Tag Archives: UNESCO heritage site

Ternyata Luxembourg kece juga! #5 : Menyusuri lorong bawah tanah di Casemates du Bock

” Lho kok tutup ? ” 😭
Saya nyeletuk agak keras di depan pintu masuk Casemates de La Petrusse, yang terletak di Place de La Constitution. Pasalnya hari itu salah satu casemates tujuan wisata kami di Luxembourg City sedang direnovasi dan ditutup untuk umum. Penonton memang kecewa tapi hidup harus terus berjalan *eh 😅. Saya jadi ingat, selama saya dan suami traveling di kota-kota di Eropa, kami kadang mengalami kejadian seperti ini. Museumnya tutup, kastilnya tutup atau kastilnya sedang direnovasi, museumnya sedang diperbaiki. Apalagi ketika musim dingin sampai awal musim semi, banyak museum, kastil dan tempat bersejarah lainnya menutup diri karena tak banyak pengunjung yang datang. Musim dingin adalah saat yang tepat untuk renovasi dan perawatan gedung, untuk menyambut pengunjung yang lebih banyak saat musim semi, musim panas sampai musim gugur. Traveling saat musim dingin dan awal musim semi (low season) memang lebih murah di Eropa, tetapi ya dengan resiko banyak destinasi yang tutup juga.
P1120934

Cassemates du Bock dilihat dari Chemin de la Corniche

Casemate itu bangunan apa sih? Casemate adalah bagian dari benteng pertahanan berupa lorong-lorong bawah tanah yang panjang dan beruang-ruang. Ruangan ini fungsinya macam-macam seperti penjara, ruang amunisi, sampai ruang tempat menembakkan meriam. Kalau di Indonesia seperti goa Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat atau di kaki gunung merapi, Yogyakarta. Kebayang kan, tempat-tempat seperti ini biasanya mempunyai aura dingin dan menyeramkan karena merupakan peninggalan zaman perang yang memakan banyak korban. Di kota Luxembourg ini panjang keseluruhan casematenya mencapai 23 km! Panjang banget! Dan merupakan yang terpanjang di dunia. Tetapi yang dibuka untuk umum dan wisata hanya dua bagian yaitu Casemates de La Petrusse dan Casemates du Bock. Lorong-lorong dan benteng penuh misteri yang konon adalah the most envied fortress in Europe ini, terdaftar sebagai warisan UNESCO heritage site sejak tahun 1994. Mengapa menjadi the most envied in Europe?  Kalau kalian berkunjung ke kota ini, kalian pasti tahu jawabannya 😊 . Karena casemates de la petrusse tutup, kami berdua beralih ke Casemates du Bock yang letaknya tak jauh dari city centre Luxembourg.
P1120986

Lorong di dalam cassemates du Bock

Pagi itu, pintu masuk casemates du Bock baru saja dibuka. Kami tinggal menunjukan Luxembourg card untuk masuk ke dalamnya. Kami juga mendapatkan buklet petunjuk dan sejarah tentang casemate di kota ini dalam bahasa Inggris. Menurut buklet tersebut, casemates de la Petrusse dibangun lebih dulu sekitar tahun 1644 oleh para insinyur dari Spanyol, baru pada tahun 1745 casemates du Bock didirikan oleh para insinyur dari Austria. Menariknya di cassemates de la Petrusse terdapat 450 anak tangga yang harus didaki. Hmm untung deh ga jadi masuk ke sana *eh 😅.Oya sebelum masuk casemate, terdapat papan peringatan bahwa pengunjung diharapkan memakai sepatu trekking atau paling tidak sepatu olahraga. Tidak dianjurkan mengenakan sepatu atau sandal high heels 😀 . Pengunjung yang memiliki penyakit jantung dan phobia ruangan sempit juga tidak dianjurkan untuk masuk. Bayi dan balita juga dianjurkan untuk tidak diajak masuk ke dalam casemate.
P1120969

Beberapa lorong dipasangi lampu berwarna-warni

Kami lalu masuk ke ruangan-ruangan Bock sesuai dengan petunjuk di buklet tersebut, satu per satu. Kami akan mejelajahi lorong-lorong sepanjang satu kilometer seperti pengunjung-pengunjung yang lain. Di dalam lorong-lorong ini terdapat ruangan yang dibentuk seperti museum yang menampilkan timeline sejarah arkeologi di lokasi ini. Ternyata pada abad ke 10, area ini merupakan bagian dari Chateau Comtal, atau kastilnya pendiri kota ini yaitu Count Sigefroy, count pertama di negeri ini. Selain paparan sejarah tentang kastil ini, juga terdapat sebuah legenda tentang Melusine yang cantik. Melusine konon adalah istri dari count Sigefroy. Sebelum menikah, ia mengajukan syarat kepada Sigefroy untuk tak menemuinya di hari-hari tertentu. Karena penasaran Sigefroy mengintip apa yang dilakukan istrinya pada satu hari larangan di salah satu ruangan di kastil ini. Sigefroy kemudian melihat istrinya memiliki ekor seperti ikan. Sejak saat itu, Melusine menghilang dengan cara menceburkan diri di sungai Alzette yang terletak di bawah kastil ini. Penasaran Melusine bentuknya seperti apa? Itu lhoo seperti logonya starbucks coffee 😄 . Ruangan E di casemate ini merupakan ruangan di mana Melusine, katanya sering menampakkan diri. Untung saja pas kami di sana, ia pas ga menampakkan diri. Kalau sampai iya mungkin saya hanya akan berpesan, “Mbak green tea latte 🍵 nya satu ya! ” *eh 😅👻.
P1130004

Sungai alzette dan benteng-benteng yang mengitarinya

P1120964

Jendela-jendela batu

P1120991

meriam perang di dalam Bock

Dari peta petunjuk sih hanya ada 10 bagian di Bock caseemate. Tetapi kami sempat nyasar di ruangan-ruangan sempit dan tangga-tangga berputar dengan banyak anak tangga. Tangga-tangga ini juga sempit dan terjal. Kami yang ga punya phobia ruangan sempit saja rasanya seperti agak susah bernafas. Apalagi karena udara sangat lembab, bau tanah tercium sangat tajam. Meskipun ruangan-ruangan di dalam casemate ini agak tricky, di sudut-sudutnya terdapat telepon-telepon darurat. Jadi kalau bener-bener nyasar dan bingung, tinggal telpon saja petugas jaganya. Ruangan-ruangan di dalam Bock ini terlihat penuh misteri yang menjadi saksi bisu masa-masa perang di Eropa. Meriam-meriam perang terlihat masih terpajang di beberapa sudutnya. Beberapa pengunjung tampak berfoto dengan meriam-meriam ini dengan latar belakang kota di kejauhan. Selain lorong-lorong, pengunjung juga bisa melihat pemandangan sudut kota Luxembourg melalui teras dan jendela-jendela batu. Tentu saja tak hanya rumah dan apartemen saja yang bisa dilihat tetapi juga pemandangan bekas bangunan benteng dengan menara-menaranya.
P1120975

Lorong tangga sempit, tetapi ini bukan yang tersempit

P1130001

Benteng dan menara tua dilihat dari Bock

 

Dari area G yang merupakan ujung dari cassemates du Bock, kami kembali berjalan menyusuri lorong-lorong sebelumnya sampai ke area J yang merupakan sebuah castle bridge yang didirikan pada tahun 1735. Salah satu jembatan batu yang merupakan ikon kota ini.  Area J merupakan pintu keluar menuju ke Chemin de la Corniche yang konon merupakan teras tercantik di Eropa. Petualangan hari terakhir kami di kota dan negara ini tak berakhir sampai di sini. Kami masih punya waktu 6 jam untuk menyibak misteri di dalamnya *jiaaah. Ceritanya bersambung lagi di postingan berikutnya 😊 .
P1130012

Lorong di castle bridge

P1130016

Penampakan castle bridge

5 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

I lost my heart in Prague #2 : Antara svickova, old town square dan charles bridge

Jarum jam tangan saya menunjuk ke angka 6, tetapi suasana di kota Praha terasa sudah jam 10 malam. Langit malam benar-benar gelap dengan suhu minus 3 derajat celcius. Kami mulai lapar dan penasaran sekali ingin mencoba salah satu makanan tradisonal dari Republik Ceko. Di hotel tempat kami menginap, mosaic house, juga terdapat restoran dengan suasana yang tampak nyaman, tetapi mereka tidak menyediakan menu makanan tradisonal Ceko di dalam menu. Dengan peralatan lengkap untuk jalan malam di suasana super dingin, kami melangkah keluar hotel. Minus 3 untuk emak-emak berdarah tropis seperti saya sih udah dingiin banget 😀 . Kami bermaksud berjalan kaki dari hotel sampai old town square karena jaraknya hanya sekitar 1,3 km. Sembari menyusuri jalanan kota, kami mencari tempat makan.
p1110353

Di dalam restoran U Mateje Kotrby yang unik

Kami berhenti di sebuah restoran tradisional Ceko bernama U Mateje Kotrby, tak jauh dari hotel. Biasanya sih restoran di Eropa selalu memajang menunya di depan pintu jadi pengunjung bisa menengok harga dan menunya terlebih dahulu. Kami berdua ingin sekali makan svickova, salah satu menu tradisional ala Ceko yang katanya sih wajib dicoba 😀 . Harga sepiring svickova di restoran ini masih di bawah 200 czk, jadi kami memutuskan untuk makan di restoran yang desain interiornya terlihat tua dan unik ini. Kami juga memesan 2 gelas bir sedang karena harga bir lebih murah dari harga air mineral :D. Tak sampai menunggu lama, makanan dan minuman yang kami pesan langsung terhidang di atas meja.
p1110349

Svickova

Svickova makanan apaan sih? Kalau menurut wikipedia sih svickova adalah daging sapi sirloin berbumbu yang disajikan dengan saus creamy. Svickova dihidangkan dengan potongan roti lembut ala Ceko dan dengan whip cream serta selai berry. Agak aneh juga sih, mengapa ada whip cream dan selai berry yang manis di atas daging ? 😀 . Yang jelas karena kami sudah kelaparan, kami segera menghabiskannya. Kalau menurut saya sih hidangan ini mirip dengan gulai sapi tetapi kuahnya lebih kental dan tanpa santan. Kuahnya terbuat dari campuran sayuran seperti wortel atau kentang yang direbus lama dengan daging. Yang jelas rasanya enak, apalagi dinikmati ketika suhu udara di bawah 0 derajat. Buat saya apa sih yang ga enak ? 😀 . Sesuai anjuran dari beberapa video dan artikel yang telah kami baca tentang Praha, kami meninggalkan tips sekitar 5-10% dari harga makanan untuk pelayan restoran. Meninggalkan tips di restoran di negeri ini hukumnya wajib, kalau tidak terkadang si pelayan akan menagih tips kepada pengunjung langsung 😀 . Jika kita membayar dengan kartu kredit, kita tinggal menyebutkan saja berapa jumlah tips yang akan diberikan.
p1110359

On the way to old town square Prague

Seusai makan, kami melanjutkan langkah kami ke old town square kota Praha yang terkenal itu. Malam itu kami hanya random walk terlebih dahulu, sambil menikmati arsitektur beberapa bangunan bersejarah dari luar. Ya iyalah, kalau masuk, museum-museumnya sudah pada tutup semua 😀 . Para wisatawan tampak berdesakan di bawah salah satu landmark old town square yaitu menara jam astronomi atau yang terkenal dengan sebutan Prague Orloj. Mereka menunggu jam itu berbunyi dan beratraksi. Jam 7 tepat, dari jam tersebut terdengar suara lonceng yang kemudian diikuti dengan atraksi wayang para santa berputar di jendela. Sebuah wayang berbentuk tengkorak tampak menggerak-gerakkan lonceng yang ada di tangannya. Santa dan tengkorak muncul bersamaan? Maksudnya apa ya? Yang jelas kesannya gothic banget deh 🙂 . Para wisatawan tampak heboh dengan mengabadikan moment tersebut melalui kamera mereka. Setelah atraksi dari jam selesai terdengarlah suara terompet dari menara tersebut, bergantian di empat sisi menara. Jam astronomi ini, berbunyi dan beratraksi setiap satu jam sekali.
p1110372

Prague astronomical clock

Meskipun bukan high season di kota Praha, old town square malam itu tampak dipadati wisatawan. Christmas market meriah dengan berbagai macam kios serta pohon natal raksasa juga sedang digelar di sana. Menambah suasana malam itu tampak lebih membahana 😛 . Para pedagang menjajakkan makanan dan cemilan tradisional khas Ceko , serta terdapat stand yang menjual aneka macam pernak-pernik natal. Tak ketinggalan pula para penjual minuman hangat berupa wine panas dan cider panas., seperti di christmas market lain di seluruh penjuru Eropa. Karena kami masih kekenyangan, kami sih cuma melihat-lihat saja 😀 .
p1110377

Pohon natal raksasa di tengah christmas market

p1110383

Meriahnya christmas market berpadu dengan bangunan kuno di old town square Prague

Pendar lampu sendu yang terpancar dari beberapa menara landmark old town square, membuat kami berasa di negeri dongeng ala Narnia 🙂 . Suasananya romantis banget deh!  Menara yang bisa dinikmati dari tempat ini selain Prague Orloj, adalah menara gereja St Nicholas dan menara gereja Our Lady before Tyn. Selain itu, di square ini juga terdapat Prague meridian line yang dibuat tahun 1652 untuk meregulasi waktu kota Praha pada jaman dahulu kala. Letak garis meridian ini tak jauh dari patung Jan Hus memorial yang berada di tengah-tengah square.
p1110363

Menara jam astronomi dan menara gereja Our lady before Tyn

p1110382

Garis meridian Praha

Kami kemudian berbalik arah ke karlova street. Sebuah jalan kuno penuh dengan kios souvenir dan restoran untuk para turis. Di sela-sela toko souvenir ini terdapat kios-kios absinth. Kata teman saya sih absinth adalah minuman keras yang absurd. Beberapa absinth katanya ada yang diramu dengan ganja. Buset dah! Yang jelas kami tak tertarik mencoba karena meskipun banyak kiosnya di kota ini, absinth bukan minuman tradisonal dari Ceko. Sesuai dengan anjuran video mas Janek dari channel honest guide Prague, kami males coba-coba yang bukan asli Ceko. Di sepanjang jalan karlova ini juga banyak trdelnik, roti gulung yang diperuntukkan untuk turis, tetapi sebenarnya bukan asli Ceko. Entahlah kue ini sebenernya dari negara mana, yang jelas menurut video tersebut, kalau pengen mencoba kue asli ala Ceko, jangan makan trdelnik 😀 . Kami sih tetep pengen mencoba, tapi yang jelas bukan malam ini karena sudah kenyang maksimal.
p1110355

Kios absinth

Di ujung karlova street inilah terdapat sebuah landmark yang paling terkenal dari kota ini yaitu Charles bridge atau dalam bahasa Ceko disebut Karluv Most. Sebuah jembatan batu tua yang membentang sepanjang 621 meter di atas sungai Vltava. Meskipun sudah malam, masih banyak turis yang berjalan hilir mudik di jembatan yang terkesan epic dengan 30 patung bergaya baroque di kedua sisinya. Hanya 25 persen dari patung-patung ini saja yang masih asli. Selebihnya merupakan replika. Konon katanya patung-patung aslinya disimpan di beberapa tempat dan museum di kota ini. Jembatan yang dibangun tahun 1357 oleh Charles IV, penguasa dan raja saat itu, memiliki 2 menara pengawas yang juga berdiri epic di ujung-ujungnya. Wisatawan bisa menaiki ke dua menara tersebut dengan membayar tiket untuk masing-masing menara 90 czk. Kami sih lagi males manjat-manjat dan sayangnya ke dua menara tersebut hanya mendapatkan potongan diskon dari Prague card kami, alias ga gratis, jadi kami malam itu hanya menyusuri jembatan saja.
Di kanan dan kiri charles bridge ini juga terdapat lampu-lampu kuno berjejeran. Lampu-lampu ini ternyata bukan lampu otomatis lho, yang tinggal pencet terus nyala. Setiap menjelang senja ada bapak-bapak yang bertugas untuk menyalakan lampu ini satu per satu dari ujung ke ujung dengan menggunakan tongkat yang ada bara apinya. Sayangnya pas si bapak lewat, kamera saya udah abis baterainya jadi ga bisa mengabadikan si bapak pas menyalakan lampu.
p1110410

Freezing in Charles Bridge

p1110408

Prague castle dilihat dari Charles bridge

Pemandangan sungai Vltava yang dipenuhi angsa-angsa dan perahu wisata dengan background Prague castle menambah suasana semakin seperti di negeri dongeng. Aih saya dibuat terkesima oleh kota ini. Mungkin karena kontur kota ini berbukit-bukit, jadi ketika malam hari, pemandangan sinar-sinar lampu dari tempat yang lebih tinggi membuatnya enak dilihat dari jembatan ini. Kami kemudian berjalan melintasi jembatan ini dari ujung ke ujung. Patung-patung baroque yang berjejer di jembatan ini memang kesannya melekat banget dengan simbol-simbol katolik sepeti tanda salib dan patung para saint.
Di balik keindahan arsitektur baroque yang terkesan misterius di jembatan ini, ternyata terdapat cerita sejarah yang panjang tentangnya. Jembatan ini telah menjadi saksi jejeran peristiwa dari tahun 1300an sampai pada masa perang dunia ke dua. Saya ga mungkin menjelaskan peristiwa apa saja di postingan ini 🙂 . Tetapi yang jelas pada masa-masa perang, banyak korban meninggal di jembatan ini. Mungkin karena itulah aura jembatan ini memang terkesan misterius dan angker tetapi juga sangat indah. Kalau buat saya unexplainable feeling lah.
p1110655

The other view of Charles Bridge Tower diambil sehari sesudahnya

p1110657

The epic Charles Bridge

p1110661

View lain kota Praha dari Charles bridge

p1110668

Tried to make the other freezing me in the middle of moving people 😀

Semakin malam, suhu udara di kota ini semakin dingin. Kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar esok kami bisa menjelajah lebih jauh lagi 🙂 .

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri