Tag Archives: sungai

City Escape to Buda&Pest #4 : Dari Szabadsag Hid ke Puncak Citadel

Keringat mulai mengucur deras di seluruh badan saya yang belum mandi dari pagi 😛 . Suhu kota Budapest siang itu mencapai 30 derajat celcius. Cukup panas dan kering untuk kulit eksotik saya *jiaah. Panasnya Eropa menurut saya lebih menyengat daripada panasnya Indonesia yang cenderung lebih lembab. Mungkin karena panasnya kering, orang-orang benar-benar memilih untuk berpakaian tipis dan terbuka. Saat musim panas di sini juga, yang namanya sunblock, krim-krim pelindung dari sinar UV dan krim after sun , menjadi komoditi utama di supermarket serta apotek. Saya termasuk orang yang cuek. Cukup menggunakan lotion spf 15 saja sudah aman sepanjang hari. Sedangkan suami saya wajib ain menggunakan sunblock karena kulitnya mudah terbakar. Benar-benar gampang merah, perih dan mengelupas. Beruntunglah mereka yang berkulit gelap, lebih tahan banting terhadap sinar matahari. Eh, kok jadi ngomongin panas dan matahari ya? Tapi, beneran deh, hari itu emang panas menyengat setiap saat memang aneh benar 😀 , seperti panasnya gurun.
P1130261

Liberty bridge Budapest

Perjalanan panas-panas itupun berlanjut. Dari pasar sentral, kami melangkahkan kaki menyeberangi jembatan Szabadsag Hid. Hid sendiri adalah jembatan dalam bahasa Magyar. Sedangkan szabadsag berarti liberty. Jadi jembatan ini adalah jembatan kebebasan atau kemerdekaan bagi Hunggaria. Salah satu jembatan terkenal dan tertua yang dibangun pada tahun 1894, yang menghubungkan dua kota besar Buda dan Pest. Bentuk dan arsitektur jembatan besi ini cukup menarik untuk diamati. Biasanya pada sore hari, banyak anak-anak muda nongkrong di Jembatan ini sambil menikmati pemandangan sungai Danube dan kota Budapest. Karena masih siang, hanya terlihat beberapa orang saja yang berani nongkrong panas-panasan 😀 .Ini pertama kalinya saya melintasi jembatan dan melihat sungai Danube yang lebarnya bisa mencapai 800 meter. Sungai terkenal yang alurnya melintasi beberapa negara di Eropa. Ini juga pertama kalinya saya melihat sungai yang lebar dan besar banget di Eropa , dengan banyak kapal-kapal pesiar melintas di tengah-tengahnya.
P1130259

Anak nongkrong jembatan di Budapest 😀

Tak berapa lama sampailah kami di kota Buda, bagian kota Budapest yang cenderung lebih hijau, kalem, dan sejuk. Di ujung jembatan ini terdapat sebuah bukit bernama bukit Gellert. Bukit tertinggi di Budapest yang puncaknya biasa didaki oleh para wisatawan. Di kaki bukit ini terdapat sebuah goa yang disulap menjadi sebuah gereja oleh masyarakat setempat dari puluhan tahun silam. Sebuah destinasi unik, yang dianjurkan oleh situs atlasobscura . Situs yang biasa saya baca sebelum berkunjung ke suatu tempat, yang selalu mereferensikan tempat-tempat unik dan berbeda. Saya bukannya anti mainstream kok, saya cuma suka mendatangi tempat-tempat alternatif , disamping tempat-tempat mainstream yang dianjurkan situs-situs traveling pada umumnya. Jadi saya kadang mainstream dan kadang anti mainstream *apaan siih 😛 . Anyway, tiket masuk ke cave church ini cukup terjangkau, jadi jika kalian pas ke Budapest dan berada di kawasan Gellert, coba deh mampir 🙂 .
P1130316

Bukit Gellert dan gereja goanya

Gereja ini namanya Sziklatemplom Pálos Fogadóköszpont, didirikan pada tahun 1920. Hmm cukup susah juga menyebut namanya 😀 .Setiap pengunjung di cave church ini mendapatkan audio guide gratis yang tersedia dalam berbagai bahasa. Kami meminta audio guide berbahasa Inggris. Meskipun udara di luar sangat panas, suhu di cave church ini cukup sejuk. Katanya sih, di dalam gereja ini kalau musim dingin tetap hangat dan kalau musim panas tetap sejuk, karena bebatuan goanya mampu menahan suhu stabil di setiap musim. Kami lalu menjelajahi cave church ini dari ruangan ke ruangan sesuai dengan petunjuk dari audio guide. Ini juga pertama kalinya saya mendatangi gereja yang dibangun di dalam goa. Sepertinya di Indonesia saya belum pernah tahu ada gereja goa seperti ini. Saya hanya tahu beberapa goa maria, tempat berziarah umat kristiani tetapi kapel atau gerejanya tidak berada di dalam goa.
P1130286

Pintu masuk cave church

P1130266

Ruangan pertama di dalam cave church Budapest

Ada beberapa kejadian sejarah yang dituturkan melalui audio guide. Cerita tentang jamaah gereja ini yang dilarang beribadah pada masa pendudukan komunis Uni Soviet di Hunggaria. Pada tahun 1951 pemimpin gereja ini yang bernama Ferenc Vezer dihukum mati dan beberapa pengikutnya dipenjara karena dianggap mengancam rezim komunis yang anti agama saat itu. Gereja ini ditutup dan disegel selama bertahun-tahun. Gereja ini baru dibuka dan digunakan kembali pada tahun 1989. Mendengar cerita seperti ini , perasaan saya bercampur aduk. Ternyata kebebasan beragama pernah dilarang keras di negara ini. Meskipun sebagian besar penduduk Hunggaria saat itu sebenarnya beragama Katolik, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika rezim komunis merajai negeri ini. See ? sesuatu yang ekstrim, fanatik dan mengandung unsur intoleransi atas nama apapun (ideologi atau agama) akan memakan korban, dan hanya meninggalkan jejak sejarah buruk. Semoga saja yang seperti ini tidak akan terjadi di negeri saya tercinta Indonesia sampai kapanpun. Juga tidak akan terjadi di belahan dunia manapun *make a wish.
P1130277

Salah satu ruangan altar di dalam cave church

P1130281

Altar utama cave church Budapest

Dari cave church, kami ikut-ikutan mendaki bukit Gellert setinggi 235 meter sampai puncaknya. Terdapat beberapa view point untuk memandangi kota Pest yang terlihat padat di sudut-sudut trek bukit ini. Kebanyakan wisatawan mendaki bukit ini memang untuk mengambil foto kota Pest dari atas. Pemandangannya, cukup instagramable lah 😀 . Perut bukit ini juga menyimpan mata air yang begitu besar, yang airnya dialirkan ke Hotel Gellert & Gellert thermal bath and spa, salah satu thermal bath spa yang terkenal di Budapest. Di puncak Gellert terdapat sebuah citadel atau benteng yang dibangun pada tahun 1851. Benteng ini juga mempunyai sejarah panjang  seiring dengan pendudukan rezim dan pemerintahan dari perang dunia pertama sampai pendudukan Uni Soviet di negara ini. Kini benteng Citadella ini menjadi sebuah museum. Sayangnya, karena kami udah ngos-ngosan, kepanasan dan kehabisan air sampai atas, kami memutuskan untuk kembali ke bawah tanpa mengunjungi museum di dalam Citadella. Yang jelas setelah ini, kami mau bersantai dan berileks ria di Budapest 😀 .
P1130303

Puncak Citadella dengan patung Liberty ala Hunggaria

P1130293

Foto dulu 😀 dengan background kota Pest

P1130306

Sungai Danube dan kota Budapest dari bukit Gellert

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

I lost my heart in Prague #2 : Antara svickova, old town square dan charles bridge

Jarum jam tangan saya menunjuk ke angka 6, tetapi suasana di kota Praha terasa sudah jam 10 malam. Langit malam benar-benar gelap dengan suhu minus 3 derajat celcius. Kami mulai lapar dan penasaran sekali ingin mencoba salah satu makanan tradisonal dari Republik Ceko. Di hotel tempat kami menginap, mosaic house, juga terdapat restoran dengan suasana yang tampak nyaman, tetapi mereka tidak menyediakan menu makanan tradisonal Ceko di dalam menu. Dengan peralatan lengkap untuk jalan malam di suasana super dingin, kami melangkah keluar hotel. Minus 3 untuk emak-emak berdarah tropis seperti saya sih udah dingiin banget 😀 . Kami bermaksud berjalan kaki dari hotel sampai old town square karena jaraknya hanya sekitar 1,3 km. Sembari menyusuri jalanan kota, kami mencari tempat makan.
p1110353

Di dalam restoran U Mateje Kotrby yang unik

Kami berhenti di sebuah restoran tradisional Ceko bernama U Mateje Kotrby, tak jauh dari hotel. Biasanya sih restoran di Eropa selalu memajang menunya di depan pintu jadi pengunjung bisa menengok harga dan menunya terlebih dahulu. Kami berdua ingin sekali makan svickova, salah satu menu tradisional ala Ceko yang katanya sih wajib dicoba 😀 . Harga sepiring svickova di restoran ini masih di bawah 200 czk, jadi kami memutuskan untuk makan di restoran yang desain interiornya terlihat tua dan unik ini. Kami juga memesan 2 gelas bir sedang karena harga bir lebih murah dari harga air mineral :D. Tak sampai menunggu lama, makanan dan minuman yang kami pesan langsung terhidang di atas meja.
p1110349

Svickova

Svickova makanan apaan sih? Kalau menurut wikipedia sih svickova adalah daging sapi sirloin berbumbu yang disajikan dengan saus creamy. Svickova dihidangkan dengan potongan roti lembut ala Ceko dan dengan whip cream serta selai berry. Agak aneh juga sih, mengapa ada whip cream dan selai berry yang manis di atas daging ? 😀 . Yang jelas karena kami sudah kelaparan, kami segera menghabiskannya. Kalau menurut saya sih hidangan ini mirip dengan gulai sapi tetapi kuahnya lebih kental dan tanpa santan. Kuahnya terbuat dari campuran sayuran seperti wortel atau kentang yang direbus lama dengan daging. Yang jelas rasanya enak, apalagi dinikmati ketika suhu udara di bawah 0 derajat. Buat saya apa sih yang ga enak ? 😀 . Sesuai anjuran dari beberapa video dan artikel yang telah kami baca tentang Praha, kami meninggalkan tips sekitar 5-10% dari harga makanan untuk pelayan restoran. Meninggalkan tips di restoran di negeri ini hukumnya wajib, kalau tidak terkadang si pelayan akan menagih tips kepada pengunjung langsung 😀 . Jika kita membayar dengan kartu kredit, kita tinggal menyebutkan saja berapa jumlah tips yang akan diberikan.
p1110359

On the way to old town square Prague

Seusai makan, kami melanjutkan langkah kami ke old town square kota Praha yang terkenal itu. Malam itu kami hanya random walk terlebih dahulu, sambil menikmati arsitektur beberapa bangunan bersejarah dari luar. Ya iyalah, kalau masuk, museum-museumnya sudah pada tutup semua 😀 . Para wisatawan tampak berdesakan di bawah salah satu landmark old town square yaitu menara jam astronomi atau yang terkenal dengan sebutan Prague Orloj. Mereka menunggu jam itu berbunyi dan beratraksi. Jam 7 tepat, dari jam tersebut terdengar suara lonceng yang kemudian diikuti dengan atraksi wayang para santa berputar di jendela. Sebuah wayang berbentuk tengkorak tampak menggerak-gerakkan lonceng yang ada di tangannya. Santa dan tengkorak muncul bersamaan? Maksudnya apa ya? Yang jelas kesannya gothic banget deh 🙂 . Para wisatawan tampak heboh dengan mengabadikan moment tersebut melalui kamera mereka. Setelah atraksi dari jam selesai terdengarlah suara terompet dari menara tersebut, bergantian di empat sisi menara. Jam astronomi ini, berbunyi dan beratraksi setiap satu jam sekali.
p1110372

Prague astronomical clock

Meskipun bukan high season di kota Praha, old town square malam itu tampak dipadati wisatawan. Christmas market meriah dengan berbagai macam kios serta pohon natal raksasa juga sedang digelar di sana. Menambah suasana malam itu tampak lebih membahana 😛 . Para pedagang menjajakkan makanan dan cemilan tradisional khas Ceko , serta terdapat stand yang menjual aneka macam pernak-pernik natal. Tak ketinggalan pula para penjual minuman hangat berupa wine panas dan cider panas., seperti di christmas market lain di seluruh penjuru Eropa. Karena kami masih kekenyangan, kami sih cuma melihat-lihat saja 😀 .
p1110377

Pohon natal raksasa di tengah christmas market

p1110383

Meriahnya christmas market berpadu dengan bangunan kuno di old town square Prague

Pendar lampu sendu yang terpancar dari beberapa menara landmark old town square, membuat kami berasa di negeri dongeng ala Narnia 🙂 . Suasananya romantis banget deh!  Menara yang bisa dinikmati dari tempat ini selain Prague Orloj, adalah menara gereja St Nicholas dan menara gereja Our Lady before Tyn. Selain itu, di square ini juga terdapat Prague meridian line yang dibuat tahun 1652 untuk meregulasi waktu kota Praha pada jaman dahulu kala. Letak garis meridian ini tak jauh dari patung Jan Hus memorial yang berada di tengah-tengah square.
p1110363

Menara jam astronomi dan menara gereja Our lady before Tyn

p1110382

Garis meridian Praha

Kami kemudian berbalik arah ke karlova street. Sebuah jalan kuno penuh dengan kios souvenir dan restoran untuk para turis. Di sela-sela toko souvenir ini terdapat kios-kios absinth. Kata teman saya sih absinth adalah minuman keras yang absurd. Beberapa absinth katanya ada yang diramu dengan ganja. Buset dah! Yang jelas kami tak tertarik mencoba karena meskipun banyak kiosnya di kota ini, absinth bukan minuman tradisonal dari Ceko. Sesuai dengan anjuran video mas Janek dari channel honest guide Prague, kami males coba-coba yang bukan asli Ceko. Di sepanjang jalan karlova ini juga banyak trdelnik, roti gulung yang diperuntukkan untuk turis, tetapi sebenarnya bukan asli Ceko. Entahlah kue ini sebenernya dari negara mana, yang jelas menurut video tersebut, kalau pengen mencoba kue asli ala Ceko, jangan makan trdelnik 😀 . Kami sih tetep pengen mencoba, tapi yang jelas bukan malam ini karena sudah kenyang maksimal.
p1110355

Kios absinth

Di ujung karlova street inilah terdapat sebuah landmark yang paling terkenal dari kota ini yaitu Charles bridge atau dalam bahasa Ceko disebut Karluv Most. Sebuah jembatan batu tua yang membentang sepanjang 621 meter di atas sungai Vltava. Meskipun sudah malam, masih banyak turis yang berjalan hilir mudik di jembatan yang terkesan epic dengan 30 patung bergaya baroque di kedua sisinya. Hanya 25 persen dari patung-patung ini saja yang masih asli. Selebihnya merupakan replika. Konon katanya patung-patung aslinya disimpan di beberapa tempat dan museum di kota ini. Jembatan yang dibangun tahun 1357 oleh Charles IV, penguasa dan raja saat itu, memiliki 2 menara pengawas yang juga berdiri epic di ujung-ujungnya. Wisatawan bisa menaiki ke dua menara tersebut dengan membayar tiket untuk masing-masing menara 90 czk. Kami sih lagi males manjat-manjat dan sayangnya ke dua menara tersebut hanya mendapatkan potongan diskon dari Prague card kami, alias ga gratis, jadi kami malam itu hanya menyusuri jembatan saja.
Di kanan dan kiri charles bridge ini juga terdapat lampu-lampu kuno berjejeran. Lampu-lampu ini ternyata bukan lampu otomatis lho, yang tinggal pencet terus nyala. Setiap menjelang senja ada bapak-bapak yang bertugas untuk menyalakan lampu ini satu per satu dari ujung ke ujung dengan menggunakan tongkat yang ada bara apinya. Sayangnya pas si bapak lewat, kamera saya udah abis baterainya jadi ga bisa mengabadikan si bapak pas menyalakan lampu.
p1110410

Freezing in Charles Bridge

p1110408

Prague castle dilihat dari Charles bridge

Pemandangan sungai Vltava yang dipenuhi angsa-angsa dan perahu wisata dengan background Prague castle menambah suasana semakin seperti di negeri dongeng. Aih saya dibuat terkesima oleh kota ini. Mungkin karena kontur kota ini berbukit-bukit, jadi ketika malam hari, pemandangan sinar-sinar lampu dari tempat yang lebih tinggi membuatnya enak dilihat dari jembatan ini. Kami kemudian berjalan melintasi jembatan ini dari ujung ke ujung. Patung-patung baroque yang berjejer di jembatan ini memang kesannya melekat banget dengan simbol-simbol katolik sepeti tanda salib dan patung para saint.
Di balik keindahan arsitektur baroque yang terkesan misterius di jembatan ini, ternyata terdapat cerita sejarah yang panjang tentangnya. Jembatan ini telah menjadi saksi jejeran peristiwa dari tahun 1300an sampai pada masa perang dunia ke dua. Saya ga mungkin menjelaskan peristiwa apa saja di postingan ini 🙂 . Tetapi yang jelas pada masa-masa perang, banyak korban meninggal di jembatan ini. Mungkin karena itulah aura jembatan ini memang terkesan misterius dan angker tetapi juga sangat indah. Kalau buat saya unexplainable feeling lah.
p1110655

The other view of Charles Bridge Tower diambil sehari sesudahnya

p1110657

The epic Charles Bridge

p1110661

View lain kota Praha dari Charles bridge

p1110668

Tried to make the other freezing me in the middle of moving people 😀

Semakin malam, suhu udara di kota ini semakin dingin. Kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar esok kami bisa menjelajah lebih jauh lagi 🙂 .

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri