Tag Archives: transport

Dari Budapest ke Bratislava dengan kereta api

P1130824

Stasiun Keleti Palyaudvar Budapest

Bratislava, ibu kota negara Slovakia adalah tujuan kami selanjutnya. Untuk menuju ke kota yang berjarak sekitar 200 km dari Budapest ini, saya dan suami menggunakan kereta api dari stasiun Keleti Palyaudvar. Menurut kami, tentu saja setelah cek dan ricek sana sini, moda transportasi kereta api adalah yang paling gampang untuk menuju ke Bratislava. Kami membeli tiket kereta api ini langsung di stasiun kereta sebelum berangkat. Dari beberapa blog dan website yang kami baca sebelumnya, lebih baik jangan buking tiket online karena di situs resmi kereta api Hunggaria dan Slovakia tidak ada opsi buking tiket online untuk ke Bratislava. Kalaupun buking online melalui website transportasi swasta, harganya bisa sangat mahal, jauh lebih mahal dari harga asli. Eniwei, frekuensi kereta dari Budapest ke Bratislava ini juga cukup banyak, tersedia hampir setiap dua jam sekali per harinya. So, jangan takut ga kebagian kereta ke sana 😀 . Jadwal keretanya pun sudah bisa dicek via google map 🙂 .
P1130672

Loket Internasional di stasiun Keleti Palyaudvar Budapest, lokasinya agak nyempil

Kami mendapatkan tiket ke Bratislava dari loket khusus internasional yang tempatnya agak mojok di dalam stasiun kereta api. Waktu itu sebenernya terjadi salah paham, kami ingin membeli tiket one way, tapi malah dikasih return ticket sama petugasnya yang ga bisa berbahasa Inggris. Harga one way ticket (Budapest-Bratislava) 15 euro, sedangkan return ticket (Budapest-Bratislava-Budapest) 17,50 euro. Bedanya cuma 2,5 euro sih , tapi karena petugas loket ga ngerti dengan penjelasan kami, ya sudahlah kami relakan uang 2,5 euro kami. Masa berlaku tiket ini sampai satu bulan dari tanggal pembelian, jadi kalau ga jadi dipakai hari ini bisa dipakai hari-hari selanjutnya. Opsi seperti ini sebenarnya cukup hemat untuk orang-orang yang ingin kembali lagi ke Budapest. Di tiket ini ga ada nomor tempat duduk jadi penumpang bisa duduk di mana saja. Siapa yang cepat naik ke dalam kereta akan mendapatkan tempat duduk yang diingingkan terlebih dahulu.
P1130830

Di dalam stasiun

Sewaktu mencari peron kereta untuk ke Bratislava, kami agak bingung karena ternyata tujuan akhir keretanya ga cuma ke Bratislava, ada yang ke Praha ada juga yang ke Brno. Untung saja petugas di stasiun ini cukup helpful dan responsif 🙂 . Yang jelas kami bisa naik kereta ke tujuan akhir mana saja, yang penting keretanya lewat dan berhenti di Bratislava. Kode kereta yang stop di Bratislava adalah EC ZSSK. Jadi penumpang seperti kami benar-benar harus memperhatikan layar tujuan kereta di peron-peron stasiun ini. Kami naik kereta tujuan akhir Praha yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api nasional Ceko. Rentetan gerbongnya terdiri dari dua kelas, kelas satu digunakan untuk penumpang-penumpang dengan tujuan akhir Ceko, dan kelas dua isinya penumpang-penumpang yang turun naik di berbagai stasiun yang akan dilewati. Gerbong kelas 2 nya nyaman banget, waktu kami naik, ga banyak penumpang di dalamnya jadi kami bisa bebas duduk di mana saja. Gerbong ini difasilitasi dengan toilet dan kereta makan yang menjual jajanan dan cemilan, tapi harganya lumayan mahal 😀 .
P1130831

Gerbong kelas dua yang nyaman dan lengang dari Budapest

Perjalanan dari Budapest ke Bratislava memakan waktu sekitar 2 jam 40 menit. Pemandangan selama di dalam kereta ketika masih di wilayah Hunggaria cukup indah dengan perbukitan, sungai Danube dan hutan yang menyejukkan mata. Sewaktu melewati daerah Nagymaros -Visegrad , seorang bapak yang duduk di seberang kami, menyuruh kami bergantian tempat duduk dengannya. Ternyata ia ingin menunjukkan pemandangan kastil Visegrad yang terletak di puncak bukit. Wah baik banget si bapak, sampai begitu bersemangat menunjukkan pemandangan Hunggaria kepada kami 😀 , terimakasih ya pak. Ketika sudah masuk di wilayah Slovakia, kereta tiba-tiba penuh dengan penumpang dari berbagai kota yang kami lewati. Beberapa orang sampai harus berdiri. Mungkin karena hari itu hari minggu dan mereka harus kembali bekerja dan bersekolah di kota. Sampai di Bratislava, banyak sekali penumpang yang turun dan kereta menjadi lengang kembali. Yeaaa, we are in the new country! Kami tak sabar untuk menjelajahi kota ini sore itu juga.
P1130845

Kastil Visegrad yang terletak di atas bukit

P1130874-001

Selamat datang di Slovakia!

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Ternyata Luxembourg kece juga! #1 : Paris to Luxembourg City

Meskipun sudah jam 6.30 pagi, langit kota Paris masih gelap bak jam 3 dini hari. Kami bersiap menuju ke terminal bus eurolines yang berada di pinggiran kota ini. Hari itu kami akan traveling ke Luksemburg (Luxembourg), negara kecil yang berbatasan dengan Perancis, Jerman dan Belgia. Opsi termurah untuk menuju ke Luxembourg City yang kami dapat adalah dengan cara ngeteng naik bus sampai kota Metz, lalu lanjut dengan kereta TGV. Kereta TGV direct dari Paris memang ada, tetapi waktu itu harganya selangit bingiit 😀 . Perjalanan dari Paris ke Metz sendiri dengan eurolines memakan watu 5 jam. Pagi itu bus yang kami tumpangi ternyata mempunyai trayek Paris, Perancis sampai Varna,Bulgaria. 2500 km boo!!! Supir dan crewnya orang Bulgaria semua, serta hampir separo penumpangnya orang Bulgaria. Mereka akan berada di jalan selama 2 hari. Buset dah! kalau saya sepertinya ga akan sekuat mereka. Dahulu saja ketika saya naik bus dari Lampung sampai Padang selama 2 hari 2 malam , keluar dari bus serasa keluar dari kulkas. Badan saya lemas selama berhari-hari. Salut banget deh sama mereka! Saya suka perjalanan panjang tapi harus disertai banyak istirahat dan mampir-mampir juga 😀 alias medot-medot.
IMG_6639

Trayek bus eurolines dari Perancis ke Bulgaria, kami berhenti di kota Metz, Perancis

Eniwei fenomena yang kerap saya jumpai ketika di terminal bus di Indonesia ternyata juga terjadi di sini. Beberapa penumpang ga tahu kalau mereka over bagasi dengan membawa kardus-kardus banyak berisi pakaian dan aneka barang. Mirip deh kayak di Indonesia 😀 . Mereka juga memanfaatkan kardus sebagai pengganti koper atau tas pakaian. Beberapa dari mereka terlihat ngeyel minta diangkutin semua barangnya dan sempat berdebat dengan para crew bus. Aiih, ternyata orang-orang yang ga baca terms and condition sebelum naik transport apapun ada di mana-mana yaa 😀 , tenang aja gak cuma di Indonesia kok.
Dari kota Metz kami naik kereta cepat TGV. Perjalanan memakan waktu 40 menit saja untuk sampai ke Luxembourg City yang hanya berjarak 65 km. Ketika kami masuk perbatasan negara ini, ciri khas rumah-rumah, dan bangunan-bangunanya terlihat sedikit berbeda dengan Perancis. Kata suami saya sih lebih mirip sama bangunan-bangunan di Belgia. Kami juga disambut dengan landscape perbukitan di mana-mana sepanjang perjalanan menuju ke ibu kota negeri kecil ini. Eh ternyata negara ini berbukit-bukit juga yaa! Saya baru tahu! 😀 .
IMG_6852

Sampai deh di stasiun Luxembourg

Kami sampai jam 4 sore di kota ini.
“Moien Luxembourg City!  🇱🇺new country unlocked!🇱🇺 “
Moien adalah Hello dalam bahasa Luxembourgoise. Tadinya sih saya pikir negara kecil ini lebih banyak berbahasa Perancis. Ternyata mereka mempunyai bahasa dan dialek sendiri yang merupakan campuran Perancis dan Jerman, yaitu Luxembourgoise. Meskipun demikian, sebagian besar penduduknya lancar berbicara Perancis, Jerman, Inggris bahkan Belanda. Papan petunjuk dan peringatan, kebanyakan ditulis dalam 3 bahasa.
IMG_6842

Contoh bahasa Luxembourgoise di mesin tiket kereta

Sebelum merencanakan traveling dadakan ke negara ini, kami sempat browsing mengenai things to do di negara ini. Kami benar-benar clueless tentang negara ini, karena saya jarang mendengar orang-orang yang traveling ke sini. Kami menonton beberapa vlog tentang Luxembourg dan menengok website resmi tourism Luxembourg. Ternyata eh ternyata, di negara ini terdapat Luxembourg card. Kartu pass yang berlaku 1 sampai 3 hari dengan harga terjangkau. Luxembourg card bisa digunakan sebagai tiket masuk sebagian besar museum dan tempat-tempat wisata di negeri ini. Kartu ini juga membebaskan penggunanya untuk naik transport berupa bus, tram dan kereta yang wilayahnya se negara ini! Eiih baru kali ini ada tourism card yang bisa digunakan satu negara 😊👍🏽 . Yaa meskipun negara kecil, tapi kan jangkauannya tetap luas 🙂 .
Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di kota ini tentu saja menyambangi tourism office terdekat. Kami masing-masing membeli Luxembourg card untuk dua hari yang harganya 20 euro per orang. Selain itu kami juga diberi peta, buku panduan dan majalah gratis tentang wisata Luxembourg. Ternyata banyak juga hal yang bisa dilakukan dan tempat-tempat yang bisa dikunjungi di negara ini.
IMG_6653

Sehabis membeli Luxembourg card yang bisa dipakai satu negara 😀

Cek di sini untuk membeli Luxembourg Card : VisitLuxembourg
Dari tourism office yang berada di city centre, kami langsung menuju hotel yang sudah kami pesan melalui booking.com . Kami pikir hotel yang kami buking adalah hotel standar karena harganya murah. Ternyata kami nginep di bisnis hotel yang harga asli per malamnya 300-an euro. And you know what, kami cuma bayar kurang dari seperempat harganya! Emang sih kalau rajin-rajin ngecek deal hotel kadang kita bisa dapat hotel berbintang dengan harga hostel 😀 . Niat backpacking kan yang penting murah dan untung.
Kami lalu menghabiskan sisa hari pertama dengan muter-muter city centre dan mencoba makanan khas Luxembourg. Nah tapi ceritanya lanjut ke postingan berikutnya yaa 😀 .
IMG_6694

The postcards from Luxembourg

12 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri