Tag Archives: transport

Ternyata Luxembourg kece juga! #1 : Paris to Luxembourg City

Meskipun sudah jam 6.30 pagi, langit kota Paris masih gelap bak jam 3 dini hari. Kami bersiap menuju ke terminal bus eurolines yang berada di pinggiran kota ini. Hari itu kami akan traveling ke Luksemburg (Luxembourg), negara kecil yang berbatasan dengan Perancis, Jerman dan Belgia. Opsi termurah untuk menuju ke Luxembourg City yang kami dapat adalah dengan cara ngeteng naik bus sampai kota Metz, lalu lanjut dengan kereta TGV. Kereta TGV direct dari Paris memang ada, tetapi waktu itu harganya selangit bingiit 😀 . Perjalanan dari Paris ke Metz sendiri dengan eurolines memakan watu 5 jam. Pagi itu bus yang kami tumpangi ternyata mempunyai trayek Paris, Perancis sampai Varna,Bulgaria. 2500 km boo!!! Supir dan crewnya orang Bulgaria semua, serta hampir separo penumpangnya orang Bulgaria. Mereka akan berada di jalan selama 2 hari. Buset dah! kalau saya sepertinya ga akan sekuat mereka. Dahulu saja ketika saya naik bus dari Lampung sampai Padang selama 2 hari 2 malam , keluar dari bus serasa keluar dari kulkas. Badan saya lemas selama berhari-hari. Salut banget deh sama mereka! Saya suka perjalanan panjang tapi harus disertai banyak istirahat dan mampir-mampir juga 😀 alias medot-medot.
IMG_6639

Trayek bus eurolines dari Perancis ke Bulgaria, kami berhenti di kota Metz, Perancis

Eniwei fenomena yang kerap saya jumpai ketika di terminal bus di Indonesia ternyata juga terjadi di sini. Beberapa penumpang ga tahu kalau mereka over bagasi dengan membawa kardus-kardus banyak berisi pakaian dan aneka barang. Mirip deh kayak di Indonesia 😀 . Mereka juga memanfaatkan kardus sebagai pengganti koper atau tas pakaian. Beberapa dari mereka terlihat ngeyel minta diangkutin semua barangnya dan sempat berdebat dengan para crew bus. Aiih, ternyata orang-orang yang ga baca terms and condition sebelum naik transport apapun ada di mana-mana yaa 😀 , tenang aja gak cuma di Indonesia kok.
Dari kota Metz kami naik kereta cepat TGV. Perjalanan memakan waktu 40 menit saja untuk sampai ke Luxembourg City yang hanya berjarak 65 km. Ketika kami masuk perbatasan negara ini, ciri khas rumah-rumah, dan bangunan-bangunanya terlihat sedikit berbeda dengan Perancis. Kata suami saya sih lebih mirip sama bangunan-bangunan di Belgia. Kami juga disambut dengan landscape perbukitan di mana-mana sepanjang perjalanan menuju ke ibu kota negeri kecil ini. Eh ternyata negara ini berbukit-bukit juga yaa! Saya baru tahu! 😀 .
IMG_6852

Sampai deh di stasiun Luxembourg

Kami sampai jam 4 sore di kota ini.
“Moien Luxembourg City!  🇱🇺new country unlocked!🇱🇺 “
Moien adalah Hello dalam bahasa Luxembourgoise. Tadinya sih saya pikir negara kecil ini lebih banyak berbahasa Perancis. Ternyata mereka mempunyai bahasa dan dialek sendiri yang merupakan campuran Perancis dan Jerman, yaitu Luxembourgoise. Meskipun demikian, sebagian besar penduduknya lancar berbicara Perancis, Jerman, Inggris bahkan Belanda. Papan petunjuk dan peringatan, kebanyakan ditulis dalam 3 bahasa.
IMG_6842

Contoh bahasa Luxembourgoise di mesin tiket kereta

Sebelum merencanakan traveling dadakan ke negara ini, kami sempat browsing mengenai things to do di negara ini. Kami benar-benar clueless tentang negara ini, karena saya jarang mendengar orang-orang yang traveling ke sini. Kami menonton beberapa vlog tentang Luxembourg dan menengok website resmi tourism Luxembourg. Ternyata eh ternyata, di negara ini terdapat Luxembourg card. Kartu pass yang berlaku 1 sampai 3 hari dengan harga terjangkau. Luxembourg card bisa digunakan sebagai tiket masuk sebagian besar museum dan tempat-tempat wisata di negeri ini. Kartu ini juga membebaskan penggunanya untuk naik transport berupa bus, tram dan kereta yang wilayahnya se negara ini! Eiih baru kali ini ada tourism card yang bisa digunakan satu negara 😊👍🏽 . Yaa meskipun negara kecil, tapi kan jangkauannya tetap luas 🙂 .
Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di kota ini tentu saja menyambangi tourism office terdekat. Kami masing-masing membeli Luxembourg card untuk dua hari yang harganya 20 euro per orang. Selain itu kami juga diberi peta, buku panduan dan majalah gratis tentang wisata Luxembourg. Ternyata banyak juga hal yang bisa dilakukan dan tempat-tempat yang bisa dikunjungi di negara ini.
IMG_6653

Sehabis membeli Luxembourg card yang bisa dipakai satu negara 😀

Cek di sini untuk membeli Luxembourg Card : VisitLuxembourg
Dari tourism office yang berada di city centre, kami langsung menuju hotel yang sudah kami pesan melalui booking.com . Kami pikir hotel yang kami buking adalah hotel standar karena harganya murah. Ternyata kami nginep di bisnis hotel yang harga asli per malamnya 300-an euro. And you know what, kami cuma bayar kurang dari seperempat harganya! Emang sih kalau rajin-rajin ngecek deal hotel kadang kita bisa dapat hotel berbintang dengan harga hostel 😀 . Niat backpacking kan yang penting murah dan untung.
Kami lalu menghabiskan sisa hari pertama dengan muter-muter city centre dan mencoba makanan khas Luxembourg. Nah tapi ceritanya lanjut ke postingan berikutnya yaa 😀 .
IMG_6694

The postcards from Luxembourg

12 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Runaway to Annecy #1 : Perjalanan ngeteng ke Annecy

Katanya sih Eropa itu ke mana-mana dekat. Jaraknya dekat satu negara dengan yang lain, atau satu kota dengan yang lain. Dekat sih, kalau pakai pesawat atau kereta cepat. Kalau naik bus,tetep saja tergantung seberapa jauh jaraknya. Meskipun waktu tempuhnya tetep jauh lebih cepat dari waktu tempuh di Indonesia, karena highway atau jalan tol di Eropa sudah terkondisikan dengan baik antar kotanya. Ok, saya sebenernya mau ngomong apa sih? 😀 . Ah, saya mau cerita tentang pengalaman saya naik flixbus dari Paris ke Chambery yang kemudian lanjut naik kereta TER dari Chambery ke Annecy. Kenapa naik bus lalu nyambung kereta? Ngeteng gitu? Karena eh karena saya dan suami saya lagi ngirit, gimana caranya ke Annecy dengan biaya termurah. Untuk aplikasi flixbus bisa diunduh dari app store iphone dan android. Atau bisa juga langsung ke websitenya. Yang jelas, pilihan destinasi antar kota antar negara di Eropa dengan bus ini , banyak banget!
 
Jadi setelah gagal ke Milan karena visa saya yang ga memungkinkan untuk keluar Perancis, saya dan suami saya pindah haluan.  Pindah haluan traveling di dalam negeri, mumpung waktu cuti masih tersedia. Hari itu juga setelah membatalkan tiket pesawat, hotel dan flixbus di Italia, kami browsing soal tempat-tempat indah di negara ayam jago ini. Awalnya sih saya pengen ke Carcassonse yang ada di Perancis selatan. Ternyata untuk ke sana paling mudah ya naik pesawat. Naik bus harganya bisa lebih mahal dari pesawat , dan yang jelas bisa tua di jalan karena jaraknya hampir 900 km. Saya biasanya ga masalah seharian di dalam bus, saya cuma lagi males lama-lama di dalam bus dan kebetulan harga tiket flixbusnya juga lagi mahal. Oya, tiket flixbus yang di Italia bisa dibatalkan tetapi tidak bisa diuangkan, hanya bisa diganti rute saja. Kami akhirnya memutuskan ke Annecy karena harga flixbus ke kota ini sedang murah.
Sewaktu booking re-route flixbus, kami sampai harus berganti rute beberapa kali karena jurusan Annecy dari Paris, untuk jarak yang paling dekat, transitnya harus di kota Jenewa di Swiss. Yah, Swiss kan udah beda negara, dan visa saya ga memungkinkan untuk keluar Perancis. Kami akhirnya memilih rute flixbus Paris-Lyon-Chambery, lalu mencari cara untuk menuju Annecy dari Chambery. Untung ada kereta TER Rhone-Alps dari Chambery ke Annecy yang tersedia hampir setiap satu jam sekali dengan harga yang terjangkau.
img_5722

Flixbus jurusan MIlan

Kami berangkat jam 9 pagi dari terminal bus Porte Maillot Paris. Lucunya bus yang kami tumpangi jurusan utamanya adalah ke Milan dan Torino yang supir-supirnya orang Italia semua. Di dalam bus rasanya seperti sudah di Italia karena penumpangnya banyak yang dari Italia dan supir-supirnya berbicara bahasa Italia keras-keras. Duh pertanda apa ini? Pertanda saya harus ke Italia kan yaa? *ngarep.
img_5723

Interior di dalam Flixbus jurusan MIlan. Tempat duduknya nyaman dengan fasilitas toilet dan colokan listrik.

Jarak kota kecil Chambery dari Paris sekitar 600 km, lebih jauh dari jarak kota Jakarta ke Jogja. Seperti halnya perjalanan keluar tol Jakarta raya, keluar kota Paris juga sering macet karena aneka macam kendaraan bertumpuk jadi satu di jalan tol. Waktu tempuh yang katanya cuma 7 jam jadi 9 jam. Walaupun jauh lebih cepat dari waktu tempuh Jakarta – Jogja naik bus, tetep saja, saya merasa Eropa luas juga yaa, Perancis luas juga yaa. Perancis naik bus antar kota lama juga yaa. Dan ini bukan pertama kalinya saya naik bus antar kota di Perancis. Sebelumnya saya juga pernah naik oibus dari Strasbourg ke Paris dengan waktu tempuh 9 jam. Bayangan saya dahulu tentang Eropa kemana-mana dekat atau antar kota dekat seketika harus saya reset kembali. Tidak sedekat itu juga kali 😛 , kecuali kalau naik kereta cepat atau pesawat. Naik bus di Eropa juga bisa melelahkan, jadi kalau bisa tetep siapkan tolak angin dan antimo 😀 .
img_5727

Pemandangan dari dalam bus, terkadang tak terduga. Kastil dan pedesaan di Perancis tampak indah dan hijau meskipun di musim dingin.

Sampai di Chambery, untung saja jarak stasiun kereta tidak jauh dari terminal bus. Jadi kami tak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya menuju ke stasiun. Yang saya suka ketika naik bus antar kota antar negara seperti ini adalah busnya selalu berhenti di stasiun atau di tempat yang tidak jauh dari stasiun. Jadi untuk penumpang ngeteng seperti kami yang berganti moda transportasi karena pengen ngirit, merasa dimudahkan karena tinggal jalan kaki saja untuk berganti kendaraan. Tak cuma antara bus dan kereta, di Perancis , di bandara-bandara besar, sistem transportasinya juga sudah terintegrasi dengan baik. Contohnya di bandara CDG Paris, di dalam bandara ada stasiun kereta cepat, stasiun kereta dalam kota, dan terminal bus. Sangat memudahkan untuk berganti moda transportasi.
Kami lalu menunggu kereta TER di stasiun. Enaknya menggunakan kereta TER di Perancis adalah tiket yang sudah dibeli bisa dipakai kapan saja asalkan masih di hari yang sama. Jadi kalaupun telat sampai stasiun dan kereta sudah pergi, bisa naik kereta berikutnya tanpa harus membeli tiket lagi. Kereta TER yang kami tumpangi, rasanya seperti kereta metro atau RER di Paris, isinya banyak orang pulang kerja dan kuliah. Kalau sistem transportasi lancar, jarak 20-70 km yang ditempuh setiap hari , hanya memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. Kami sampai di Annecy jam 9 malam. 12 jam di jalan bo!! Kami langsung terkapar di hotel.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri