Tag Archives: taman

Hanami di Paris , bisa kah ?

🌸Konnichiwa Paris! こんにちは!!🌸

Hanami (花見) adalah tradisi melihat bunga terutama bunga sakura桜 (cherry blossom) saat awal musim semi di Jepang. Masyarakat Jepang biasanya berkumpul bersama keluarga atau teman, menggelar tikar di bawah pohon-pohon sakura ketika sedang mekar-mekarnya. Mereka juga membawa banyak makanan dan minuman untuk dinikmati bersama. Yaa seperti piknik tapi khusus sambil melihat indahnya bunga sakura. Saya sih punya cita-cita pengen hanami di Jepang suatu saat nanti. Siapa tahu bisa ke sana kalau uang tabungan udah cukup, amin . Tapi apakah hanami hanya bisa dilakukan di Jepang saja? Ga juga men, hanami bisa dilakukan di seluruh negara empat musim , yang penting ada kembang sakuranya 😀 .
Lalu bisakah hanami dilakukan di Paris? Musim semi ke dua di Paris ini, saya bener-bener niat pengen cari tempat hanami buat melampiaskan hasrat hanami saya 😀 . Musim semi tahun kemarin saya ga tau kalau di paris ada kembang sakura. Ternyata kembang sakura juga banyak ditanam di sudut-sudut kota ini. Biasanya sih di pinggir-pinggir jalan raya. Tapi masa iya mau hanami di pinggir jalan raya? 😀 . Saya kemudian googling dan facebook search untuk mencari tempat hanami di Paris dan sekitarnya. Akhirnya saya nemu satu tempat di luar kota Paris. Nah pas saya googling, tiba-tiba salah satu teman saya menelepon, ngajak foto sama kembang sakura ga jauh dari tempat tinggalnya. Saya langsung semangat 45! Sekarang saya punya dua lokasi yang ideal buat hanami di Paris. Sementara dua dulu, nanti kalau saya menemukan lokasi lain saya akan mengupdate postingan ini 😀 .

🌸Parc Martin Luther King, Batignolles-PARIS 17🌸

Teman saya, ngajak secara tiba-tiba ke taman ini karena ia khawatir kalau bunganya sudah banyak yang rontok. Waktu itu kami ke sana tanggal 22 maret. Perkiraanya sih bunga sakura di taman ini mekar-mekarnya dari pertengahan maret sampai akhir maret. Tetapi karena Paris anginnya lagi kenceng-kencengnya, pas kami datang bunganya sudah mulai rontok. Awalnya kami pengen hanami beneran dengan menggelar tikar dan membawa makanan, tetapi karena cuaca masih sekitar 10 derajat, kami cuma foto-foto saja. Di parc ini, memang terlihat beberapa orang yang foto-foto sama bunga sakura tetapi ga banyak. Tampaknya masyarakat kota Paris ga terlalu heboh dengan mekarnya bunga-bunga ini. Mungkin mereka udah terlalu biasa melihatnya setiap tahun.
IMG_6208

Bunga cherry blossom yang udah agak rontok di parc martin luther king

FullSizeRender (15)

Narsis dulu di bawah pohon sakura

IMG_6374

The pinky sakura in Paris

IMG_6225

Kalau bunganya pas belum rontok pasti bakalan cantik banget

 

🌸Parc de Sceaux-SCEAUX🌸

Taman super luas ini terletak 18 km dari kota Paris. Tapi bisa dengan mudah ditempuh dengan kereta RER B jurusan Saint Remy Le Chevreuse, lalu turun di stasiun Parc de Sceaux. Saya menyambangi taman ini bersama suami dan kami memang benar-benar niat untuk hanami dengan membawa semua peralatan piknik. Waktu itu, saya kepoin akun-akun instagram yang mengambil lokasi di parc ini untuk mengetahui apakah sakuranya udah mekar atau belum. Kami hanami pada tanggal 16 april, saat bunganya sudah agak rontok. Perkiraan mekar-mekarnya bunga sakura di sini adalah sekitar awal april sampai pertengahan april. Waktu kami sampai di lokasi hanami, banyak sekali orang-orang piknik di bawahnya terutama orang Jepang dan orang Cina. Jadi suasananya benar-benar hanami banget!! Lokasi hanami di parc ini terletak di bosquet du nord di seberang kanal.
FullSizeRender (18)

Altar di bawah pohon bunga di Sceaux. Daunnya sudah bermunculan.

FullSizeRender (17)

Niat piknik beneran meskipun makananya ga banyak 😀

FullSizeRender (19)

Banyak yang make a wish kemudian digantung di pohon

FullSizeRender (20)

People are just picnic and chilling!

IMG_6974

Saking niatnya ada yang bawa tenda segala 😀

Eniwei bunga-bunga sakura di ke dua taman tersebut sepertinya jenisnya berbeda. Dan saya ga tau juga jenisnya apa dan ada berapa jenis bunga sakura di dunia ini 😛 . Sebagai manusia penikmat bunga saya hanya bisa menikmati keindahannya saja sambil piknik 😀 . Yang jelas bunga-bunga cherry blossom ini sangat cantik dan mempesona, sayang banget kalau dilewatkan begitu saja.  またね!!
Lokasi ke dua tempat tersebut :
Iklan

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Ternyata Luxembourg kece juga! #6 : Our last walk in this country

Musim semi, pagi hari suhu bisa serendah 8 derajat celcius. Siangnya panas mencapai 22 derajat celcius dengan sinar matahari yang menyengat. Kami memang cukup beruntung karena Luxembourg terkenal sebagai negara yang sering diselimuti awan mendung. Sedangkan selama kami di sana langit sedang cerah-cerahnya. Masalahnya hari itu saya salah kostum, saya mengenakan baju berlapis-lapis karena takut kedinginan, eh ternyata malah kepanasan 😀 .
P1130043

Panoramic bridge Luxembourg City

Kami berjalan kaki menuju ke sebuah taman yang berada di utara city centre. Di taman ini terdapat sebuah atraksi baru bagi masyarakat kota ini dan juga para wisatawan yang diresmikan beberapa minggu yang lalu. Namanya adalah Pffafental Lift Aufzug. Merupakan sebuah panoramic bridge lengkap dengan panoramic lift menuju ke bagian bawah kota ini. Sebenernya sih lift ini termasuk fasilitas umum yang memang berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat. Kasihan juga kan orang-orang yang tinggal di kota bawah , kalau mau ke city centre harus mendaki ratusan tangga setiap hari. Bahkan ada yang terpaksa mendaki sambil membopong sepeda mereka. Dengan lift umum ini, mereka tinggal masuk dan pencet tombol saja. Mereka juga diperbolehkan membawa sepeda mereka ke dalam lift. Untuk wisatawan seperti kami, yaa lift ini termasuk unik, apalagi karena di ujungnya terdapat panoramic corner yang lantainya juga transparan terbuat dari kaca. Agak menyeramkan memang, apalagi untuk orang-orang yang phobia ketinggian. Tapi untuk saya, untung saja lantai kacanya sudah agak buram jadi ga transparan-transparan amat 😀 . Jadi bisa mengurangi ketakutan saya yang adrenalinless ini.
P1130045

Di ujung panoramic bridge

P1130047

Untung kacanya burem 😀

P1130058

Outdoor elevatornya cukup tinggi juga

Kami turun ke kota bawah dengan lift ini, lalu menjelajahi peninggalan-peninggalan benteng yang ada di kawasan ini. Kami amazed juga, bangunan benteng yang mengelilingi kota ini benar-benar panjang, dan entah ujungnya ada di mana. Nama jalur penjelajahan yang ada di bawah kota sampai ke barat adalah jalur Vauban. Kami lalu mengikuti panah petunjuk jalur ini. Beberapa menara-menara pengawas kuno masih berdiri tegak di sepanjang benteng ini. Kami melewati satu menara yang sekarang disulap menjadi rumah penduduk. Asyik juga yaa bisa tinggal di menara kuno. Saya penasaran penghuninya menyulap bagian dalamnya seperti apa. Di seberang menara ini terdapat menara lain yang terbuka untuk umum. Kami lalu masuk kedalamnya. Di dalam terdapat ruang menonton film pendek tentang penemuan-penemuan artefak di benteng-benteng kuno ini. Jalur vauban ini tampak sepi dari turis, sangat berbeda dengan kawasan city centre.
P1130060

Sungai Alzette dengan latar belakang jembatan Grand Duchess Charlotte

P1130071

Benteng kuno dengan dua menara

Meskipun matahari tambah terik, kami terus berjalan mengikuti petunjuk yang sangat mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Sepertinya pemerintah kota ini, benar-benar sudah mendesain jalur heritage walknya agar mudah diikuti oleh para wisatawan. Kami memilih jalur yang naik ke atas ke sebelah barat kota ini, meskipun kami harus melalui ratusan anak tangga. Untung saja kami membawa air minum yang cukup. Sampai di atas eh ternyata kami ketemu hutan. Hutan ini adalah hutan kota yang merupakan bagian dari Parc des Trois Glands. Kami menyusuri bagian pinggir hutan yang juga terdapat sisa-sisa benteng kuno, seperti benteng Niedergrunewald dan benteng Obergrunewald. Tak berapa lama  kami sampai ke sebuah bangunan unik yang kini menjadi sebuah museum sejarah nasional negara ini. Kami lalu memutuskan untuk masuk ke museum ini.
P1130112

Tembok benteng yang tersisa dan masih berdiri kokoh

Museum ini bernama Drai Eechelen. Kami tinggal menunjukkan Luxembourg card saja, lalu kami mendapatkan tiket secara gratis. Museum ini berada di dalam sebuah benteng bernama Fort Thungen yang didirikan pada abad ke 18. Ruangan pameran di dalam museum ini didesain sebagai timeline sejarah bangsa ini mulai dari tahun 1443 sampai tahun 1903. Keterangan sejarahnya terpapar dalam tiga bahasa di setiap ruangan-ruangannya. Terdapat banyak artefak-artefak kuno seperti senjata, maket, peta kuno, buku-buku serta lukisan-lukisan yang dipajang sesuai dengan jamannya. Ruangan-ruangan pameran di museum ini dulunya merupakan casemate-casemate kuno yang telah direnovasi. Selain itu, di bangunan fort Thungen ini juga masih terdapat banyak casemate-casemate rahasia yang hanya bisa dikunjungi melalui guided tour.
P1130134

Fort Thungen dan museum Draai Eechelen

Dari kesimpulan yang bisa saya ambil, sejarah Luxembourg cukup complicated juga karena pernah dijajah negara-negara tetangganya seperti Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman. Benteng-benteng kokoh mereka banyak yang digempur habis saat perang. Meskipun seperti ini, tampaknya masyarakatnya tak menyisakan dendam terhadap bangsa-bangsa tetangganya. Luxembourg kini malah terlihat lebih sejahtera meskipun hanya dianggap sebagai negara kecil. Pastilah mereka jaman dahulu lebih ikhlas dan cepat move on ya, sehingga sekarang bisa menjadi negara yang tak kalah maju dari tetangga-tetangganya. Melalui kunjungan seperti ini saya banyak mendapatkan wawasan sejarah tentang bangsa-bangsa Eropa yang dulunya ternyata saling menjajah satu sama lain.
IMG_6840

Casemates rahasia di Fort Thungen

Di belakang fort Thungen, sebenarnya terdapat sebuah museum besar bertema seni nasional negara ini. Karena kami takut terlambat untuk menuju ke stasiun , kami terpaksa melewatkan museum ini. Kami lalu kembali ke jalur Vauban yang mengarah ke kota bagian bawah lagi. Jadi hari ini kami berjalan naik turun naik turun 😀 . Kami terus berjalan melewati berbagai macam bekas-bekas tembok benteng. Beneran deh, saya ga pernah nemuin benteng semassive ini. Saya mencoba membayangkan seperti apa kota ini ketika benteng-benteng ini masih tegak berdiri. Perjalanan kami hari itu akhirnya berakhir di chemin de la corniche, teras tercantik di negara ini. Kami berjalan pelan sambil menikmati pemandangan dan suasana kota ini.
P1130194

Chemin de la corniche, teras tercantik di negara ini

Luxembourg is an underrated country! Emang bener sih, negara ini ternyata kece  dan worth to visit. Kalau saya pribadi sih merekomendasikan negara ini untuk dikunjungi sebagai bagian dari eurotrip 🙂 .
Gutt Äddi Luxembourg! Du bass schéin!

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri