I lost my heart in Prague #5 : Antara keju goreng dan random night walk

Pernah ga sih sewaktu traveling anda merasa bingung mau ke mana ? Terutama saat malam hari, karena kalau siang hari biasanya kita sudah punya itenerary . Pengen jalan ke mana gitu, tapi ke mana? Ke mana donk? 😀 . Saya terkadang merasa seperti ini. Kalau sedang seperti ini, selain mencari makan malam, saya dan suami saya random walk ke pusat keramaian yang sering dikunjungi oleh warga lokal. Contohnya seperti alun-alun, pasar malam atau jejeran pertokoan setempat. Sekedar untuk melihat-lihat saja. Dan biasanya  selalu saja ada perbedaan-perbedaan unik yang bisa kita temukan.
p1110708

random walk di new town square Praha

Malam itu di kota Praha, karena kami sudah jalan-jalan ke old town square, kami pengen jalan-jalan santai ke new town square atau yang terkenal dengan Wenceslas square. Tetapi sebelum jalan-jalan ke arah square, kami mampir dulu ke sebuah gedung ikon barunya kota ini. Nama bangunan ini adalah Tancici Dum atau dalam bahasa inggris disebut The Dancing House. Sebenernya sih ga baru-baru amat, karena gedung ini sudah berdiri sejak tahun 1996. Gedung ini dinamakan The Dancing House karena bangunannya meliuk-liuk seperti dua orang yang sedang menari. Gaya arsitektur semacam ini katanya sih disebut dengan destructive architecthure. Anyway, saya sangat awam dengan arsitektur, tetapi melihat bangunan seperti ini langsung di depan mata saya, rasanya seperti hiburan tersendiri. Kok bisa yaa bangunannya dibikin asimetris seperti ini tetapi tetap kokoh berdiri. Yang jelas saya ga berhenti gumunan sambil foto-foto 😀 .
p1110684

The dancing house

Tak jauh dari The Dancing House, kami menemukan sebuah restoran dan bar lokal yang lokasinya agak mencit alias agak terpencil, jauh dari keramaian dan jalan raya. Kami memutuskan untuk makan malam di sana. Pas masuk, semua orang memperhatikan kami 😀 . Tampaknya rumah makan ini benar-benar lokal dan jarang banget kedatangan orang asing. Rumah makan ini pengunjungnya kebanyakan bapak-bapak yang merokok sambil minum segelas besar bir. Wiih, ternyata di Praha, merokok di dalam ruangan masih diperbolehkan 😦 . Kami mencari tempat duduk yang berada di no smoking area. Meskipun asap rokoknya masih tercium, tetapi kami tetap memilih untuk makan di sini karena harganya sangat terjangkau. Saya memesan keju goreng ditemani dengan bola-bola kentang dan segelas bir tanpa alkohol. Suami saya memesan sate daging ala Ceko. Keju goreng termasuk salah satu makanan khas Ceko juga. Tak berapa lama keju goreng saya tersaji di atas meja dan porsinya gedhe banget. Saya agak bersusah payah untuk menghabiskannya karena kejunya agak eneg untuk lidah saya :D. Oya nama restoran lokal ini adalah U Zaludu. Suasananya yang lokal banget mengingatkan saya akan tempat nongkrong ala bapak-bapak Indonesia, seperti warung kopi dan angkringan 🙂 .
p1110689

Keju goreng dan bola-bola kentang

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan mengarungi malam nan dingin di kota Bohemia ini. Kami langsung menuju ke Wenceslas square. Sebuah square yang dinamakan atas seorang raja bohemia dari tahun 921, Wenceslas 1 atau Wenceslaus 1. Raja Wenceslas juga dianggap sebagai salah satu saint atau santo di republik Ceko, karena kebaikannya. Sampai-sampai namanya dijadikan sebuah lagu rohani berjudul Good King Wenceslas. Patung St Wenceslas berdiri gagah di ujung square ini, dengan latar belakang museum nasional. Tak jauh dari patung ini, terdapat sebuah memorial untuk Jan Palach dan Jan Zajic. Mereka adalah dua orang demonstran yang membakar diri di square ini sebagai protes atas invasi Uni Soviet yang terjadi di tahun 1969. Nama mereka dikenang sebagai pahlawan oleh bangsa Ceko. Sampai saat ini pun, masih banyak lilin dan bunga-bunga yang dipersembahkan oleh masyarakat Ceko di tengah-tengah square ini untuk mereka. Sebuah memorial berbentuk salib melengkung di atas trotoar tepat di depan museum nasional, juga dibuat untuk mengenang mereka berdua.
p1110695

Patung ST Wenceslas

p1110697

Penghormatan untuk Jan Palach dan Jan Zajic

Wenceslas square memang tak hanya berisi deretan toko-toko dan restoran-restoran saja. Acara-acara besar yang diselenggarakan pemerintah kota Praha biasanya juga dilaksanakan di sini. Demonstrasi yang digelar mahasiswa atau masyarakat biasanya juga mengambil tempat di square ini. Nah, karena eventnya sedang mendekati hari raya natal, maka diselenggarakanlah christmas market di tengah-tengahnya. Deretan stand-stand yang terbuat dari kayu dibagun berjejeran di square ini. Pohon natal kecil dan besar beserta lampu-lampu kelap-kelip dipajang untuk memeriahkan christmas market ini. Para pedagang berjualan aneka makanan tradisional, kerajinan tangan dan pernak-pernik natal. Agak ngiler juga pengen makan lagi aneka makanan yang dijual di sini, tapi sebagai backpacker ngirit yaa kami ga boleh jajan banyak-banyak 😀 . Square ini katanya sih bagaikan Champs Elyseenya Praha, karena memang terkenal sebagai square dengan deretan toko terbanyak dan tempat nongkrong yang beraneka ragam. Tetapi traveler harus hati-hati ketika jalan-jalan di atas jam 10 malam karena banyak orang-orang yang menawarkan pertunjukan aneh-aneh dan obat-obatan terlarang. Pertunjukannya biasanya di dalam strip club, dan tempat ini terkenal sebagai tempatnya scammers.
p1110701

Christmas market di wenceslas square

p1110715

Di ujung wenceslas square , Praha

Setelah berjalan kaki dari dari ujung ke ujung, kami balik lagi ke hotel. Nah pas jalan kembali ini kami nemu beberapa tempat spa. Tempat spa nya tidak seperti tempat spa biasa. Eh, tapi bukan spa plus-plus juga :D. Tempat spa di Praha kebanyakan disebut dengan beer spa. Jadi pengunjung bisa spa sambil minum beer sepuasnya. Tak cuma itu, katanya sih bath tubnya juga diisi air yang dicampur beer. Saya sih pengen-pengen aja mencoba sesuatu yang baru seperti ini. Sayangnya ongkos beer spa juga agak mahal untuk kantong backpacker saya :D. Jadi saya mencoba beer spanya nanti saja kapan-kapan lah, kalau saya udah bisa traveling sambil leisure banget 😀 .
p1110693

Siapa mau mencoba beer spa?

 

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

I lost my heart in Prague #4 : Petrin Hill

Sambil menikmati makan siang di sebuah kafe yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Praha, pandangan saya menatap jauh ke sebuah bukit di seberang sungai Vltava. Sebuah bukit yang merupakan puncak tertinggi di kota ini. Ada apa ya di sana? Kami pelan-pelan menghabiskan makanan ala Ceko yang tersaji di meja kami, sambil merencanakan perjalanan berikutnya. Oya rumah makan dan kafe ini namanya kavarna slavia. Menunya kebanyakan menu tradisional Ceko dan harganya masih lumayan terjangkau untuk para traveler. Yang menyenangkan adalah kafe ini sangat luas dan memiliki view yang cantik di balik jendelanya. Sayangnya untuk mendapatkan tempat duduk strategis di sebelah jendela susah-susah gampang, tergantung nasib 😛 .
img_4946

Beef schnitzel ala Ceko dari Kavarna Slavia

 

Tak sampai 30 menit kemudian, kami berada di Ujezd, kawasan kaki bukit Petrin yang akan kami daki. Cieeh mendaki? 327 meter mau mendaki? Ga lah yaa! Kami mendakinya menggunakan funicular dari stasiun Ujezd sampai stasiun Petrin. Sembari menunggu funnicular turun ke bawah, kami mampir di memorial untuk korban komunis tak jauh dari stasiun Ujezd. FYI sebelum menjadi republik, pada tahun 1948 sampai tahun 1989, negara ini berada di bawah pengaruh komunisme. 7 patung yang terbuat dari perunggu ini disusun vertikal di tangga-tangga untuk mengenang para korban rezim komunis yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Katanya sih memorial ini juga masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Ceko sendiri.
p1110592

Memorial untuk korban komunisme di Ujezd

Kami tak perlu membayar karcis untuk naik funicular karena kami memiliki Prague card.  Funicular ini mempunyai 3 stasiun yaitu Ujezd, Nebozizek dan Petrin., dan dengan prague card kami bisa naik turun sesuka hati. Kalau buat orang Indonesia seperti saya naik funicular adalah sesuatu yang menyenangkan, soalnya kita di Indonesia belum punya sih. Kira-kira kalau Indonesia mau bikin funnicular, bikinnya di mana ya? Di Bandung kayaknya asyik deh 🙂 . Funicular di bukit Petrin ini, awalnya dibuat pada tahun 1891. Whoaa, jaman segitu mereka udah bisa bikin funicular? Funicular yang sekarang masih difungsikan juga termasuk funicular yang sudah tua, tetapi masih kuat menampung sampai 110 orang. Jika tertarik dengan sejarah funicular Petrin ini, bisa mampir sejenak ke museum kecil yang berada di stasiun Petrin.
p1110637

Di dalam funicular

p1110600

Rel mendaki untuk funicular

p1110634

Museum funicular di stasiun Petrin

Sampai di stasiun Petrin, kami langsung menuju ke Stefanik Observatory yang terletak tak jauh dari stasiun. Suhu udara siang itu minus 3 derajat celcius, ditambah angin yang kencang karena kami berada di atas bukit. Saya sih rasanya pengen menyerah karena ga terbiasa dengan suhu minus 😛 . Stefanik Obesrvatory adalah satu diantara 3 tempat yang bisa dikunjungi secara gratis di bukit ini dengan Prague card kami. Di dalamnya terdapat teleskop raksasa untuk mengobservasi langit. Observatory ini adalah bagian dari laboratorium astronomi di kota Praha. Sayangnya karena hari itu senin, observatorynya tutup 😦 . Anyway, di puncak bukit petrin ini dan di beberapa sisi punggung bukitnya terdapat sebuah tembok panjang seperti benteng. Tembok ini dinamakan hunger wall. Konon katanya sih untuk melindungi kota Praha dari serangan musuh pada jaman dahulu kala.
p1110602

Di dalam mirror maze

Untung saja 2 tempat lainnya, tidak libur hari itu. Kami lalu mengunjungi mirror maze terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya mirror maze adalah labirin yang sisi-sisinya dipasangi cermin untuk mengelabui pengunjung. Sayangnya mirror mazenya pendek banget, jadi kurang puas di dalamnya 😀 . Di dalam bangunan mirror maze ini juga terdapat diorama sejarah charles bridge. Digambarkan bahwa di jembatan tersebut banyak korban berjatuhan akibat berbagai macam perang 😦 . It was like too many victim died in that bridge 😦 .Benar-benar keadaan yang sangat berbeda dengan hari ini, di mana banyak turis dan seniman jalanan meramaikan jembatan tersebut dengan suka cita. Di balik ruangan diorama terdapat ruangan berbagai macam cermin yang cukup menyenangkan untuk foto-foto. Pengunjung bisa terlihat cebol atau tinggi kurus , tergantung cerminnya 🙂 .
p1110606

Diorama perang di charles bridge

p1110608

we are 2 minion!!!

Saya dan suami saya melanjutkan kunjungan ke menara Petrin. Banyak yang bilang menara Petrin adalah eiffel towernya Praha yang tingginya bahkan melebihi eiffel tower 😀 . Ya iyalah, secara ngukur ketinggiannya dari kaki bukit 😀 . Bukitnya sendiri tingginya udah 327 meter dan menaranya hanya 63,5 meter. Tiket masuk menara ini sudah termasuk di dalam Prague card kami. Sayangnya untuk ke puncaknya dengan menggunakan lift, kami harus membayar ekstra. Karena ngirit, kami memilih yang gratis-gratis saja melalui tangga berputar. Mendaki menara terbuka dengan tangga dengan suhu minus 3 derajat celcius sodara-sodara! Awalnya saya pikir akan baik-baik saja. Ternyata saya kena cold shock karena anginnya kencang sekali. Saya sampai ga bisa merasakan hidung saya lagi saking dinginnya. Saya mengubah posisi syal saya supaya bisa menutupi hidung dan mulut juga. That was super cold! not just because the minus weather but the crazy wind! Suami saya tampak menyesal karena memaksa saya naik tangga 😛 . I’m okay if there is no wind up here, tapi ga mungkin lah ga ada angin kencang di atas bukit setinggi lebih dari 300 meter.
p1110619

Petrin Tower

p1110631

Kota Praha dilihat dari Petrin Tower

Untung saja puncak menara ini adalah sebuah bangunan tertutup. Jadi saran saya, kalau dari negara tropis mending naik lift aja deh 😀 , daripada kena cold shock dan wind shock. Kecuali kalau udah terbiasa sih gapapa. Dari puncak menara ini , kami bisa memandang 360 derajat ke seluruh penjuru kota Praha. It was a beautiful view! Rasanya sih pengen lama-lama di atas menara ini, tetapi karena terkadang ada goncangan-goncangan karena angin, saya agak keder juga 😀 . Di dalam menara petrin ini juga terdapat museum tentang sejarah menara dan para penggagasnya. Selain itu, kalau lapar di lantai dasar menara ada cafe dengan menu makanan manis ala Ceko. Kami lalu menghabiskan sore itu dengan hanya duduk-duduk di taman di sekitar Petrin hill nan dingin.
p1110629

Prague Castle dilihat dari Petrin Tower

p1110618

Sebuah bangunan gereja cantik di Petrin Hill

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri