Jalan-jalan santai di taman dan hutan Saint Germain en Laye

Awalnya saya berpikir bahwa pindah ke kota besar, sebesar Paris, akan membuat saya susah untuk jalan-jalan melihat yang hijau-hijau. Saya teringat waktu tinggal di Jakarta. Mau melarikan diri ke hutan atau tempat yang masih natural rasanya susah sekali. Selain memakan waktu yang cukup banyak untuk ke luar kota, transportasi umum untuk melarikan diri ke alam menurut saya masih agak susah. Jika menggunakan kendaraan pribadi saya ga kebayang kemacetan yang akan menimpa saya😀. Kalau di Jogja mah gampang, asal punya kendaraan pribadi, tinggal blusukan saja ke pedesaan atau pegunungan terdekat. Tadinya saya membayangkan Paris itu seperti Jakarta. Ternyata dari Paris amatlah mudah untuk melarikan diri ke hutan atau tempat yang hijau-hijau. Saya takjub dengan sistem transportasi kota ini yang menjangkau ke seluruh penjuru area sub urbannya, bahkan sampai yang jauh-jauh. Btw saya merupakan pelanggan katru navigo bulanan yang bisa digunakan ke seluruh penjuru Ile de France. Navigo adalah kartu langganan untuk menggunakan seluruh fasilitas transportasi mulai dari metro, bus, kereta dan tram. Kartu ini bisa dicharge mingguan atau bulanan. Jadi kalau saya ga pakai kartu ini buat jalan-jalan, sayang juga kan?
p1100382

Kebun Anggur di Jardin Louis Philippe

Pagi itu, suami saya berinisiatif untuk mengajak saya jalan-jalan ke sebelah barat kota Paris. Kami menaiki kereta sub urban RER A menuju ke jurusan Saint Germain en Laye selama 30 menit. Kami berhenti di stasiun terakhir yang juga bernama St Germain en Laye RER. Ketika akan keluar stasiun, suami saya sengaja menutup mata saya seolah-olah akan memberikan kejutan. Dan voila, saya berdiri di depan sebuah chateau besar yang megah. Saya pikir, ia akan mengajak saya jalan-jalan ke chateau atau kastil tersebut. Ia kemudian bilang bahwa chateau tersebut adalah museum arkeologi nasional Perancis. Ia juga bilang bahwa ia akan mengajak saya kembali masuk ke chateau ini pas gratisan saja. Hedeuuh, bojoku lagi ra modal😛 . Tapi iya juga sih, kalau ada saat-saat bisa masuk gratis, ngapain bayar ya? Lumayan juga menghemat 20 euro untuk 2 orang karena tiket normalnya 10 euro per orang. Museum ini digratiskan pada hari minggu pertama setiap bulannya.
p1100481

Chateau Saint Germain en laye dan Taman Louis Philippe

Lalu mau ke mana kita? Suami saya kemudian bilang dia akan mengajak saya jalan-jalan di taman chateau ini yang mempunyai teras terpanjang se Perancis. Selain terpanjang, pemandangan yang tersaji adalah kota Paris dari kejauhan. Panjang teras ini sekitar 2 km, jadi kalau jalan kaki santai dari ujung ke ujung ya sekitar 30 menit. Taman yang dalam bahasa Perancis disebut dengan Jardin ini bernama Jardin Louis Phillippe. Menurut website resmi wisata St Germain en Laye, jardin ini bergaya ala taman Inggris. Penggagas jardin ini adalah Henri IV, pada akhir abad ke 16. Sehari-harinya taman yang luasnya berhektar-hektar ini dibuka untuk umum secara gratis. Sama seperti taman-taman istana lain di istana Versailles atau Fontainebleu. Penduduk sekitar dan wisatawan memanfaatkan taman ini untuk bermain bersama keluarga, piknik, berjemur, berolahraga atau sekedar jalan santai. Karena ketika sampai di sini saat makan siang dan kami sudah membawa bekal, maka kami mencari tempat duduk dan makan siang seolah-olah sedang piknik di taman ini😀 . Yang paling saya suka di taman-taman di Perancis adalah fasilitas tempat duduknya yang banyak dan memadai. Kalau tidak membawa makanan sendiri, bisa juga jajan di beberapa restoran atau kafe di dalam taman ini, tapi ya harganya agak ga ramah dikantong😛.
p1100389

La Grande Terasse yang puanjang banget

p1100391

La Grande Terasse Saint Germain en Laye

Teras panjang di taman ini namanya La Grande Terasse. Dibangun tahun 1669 atas perintah dari Lous XIV. Selain panjang, teras ini juga lumayan lebar, sekitar 30 meter. Teras ini dibangun menghadap ke sungai La Seine yang mengalir di sisi timur bawahnya. Sejak dibuka untuk umum, teras ini mempunyai beberapa trek untuk pejalan kaki dan pesepeda. Meskipun siang itu lumayan panas, kami lumayan bersemangat melintasinya sampai ujung. Kalau capek atau kepanasan tinggal pindah ke sisi yang banyak pepohonannya. Di sepanjang teras ini juga banyak terdapat tempat duduk untuk beristirahat. Pemandangan kota Paris dari kejauhan di teras ini, terlihat sangat indah. Apalagi kalau pas sunrise! Teras ini memang dikenal dengan sunrisenya yang indah. So kalau lagi jalan-jalan di Paris dan pengen lihat sunrise, bisa nih di sini. Di ujung teras terdapat sebuah rond royal, yaitu pepohonan yang ditanam membentuk lingkaran sempurna. Di tempat ini juga banyak pengunjung yang piknik dan tidur siang! Ternyata orang-orang sini suka juga ya tidur siang di bawah pohon rindang.
p1100392

Pemandangan kota Paris dari kejauhan

p1100413

How the piknikers enjoy the day at Saint Germain en Laye!🙂

p1100405

I’m curious with the sunrise from here🙂

p1100412

Rond royal di bagian ujung teras

Karena belum capek-capek amat, kami memutuskan untuk melanjutkan petualangan kami di hutan Saint Germain en Laye yang letaknya bersebelahan dengan taman ini. Lanjut trekking! Meskipun hari itu sebenarnya saya lagi salah kostum😀 . Mau trekking kok pakai rok pendek dan tas cantik😛 . Untung saja sandalnya ga salah. Kami memulai trekking menyusuri jalan setapak menuju sebuah chateau. Chateau yang bernama Chateau du Val, yang ternyata sekarang difungsikan sebagai hotel dan resort berbintang. Tak jauh dari chateau ini terdapat Sentier de decouverte du val dan centre botanical du val. Lokasi ini menawarkan bermacam-macam jalur trekking di dalam hutan Saint Germain en Laye. Kami mengikuti salah satu jalur trekking pendek untuk keluarga dan anak-anak. Biar ga terlalu nyasar dan capek lah😛 . Di sepanjang jalur trekking ini terdapat papan-papan informasi tentang tumbuh-tumbuhan dan pepohonan layaknya seperti di museum. Jadi selain trekking, anak-anak bisa belajar biologi langsung di alam. How fun it is! Saya terkesan dengan hutan seluas 35 km persegi ini, karena ini tak sekedar hutan tetapi benar-benar didesain untuk trekking, bermain, berolah raga dan mendekatkan diri dengan alam. Mungkin hutan-hutan lain di Perancis juga didesain demikian, cuma kami belum ke sana aja.
p1100415

Let’s follow this sign!

p1100421

Chateau du Val

p1100434

Papan informasi trekking dan nature discovery di hutam Saint Germain en Laye

Hutan Saint Germain en Laye ini dulunya merupakan hutan kuno bernama Forest of Yveline. 50% pepohonan yang ada di hutan ini merupakan pohon oak. Pada masa pemerintahan Henry IV dan Louis XIII, hutan ini menjadi arena berburu, terutama untuk hewan rubah. Tentu saja rubah tersebut sudah punah sekarang😦 . Hewan-hewan yang tersisa di hutan ini berupa rusa dan babi hutan, tetapi sudah sangat jarang sekali. Trekking kami siang itu berakhir di sebuah danau buatan yang terlihat adem dan nyaman untuk bersantai. Para trekkers dan olahragawan😀 banyak yang beristirahat di sini sambil piknik juga.

p1100439

Happy in the greenies! meskipun salah kostum😀

p1100440

The forest knowledge

p1100432

Capturing nature : Fat bee and its wild purple flower

p1100441

Salah satu jalan setapak di hutan St Germain en Laye

p1100462

Capturing nature : The butterfly of the forest

p1100467

Capturing nature : snail who really loves the leaf😛

p1100474

Capturing nature : wild berries, bisa dimakan lho!

p1100476

Another greenies trek in Saint Germain en Laye forest

p1100447

A misty pond in the forest

Pengamalan trekking kecil-kecilan ini membuat saya semakin betah tinggal di kota seribu cahaya ini. Sampai di apartemen, saya buru-buru buka peta, ternyata hutan di departemen Ile de France ini banyak banget yang bisa dijelajahi! I can’t wait to just trek into it one by one😀 .

6 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Chilling in Paris plages, pantai jadi-jadian di tengah kota Paris

What? Pantai di tengah kota Paris? Awalnya saya agak aneh juga mendengarnya. Bagaimana caranya memindahkan pantai ke tengah kota? Jangan-jangan mereka pakai pawang pantai ternama? Pawang pantai apanya pawang hujan coba?😀 . Daripada penasaran, karena letaknya cuma lima langkah dari rumah, tentu saja saya tidak mau kalah dengan warga kota seribu cahaya ini untuk berama-ramai ke Paris plages. Oya plages sendiri adalah pantai dalam bahasa Perancis. Paris plages digelar sejak tahun 2002 di beberapa tempat di kota ini, diantaranya adalah di pinggir sungai La Seine dan di pinggir kanal St Martin. Pantai jadi-jadian ini hanya available saat musim panas saja. Ya iyalah, masak musim dingin mau mantai juga?😀 .
IMG_2662

Hari pertama ke Paris plages

 

So what is inside Paris plages? Macem-macem ternyata bo! Event tahunan ini sengaja mendatangkan pasir pantai asli. Pasir pantai ini disebarkan di sepinggir sungai lengkap dengan kursi-kursi malas dan area bermain pasir untuk anak-anak. Siapapun boleh duduk dan bermain di sini. Selain itu para pedagang ala pantai dadakan juga bermunculan di sini, seperti kedai  es krim, stand minuman, kedai makanan dan lain-lain. Fasilitas seperti shower gratis, toilet dan air minum gratis juga tersedia selama acara ini. Beberapa event budaya dan olahraga juga diselenggarakan di area Paris plages seperti tai chi bersama, yoga bersama atau berdansa bersama. Tak hanya itu, ada pula aksi sosial yang digelar selama acara Paris plages seperti donor darah.
IMG_2667

Area bermain pasir untuk balita di pinggir sungai La Seine

Perbedaan Paris plages di La Seine dan di kanal St Martin adalah di La Seine areanya lebih panjang dan pasirnya lebih banyak tetapi para pengunjung tidak bisa bermain air karena lalu lintas sungai ini terlalu padat. Event-event besar seperti lomba volley pantai juga lebih banyak di kawasan ini tetapi lokasinya berada di depan Hotel de Ville Paris. Sedangkan di kanal St Martin permainan airnya lebih banyak mulai dari perhau-perahuan, sepeda air, perahu layar yang semuanya bisa disewa per jam atau per 30 menit. Di kanal St Martin juga terdapat arena outbound  dan wahana permainan air lengkap untuk anak-anak.
IMG_2670

Pasirnya benar-benar didatangkan dari pantai

IMG_2769

Wahana permainan air di kanal St Martin

IMG_2674

Enjoying my ice cream sepanjang Paris plages

IMG_2983

Shower dadakan, penyegar di tengah hari yang panas

Para penduduk kota Paris dan sekitarnya serta para traveler terlihat sangat antusias dan berbondong-bondong mengunjungi Paris plages. Saya sendiri dan suami saya ke area ini beberapa kali sekedar untuk jalan-jalan di sore hari sambil makan es krim. Terkadang kami membawa peralatan lengkap seperti sarung pantai dan buah-buahan serta minuman, lalu menggelarnya di tempat yang sudah disediakan. Semacam piknik di bawah sengatan matahari gitu lah. Anyway how do the Parisian enjoying Paris plages? Mereka datang ke sini dengan peralatan lengkap seperti ke pantai. Para wanita tak lupa membawa bikini dan berjemur di atas sarung pantai di pasir. Para pria juga tak mau kalah menggelapkan kulit mereka dengan berjemur dan mengenakan baju renang. Anak-anak membawa permainan dan peralatan untuk membangun istana pasir. Suasananya terlihat sangat seru! Pokoknya kalau pas traveling ke Paris pas summer, you shouldn’t miss it deh!
IMG_2989

Enjoy the sand and the sun, not the water😛

Pantai jadi-jadian ini ternyata tak hanya di Paris saja. Di kota-kota besar di Perancis dan Eropa yang jauh dari pantai seperti Brussel, Belgia juga mempunyai event pantai dadakan setiap tahunnya. Kata suami saya sih, karena pas summer ga semua orang sempat atau punya uang lebih untuk ke pantai. Oleh karena itu pemerintah kota-kota tersebut menghadirkan pantai untuk warganya secara gratis. Pantai-pantai dadakan ini tak hanya berada di pinggir sungai atau kanal, tetapi juga di sepinggir kolam, danau atau waduk setempat. Sebenarnya pantai jadi-jadian di pinggir danau ini ada beberapa lokasi di luar kota Paris. Danaunya bisa buat berenang pula!  Sayang saya ga sempet ke sana😀 . Tapi untungnya summer ini saya udah ke pantai beneran cuma belum diposting aja😀. Next summer maybe, penasaran juga sama pantai dadakan yang di pinggir danau😀 .
IMG_3127

Keramaian Paris plages dari jembatan pont neuf

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri