Tentang buku “Soul Travellers, Turning Miles into Memories”

IMG_9145
Guess what ? Finally, I’ve done a book project, yang selama ini cuma di angan-angan saja. Beneran cuma angan-angan doank without doing something. Saya mah gitu orangnya 😛 . I’m one of the contributors of a book titled “Soul Travellers, Turning Miles into Memories” . Ada 39 kontributor yang masing-masing menulis pengalaman travelingnya ke 44 kota dan negara yang berbeda, dari Asia, Afrika, Eropa sampai ke Amerika Selatan. Pengalaman traveling yang kami tuangkan di dalamnya tak hanya pengalaman traveling biasa, tetapi pengalaman yang menyentuh sampai ke jiwa *cieee ciee. Makanya buku ini diberi judul “Soul Travellers”. Buku ini telah dilaunching pada tanggal 16 September 2017 kemarin, di Gramedia Central Park Jakarta dan sudah tersedia di toko-toko buku Gramedia, juga di beberapa toko buku online. Selain itu, versi digitalnya bisa didownload di aplikasi scoop. Kesannya iklan banget yaa? Ya iya donk, kan pengennya jadi best seller seperti buku idola saya mbak Trinity Traveler 😀 *Amiin.
IMG_9799

Pas acara launching buku di Gramedia Central Park. Saya ga bisa datang 😦 .

Ngomong-omong soal mbak Trinity, ada kejadian ajaib yang juga berkaitan dengan buku ini. Si mbak idola saya ini juga menjadi salah satu endorser di halaman belakang buku kami. Saya seneng banget donk yaa! Ga nyangka aja, idola saya ikut mengendorse buku yang kami tulis. Selain mbak Trinity, buku kami juga diendorse oleh bapak Mardiasmo, bapak Rizal Sukma, pak Moammar Emka, Muhammad Assad, Joe Taslim dan beberapa influencer lainnya. Semua ini berkat teman-teman di Jakarta yang telah bekerja keras dengan tak hanya menulis cerita di dalam buku, tetapi juga menjadi seksi sibuk dan humas. So proud of them! 100 thumbs up for them! Saya yang berada jauh di perantauan tinggal menikmati hasilnya saja nih hihihi.
2017-09-22

Pas acara talk show bersama mbak Trinity di Jogja

Proyek buku ini berawal dari sebuah pesan whatsapp dari seorang teman lama saya, Andre Mokalu. Nah teman saya ini juga penggila traveling, dengan akun instagram  yang followersnya mencapai seratus empat puluh ribu. Andre berinisiatif untuk mengumpulkan orang-orang yang hobinya traveling untuk menulis bersama-sama, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sambil menyelesaikan tulisan bersama, beberapa dari kami gencar menghubungi penerbit dan akhirnya kami bekerja sama dengan Grasindo. Salah satu penerbit besar di Indonesia 🙂 . Waktu ditawari untuk menulis, saya sendiri sempat bingung mau nulis apa, karena setiap tempat selalu mempunyai kesan yang dalam buat saya *cieeh. Saya memutuskan untuk menulis tentang kota Bruges di Belgia, karena kota ini selalu ingin membuat saya balik lagi, balik lagi dan balik lagi 😀 . Dan tentu saja karena saya suka destinasi yang mempunyai banyak peninggalan bangunan tua serta sarat akan sejarah dari abad pertengahan. Ceritanya bagaimana ? Yang jelas saya ga akan spoiling di sini dunk yess. Silahkan baca sendiri dan dapatkan bukunya di Gramedia terdekat *iklan lagi iklan lagi 😛 .
IMG_8910

Para penulis Soul Travellers, Turning Miles into Memories

Pengalaman menulis buku pertama kali ini, tentu saja merupakan pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. At least, one of my dream accomplished. Ini tentu saja membuat saya bersemangat lagi untuk menulis atau sekedar ngeblog berbagi pengalaman saya di blog ini. Ya meskipun nulis di blog ini juga masih jarang-jarang sih *toyor diri sendiri 😀 . Yang jelas saya ga akan berhenti nulis dan bercerita apapun medianya. I’m now ready for the next project! Eh apaan nih ? Tunggu saja yaa pemirsaaah 🙂 .

“Soul Travellers, Turning Miles into Memories” LINK :

Bisa dibeli di :

Versi digital :

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Miscelaneus, Travel Stuff and Tips

Chilling in Bratislava #5 : Dari gereja biru, taman kuburan sampai sunset di bawah jembatan UFO

Siang menjelang sore yang begitu terik di kota Bratislava, rasanya sih kami cuma pengen nongkrong pindah dari kafe ke kafe di kawasan kota tua. Saking banyaknya tempat nongkrong yang terlihat nyaman dan mengundang di kota ini. Tapi masa iya kami mau ngabisin duit buat nongkrong ? Sekali nongkrong di kota ini memang jauh lebih murah daripada nongkrong di Paris. Tapi kalau nongkrong berkali-kali jebol juga euuy 😀 . Lalu mau ngapain lagi ketika semua museum dan tempat bersejarah kota ini tutup hari itu ? I’ve got some plans! Menurut beberapa website tentang destinasi tak biasa seperti atlasobscura.com , di kota ini ada beberapa tempat unik yang bisa disambangi. Tentu saja kami juga ga bisa menyambangi semuanya hanya dalam waktu sehari saja 🙂 .
P1140155

Strolling the clean city Bratislava

Tujuan pertama kami siang itu adalah gereja biru! Mengapa disebut gereja biru ? Yaa karena it’s simply blue luar dan dalam. Saya tertarik untuk sight seeing di gereja ini karena memang biru adalah warna kesukaan saya. Jadi ketika di sebuah kota atau di tempat tujuan traveling saya ada bangunan biru seperti masjid biru, gedung biru, kastil biru atau kuil biru , saya akan meluangkan waktu untuk mengunjunginya. Saking sukanya saya sama warna biru saya mempunyai niat untuk mengunjungi beberapa kota biru di dunia seperti Chefchaouen di Maroko, Juzcar di Spanyol atau Jodhpur di India. Semoga niat saya ini akan menjadi kenyataan someday 🙂 . Eniwei, gereja biru ini letaknya ga jauh dari pusat kota tua Bratislava. Dari gedung opera, tinggal jalan kaki saja ke arah timur selama 10 menit.
P1140093

The blue church Bratislava

Gereja ini aslinya bernama St Elizabeth atau dalam bahasa setempat disebut Modrý kostol sv. Alžbety. Gereja berarsitektur art nouveau hunggarian seccesionist ini didirikan pada tahun 1909 dan merupakan gereja katolik . Saya sendiri belum pernah mendengar tentang aliran arsitektur ini sebelumnya, tetapi yang jelas tampak luar gereja ini bentuknya unik dan berbeda, seperti kue tart raksasa 🙂 . Gereja ini katanya sih bagian dari sekolah yang berada di sampingnya, yang mempunyai gaya arsitektur sama. Pas kami berada di depan gereja ini, ternyata banyak juga turis yang penasaran ingin melihat gereja ini. Pengunjung ga bisa sembarangan masuk ke gereja ini hanya untuk sight seeing, karena gereja ini benar-benar diperuntukkan untuk ibadah. Jadi jam bukanya pagi-pagi sekali atau malam hari, atau ketika ada misa saja. Untungnya kami masih bisa melihat bagian dalamnya dari pintu kaca. Interior gereja ini juga berwarna biru dan putih, dengan ornamen-ornamen berwarna kuning dan emas. Bagian dalamnya, menurut saya juga seperti kue tart 🙂 . Semoga yang beribadah di dalamnya selalu khusyuk yaa, kalau saya punya tempat ibadah seperti ini bakalan lebih sering mikirin kue tart atau marshmallow deh.
P1140086

Interior gereja biru

Ngomong-omong tentang arsitektur art nouveau hunggarian seccesionist , di kota ini terdapat banyak gedung dengan gaya ini. Kami berdua lalu random walk sambil mengamati gedung-gedung berarsitektur art nouveau ini, yang berjejeran dengan gaya arsitektur lain seperti renaissance, baroque dan gaya soviet. Menurut saya, kota Bratislava ini kaya dengan aneka macam bangunan-bangunan bergaya unik dan berbeda.
P1140095

Arsitektur bergaya art nouveau

P1140153.JPG

Gedung cantik yang juga bergaya art nouveau

Tujuan ke dua kami ga jauh dari apartemen sewaan kami. Jadi sehabis istirahat siang menjelang sore, kami tinggal jalan kaki 3 menit untuk menuju ke tempat ini. Tempat ini adalah sebuah kuburan! Kuburan ini bernama ondrejský cintorín ,yang merupakan père lachaisenya kota Bratislava. Sebuah kuburan tertua bersejarah dari tahun 1784, dan terdapat banyak tokoh Slovakia dimakamkan di tempat ini. Tokoh-tokoh tersebut merupakan mantan presiden, keluarga bangsawan, seniman bahkan selebriti. Meskipun begitu, kuburan ini jauh berbeda suasananya dengan père lachaise yang ada di kota Paris, yang terkesan angker banget. Kuburan ondrejský cintorín ini tak hanya difungsikan sebagai kuburan saja tetapi juga sebagai taman kota dengan tumbuhan hijau di mana-mana. Meskipun menurut saya masih ada kesan angker karena banyak patung-patung serem di dalamnya, suasana di kuburan ini begitu nyaman dan adem. Apalagi pas cuaca panas seperti hari ini, duduk-duduk di bangku yang tersebar di dalam kuburan sambil menghirup udara segar dari pepohonan. Masyarakat sekitar banyak yang mengunjungi kuburan ini untuk sekedar duduk-duduk sambil membaca buku, jalan-jalan dengan kereta bayi bahkan berolahraga.
P1140097

Salah satu pusara di kuburan ondrejský

P1140104

Bersantai di kuburan, mengapa tidak kalau kburannya seperti ini

P1140128

Kuburan ondrejský

Tujuan terakhir kami hari itu adalah melihat sunset dari jembatan UFO. Sebuah jembatan yang juga merupakan landmarknya kota Bratislava. Untuk menuju ke sana, kami memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri sungai danube. Dan ternyata di pinggir sungai ini terdapat kawasan pedestrian yang hijau dan enak banget buat sekedar jalan-jalan. Di samping pedestrian hijau ini terdapat jejeran gedung-gedung modern dengan mall, cafe dan banyak restoran. Pokoknya tempat nongkrong di mana-mana gitu deh. Suasananya malah mengingatkan saya akan kawasan nongkrong di Jakarta. Meskipun hari senin, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat lokal. Mereka duduk-duduk di atas rumput sambil berjemur atau membaca buku. Saya kira sih, pasti ga banyak turis tahu tempat ini, karena agak jauh dari kota tua. Yang jelas, kalau suatu saat nanti saya balik lagi ke kota ini, saya pengen aja nongkrong atau ngafe di sini 😀 .
P1140147

Pedestrian hijau di pinggir sungai danube

Sesampainya kami di jembatan UFO, atau yang dikenal dengan nama most SNP, kami ga jadi naik ke menara UFOnya karena tiketnya 10 euro per orang. Sebagai traveler ngirit dan agak ga modal, 10 euro itu terlalu mahal untuk kami. Akhirnya kami nyunsetnya di pinggir sungai danube ga jauh dari jembatan UFO. Saya sebenarnya penasaran banget kenapa puncak menara jembatan tersebut berbentuk UFO. Apa jangan-jangan dulu ada alien mendarat di kota ini? Most sendiri berarti jembatan dalam bahasa Slovak dan SNP adalah slovenského národného povstania yang berarti slovak national uprising. Jembatan yang diresmikan tahun 1972 ini panjangnya 430 meter dengan tinggi menara mencapai 84 meter. Di dalam bangunan berbentuk UFO, di atas menara tersebut terdapat sebuah restoran mewah dan gardu pandang. Dari gardu pandang inilah, katanya pengunjung bisa melihat sunset tenggelam di sungai danube.
P1140201

Jembatan UFO atau most SNP yang merupakan landmark utama kota Bratislava

Walaupun terkesan kere, ngemper di pinggir sungai danube yang saat itu lagi sepi banget, pemandangan sunset dari bawah jembatan ini juga ga kalah cantiknya. Kami juga bisa memandang kemegahan Bratislava castle dengan lampu-lampu yang meneranginya. Yang jelas buat kami pemandangan sunset hari itu terasa epic banget 😀 . Esok pagi, kami akan mengunjungi bangunan megah di seberang kami tersebut.
P1140184

Sunset di Bratislava

P1140199

Bratislava castle di senja hari

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri, Travel Food and Fruit