disimpan di beberapa tempat dan museum di kota ini. Jembatan yang dibangun tahun 1357 oleh Charles IV, penguasa dan raja saat itu, memiliki 2 menara pengawas yang juga berdiri epic di ujung-ujungnya. Wisatawan bisa menaiki ke dua menara tersebut dengan membayar tiket untuk masing-masing menara 90 czk. Kami sih lagi males manjat-manjat dan sayangnya ke dua menara tersebut hanya mendapatkan potongan diskon dari Prague card kami, alias ga gratis, jadi kami malam itu hanya menyusuri jembatan saja.
Di kanan dan kiri charles bridge ini juga terdapat lampu-lampu kuno berjejeran. Lampu-lampu ini ternyata bukan lampu otomatis lho, yang tinggal pencet terus nyala. Setiap menjelang senja ada bapak-bapak yang bertugas untuk menyalakan lampu ini satu per satu dari ujung ke ujung dengan menggunakan tongkat yang ada bara apinya. Sayangnya pas si bapak lewat, kamera saya udah abis baterainya jadi ga bisa mengabadikan si bapak pas menyalakan lampu.
p1110410

Freezing in Charles Bridge

p1110408

Prague castle dilihat dari Charles bridge

Pemandangan sungai Vltava yang dipenuhi angsa-angsa dan perahu wisata dengan background Prague castle menambah suasana semakin seperti di negeri dongeng. Aih saya dibuat terkesima oleh kota ini. Mungkin karena kontur kota ini berbukit-bukit, jadi ketika malam hari, pemandangan sinar-sinar lampu dari tempat yang lebih tinggi membuatnya enak dilihat dari jembatan ini. Kami kemudian berjalan melintasi jembatan ini dari ujung ke ujung. Patung-patung baroque yang berjejer di jembatan ini memang kesannya melekat banget dengan simbol-simbol katolik sepeti tanda salib dan patung para saint.
Di balik keindahan arsitektur baroque yang terkesan misterius di jembatan ini, ternyata terdapat cerita sejarah yang panjang tentangnya. Jembatan ini telah menjadi saksi jejeran peristiwa dari tahun 1300an sampai pada masa perang dunia ke dua. Saya ga mungkin menjelaskan peristiwa apa saja di postingan ini 🙂 . Tetapi yang jelas pada masa-masa perang, banyak korban meninggal di jembatan ini. Mungkin karena itulah aura jembatan ini memang terkesan misterius dan angker tetapi juga sangat indah. Kalau buat saya unexplainable feeling lah.
p1110655

The other view of Charles Bridge Tower diambil sehari sesudahnya

p1110657

The epic Charles Bridge

p1110661

View lain kota Praha dari Charles bridge

p1110668

Tried to make the other freezing me in the middle of moving people 😀

Semakin malam, suhu udara di kota ini semakin dingin. Kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar esok kami bisa menjelajah lebih jauh lagi 🙂 .

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Seperempat hari di kota Amiens

Kota Amiens, adalah persinggahan terakhir kami untuk transit kembali ke Paris setelah 3 hari menginap di rumah mr C. Tiket kereta intercites yang sudah kami beli berangkat jam 3 sore dari stasiun Amiens. Waktu itu jarum jam masih menunjukkan pukul 9 pagi ketika kami tiba di sini. 6 jam transit enaknya ngapain ya? Kami tak punya rencana apapun hari itu, hanya random walk saja menyusuri ibu kota Picardie yang tampak sepi pagi itu. Mengapa sepi? Karena ini hari minggu pemirsa! Eh saya sudah pernah cerita belum sih tentang hari minggu di Perancis ? Sepertinya belum deh 😀 . Jadi hari minggu di negara ini sungguh sangat berbeda dengan hari minggu di Indonesia. Hari minggu di Indonesia begitu hore dan meriah. Seluruh toko, restoran dan tempat hiburan buka sampai malam. Kalau toko tutup hari minggu di Indonesia malah bakal rugi banget karena pengunjung terbanyak biasanya hari minggu kan? Di Perancis setiap hari minggu sebagian besar toko dan tempat makan tutup. Supermarket bahkan toko-toko yang menjual bahan kebutuhan pokok sebagian besar tutup di hari minggu. Hanya beberapa toko yang buka, itupun hanya sampai jam 1 siang. Jalanan kota pada hari minggu di Perancis sangat lengang dan sepi. Orang-orang biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga mereka di rumah untuk bersantai.  Di Perancis, tempat-tempat yang buka dan ramai di hari minggu adalah museum dan taman-taman kota. Restoran-restoran yang buka pada hari minggu biasanya adalah restoran yang harganya mahal, kedai kebab atau mc donald 🙂 . Jadi kalau lagi bingung cari makanan apa di Perancis pas hari minggu, cari saja kedai kebab atau mc donald, sebagai alternatif makanan murah.

IMG_1326

Good morning Amiens! Bangunan tertinggi di Amiens di foto ini adalah Tour Perret

IMG_1292

Pusat kota tampak sepi dan lengang

IMG_1288

Kantor walikota Amiens

IMG_1287

Menara belfort kuno di Amiens

IMG_1293

Sebuah jam tua di persimpangan jalan

Anyway, pagi itu kami random walk dan melintasi kawasan quai belu nan cantik. Sebuah sungai bernama river somme membelah kawasan ini. Beberapa orang terlihat bermain perahu dan kanoe di sungai ini. Yang saya suka dengan sungai-sungai di Eropa adalah, mereka benar-benar merawat kawasan sungainya. Di kota besar atau kota kecil, kota wisata atau tidak, mereka bisa membuat sungai menjadi tempat yang nyaman untuk berperahu atau bermain air. Atau sekedar duduk-duduk di pinggir sungai saja sudah menyenangkan. Di kawasan ini juga terlihat beberapa seniman sedang melukis dan bermain musik bersama. Kami lalu berjalan kaki melewati semua restoran yang berjejer-jejer penuh dengan turis dan keluarga yang akan makan siang. Awalnya kami pengen makan di salah satu restoran ini, tetapi karena harganya lumayan mahal, ga jadi deh 😛 . Kami akhirnya mencari warung kebab terdekat untuk makan siang.
IMG_1313

Quai Belu dengan jejeran restorannya

IMG_1321

River Somme membelah perumahan di Amiens

IMG_1317

Katedral Amiens dilihat dari quai belu

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi wisatawan di kota ini adalah Cathedrale Notre Dame D’Amiens. Yap! Sama seperti kota Strasbourg , Paris, Reims dan lainnya , kota ini juga mempunyai sebuah gereja berarsitektur gothic yang menarik untuk dikunjungi. Katedral Amiens termasuk dalam 10 katedral tercantik di Perancis. Mumpung kami ada di kota ini, kami meluangkan waktu untuk berkunjung kemari. Karena hari minggu, masih ada misa dilaksanakan di katedral ini. Meskipun demikian pengunjung diperbolehkan masuk, asal melalui jalur yang telah disediakan dan dilarang bersuara. Katedral yang dibangun antara tahun 1220 sampai tahun 1270 ini merupakan salah satu UNESCO heritage site sejak tahun 1981. Katedral ini merupakan yang tertinggi dan terbesar di Perancis dan terbesar ke 19 di dunia. Kami kemudian duduk di bangku belakang sambil menyaksikan para jemaat gereja melaksanakan misa. Suara organ dan nyanyian para jemaat terdengar menggema di seluruh ruangan katedral, menambah suasana menjadi semakin khidmat. Setelah misa selesai kami berjalan keliling gereja sambil mengamati desain interiornya yang terlihat megah dan terasa mistis 🙂 .
IMG_1301

Patung para saint di pintu katedral Amiens

IMG_1307

Ukiran dan pahatan di dinding yang tampak sangat detil

IMG_1308

Koridor di dalam katedral Amiens

IMG_1303

Sedang ada misa di katedral Amiens

IMG_1286

Katedral Amiens tampak depan

Sebenarnya dan sesungguhnya 😀 ada banyak destinasi wisata di kota ini yang bisa dikunjungi di hari minggu seperti tour perret, hortilonagges, yaitu floating garden yang bisa dikelilingi dengan perahu, museum-museum, situs-situs arkeologi dan beberapa tempat di sudut kota yang terkenal dengan suasana meriahnya. Tetapi karena kami takut kehabisan waktu dan telat naik ke kereta akhirnya jalan-jalan di Amiensnya ga bisa sampai puas 😀 . Tapi kami tetap senang kok, Au revoir Amiens!
Recommended website before visiting Amiens

9 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri