Runaway to Annecy #2 : Nginep di mana kita?

Awalnya saya pikir, Annecy adalah kota yang terjangkau seperti Colmar. Kata teman kerja suami saya, Annecy adalah kota ke dua termahal setelah Paris. Jadi harga penginapan dan makanan ga jauh berbeda dari Paris. Kenapa kota kecil di kaki pegunungan ini menjadi salah satu kota termahal di Perancis? Karena letaknya yang tak jauh dari Swiss. Banyak orang  Swiss yang memiliki villa, properti dan menghabiskan waktu di sana, apalagi ketika weekend. Anggapannya, orang Swiss yang penghasilan rata-ratanya jauh lebih besar dari orang Perancis bisa mengeluarkan banyak uang mereka di kota ini, karena Annecy termasuk murah untuk warga negara Swiss. Saya sendiri belum pernah ke Swiss, tetapi menurut suami saya dan beberapa teman-teman backpacker yang pernah ke Swiss, negara ini mahalnya minta ampun. Beberapa kotanya bahkan dinobatkan sebagai kota termahal di dunia menurut beberapa website terkenal seperti expatistan dot com.
p1120027

Welcome to Annecy, bagian belakang dari hotel yang kami singgahi

Seperti biasanya, kami mencari deal termurah dari situs reservasi hotel . Harga hotel-hotelnya memang tak jauh berbeda dengan harga hotel di Paris. Tergantung mau yang berbintang berapa. Pilihannya banyak sekali, mulai dari imperial palace hotel, tempat nginepnya orang-orang terkenal dari seluruh dunia atau backpacker hostel dengan tarif dorm 22 euro per malamnya. Untungnya, saat ini di Annecy sedang low season, jadi agak murah sedikit 🙂 .Kami mereservasi sebuah hotel berbintang 2 bernama Adonis Annecy-Icone hotel, selama 4 malam. Tarif per malamnya 69 euro tanpa sarapan. Sebenarnya masih ada pilihan hotel lain yang lebih murah, tetapi letaknya jauh dari pusat kota. Kalau pengen sarapan di hotel, tamu harus membayar ekstra 9 euro per orang. Karena menurut kami sarapanya mahal, kami tidak mengambil sarapan di hotel 😛 .
Hotel ini letaknya tak jauh dari stasiun Annecy, di komplek kota tua, jadi ke mana-mana tinggal jalan kaki saja. Toko roti, cafe dan restoran, bertebaran tak jauh dari hotel. Ketika check in, kami disambut dengan ramah oleh resepsionis hotel. Ia juga memberi kami peta kota Annecy secara gratis.  Buklet, petunjuk wisata, serta majalah wisata Annecy juga bisa diambil secara cuma-cuma.
p1120470

Hotel adonis annecy icone yang terlihat historic dari luar

Menurut saya sih, bangunan hotel Adonis ini dari luar unik banget! Karena merupakan bangunan tua yang terbuat dari bebatuan gunung. Mungkin salah satu bangunan dari abad pertengahan yang kemudian direnovasi menjadi lebih cantik. Sebagian  bangunan hotel ini juga letaknya di badan jalan, jadi terdapat terowongan untuk kendaraan melintas di bawahnya. Kebetulan kamar kami berada di atas terowongan ini, di kamar paling atas sendiri. Interior hotelnya sih modern dan minimalis, seperti bukan berada di dalam bangunan lama. Jadi kesan tua dan sedikit seram langsung hilang ketika masuk ke dalam hotel. Kami bisa beristirahat dengan nyaman lah di hotel ini, apalagi karena bathtubnya kami manfaatkan semaksimal mungkin 😀 .
img_5771-1

Interior kamar yang minimalis

http://www.adonis-hotel-annecy.com/accueil-p788.html

4 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Runaway to Annecy #1 : Perjalanan ngeteng ke Annecy

Katanya sih Eropa itu ke mana-mana dekat. Jaraknya dekat satu negara dengan yang lain, atau satu kota dengan yang lain. Dekat sih, kalau pakai pesawat atau kereta cepat. Kalau naik bus,tetep saja tergantung seberapa jauh jaraknya. Meskipun waktu tempuhnya tetep jauh lebih cepat dari waktu tempuh di Indonesia, karena highway atau jalan tol di Eropa sudah terkondisikan dengan baik antar kotanya. Ok, saya sebenernya mau ngomong apa sih? 😀 . Ah, saya mau cerita tentang pengalaman saya naik flixbus dari Paris ke Chambery yang kemudian lanjut naik kereta TER dari Chambery ke Annecy. Kenapa naik bus lalu nyambung kereta? Ngeteng gitu? Karena eh karena saya dan suami saya lagi ngirit, gimana caranya ke Annecy dengan biaya termurah. Untuk aplikasi flixbus bisa diunduh dari app store iphone dan android. Atau bisa juga langsung ke websitenya. Yang jelas, pilihan destinasi antar kota antar negara di Eropa dengan bus ini , banyak banget!
 
Jadi setelah gagal ke Milan karena visa saya yang ga memungkinkan untuk keluar Perancis, saya dan suami saya pindah haluan.  Pindah haluan traveling di dalam negeri, mumpung waktu cuti masih tersedia. Hari itu juga setelah membatalkan tiket pesawat, hotel dan flixbus di Italia, kami browsing soal tempat-tempat indah di negara ayam jago ini. Awalnya sih saya pengen ke Carcassonse yang ada di Perancis selatan. Ternyata untuk ke sana paling mudah ya naik pesawat. Naik bus harganya bisa lebih mahal dari pesawat , dan yang jelas bisa tua di jalan karena jaraknya hampir 900 km. Saya biasanya ga masalah seharian di dalam bus, saya cuma lagi males lama-lama di dalam bus dan kebetulan harga tiket flixbusnya juga lagi mahal. Oya, tiket flixbus yang di Italia bisa dibatalkan tetapi tidak bisa diuangkan, hanya bisa diganti rute saja. Kami akhirnya memutuskan ke Annecy karena harga flixbus ke kota ini sedang murah.
Sewaktu booking re-route flixbus, kami sampai harus berganti rute beberapa kali karena jurusan Annecy dari Paris, untuk jarak yang paling dekat, transitnya harus di kota Jenewa di Swiss. Yah, Swiss kan udah beda negara, dan visa saya ga memungkinkan untuk keluar Perancis. Kami akhirnya memilih rute flixbus Paris-Lyon-Chambery, lalu mencari cara untuk menuju Annecy dari Chambery. Untung ada kereta TER Rhone-Alps dari Chambery ke Annecy yang tersedia hampir setiap satu jam sekali dengan harga yang terjangkau.
img_5722

Flixbus jurusan MIlan

Kami berangkat jam 9 pagi dari terminal bus Porte Maillot Paris. Lucunya bus yang kami tumpangi jurusan utamanya adalah ke Milan dan Torino yang supir-supirnya orang Italia semua. Di dalam bus rasanya seperti sudah di Italia karena penumpangnya banyak yang dari Italia dan supir-supirnya berbicara bahasa Italia keras-keras. Duh pertanda apa ini? Pertanda saya harus ke Italia kan yaa? *ngarep.
img_5723

Interior di dalam Flixbus jurusan MIlan. Tempat duduknya nyaman dengan fasilitas toilet dan colokan listrik.

Jarak kota kecil Chambery dari Paris sekitar 600 km, lebih jauh dari jarak kota Jakarta ke Jogja. Seperti halnya perjalanan keluar tol Jakarta raya, keluar kota Paris juga sering macet karena aneka macam kendaraan bertumpuk jadi satu di jalan tol. Waktu tempuh yang katanya cuma 7 jam jadi 9 jam. Walaupun jauh lebih cepat dari waktu tempuh Jakarta – Jogja naik bus, tetep saja, saya merasa Eropa luas juga yaa, Perancis luas juga yaa. Perancis naik bus antar kota lama juga yaa. Dan ini bukan pertama kalinya saya naik bus antar kota di Perancis. Sebelumnya saya juga pernah naik oibus dari Strasbourg ke Paris dengan waktu tempuh 9 jam. Bayangan saya dahulu tentang Eropa kemana-mana dekat atau antar kota dekat seketika harus saya reset kembali. Tidak sedekat itu juga kali 😛 , kecuali kalau naik kereta cepat atau pesawat. Naik bus di Eropa juga bisa melelahkan, jadi kalau bisa tetep siapkan tolak angin dan antimo 😀 .
img_5727

Pemandangan dari dalam bus, terkadang tak terduga. Kastil dan pedesaan di Perancis tampak indah dan hijau meskipun di musim dingin.

Sampai di Chambery, untung saja jarak stasiun kereta tidak jauh dari terminal bus. Jadi kami tak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya menuju ke stasiun. Yang saya suka ketika naik bus antar kota antar negara seperti ini adalah busnya selalu berhenti di stasiun atau di tempat yang tidak jauh dari stasiun. Jadi untuk penumpang ngeteng seperti kami yang berganti moda transportasi karena pengen ngirit, merasa dimudahkan karena tinggal jalan kaki saja untuk berganti kendaraan. Tak cuma antara bus dan kereta, di Perancis , di bandara-bandara besar, sistem transportasinya juga sudah terintegrasi dengan baik. Contohnya di bandara CDG Paris, di dalam bandara ada stasiun kereta cepat, stasiun kereta dalam kota, dan terminal bus. Sangat memudahkan untuk berganti moda transportasi.
Kami lalu menunggu kereta TER di stasiun. Enaknya menggunakan kereta TER di Perancis adalah tiket yang sudah dibeli bisa dipakai kapan saja asalkan masih di hari yang sama. Jadi kalaupun telat sampai stasiun dan kereta sudah pergi, bisa naik kereta berikutnya tanpa harus membeli tiket lagi. Kereta TER yang kami tumpangi, rasanya seperti kereta metro atau RER di Paris, isinya banyak orang pulang kerja dan kuliah. Kalau sistem transportasi lancar, jarak 20-70 km yang ditempuh setiap hari , hanya memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. Kami sampai di Annecy jam 9 malam. 12 jam di jalan bo!! Kami langsung terkapar di hotel.

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri