La Vallee Village, tempat berbelanja barang branded dengan harga lebih murah di Paris

Wahai pemirsa, menyambung postingan saya kemarin tentang barang palsu dan KW, saya akan berbagi info soal tempat berbelanja barang branded di Paris. Siapa tahu saja ada yang berminat berbelanja barang branded. Mumpung di Paris gitu!:) . Siapa tahu juga ada yang kesel karena tas KWnya disita di bandara terus pengen langsung beli tas branded asli dengan harga di bawah pasaran butik atau outlet di departemen store ternama. Or siapa tahu aja ada yang ga mau kalah gaya sama Syahrini *eh. Beli yang asli rasanya memang lebih membanggakan dan menghargai si kreator barang itu sendiri kan? Kalau beneran niat mencari yang lebih murah, mending hindari dulu kawasan super elit seperti Champ Elysees,Rue Faubourg de St Honore, St Germain, Galeries Lafayette, Pringtemps atau Le Bon Marche.  Nama tempat ini adalah La Vallee Village. Sebenarnya sih letaknya ga di kota Paris, tetapi di kawasan sub urban yang bisa ditempuh sekitar 30 menit dari kota Paris.  Untuk menuju ke tempat ini tinggal naik kereta RER A jurusan Marne La Vallee atau Disneyland Paris, lalu berhenti di stasiun Val D’Europe. Stasiun ini berada satu stasiun sebelum Disneyland Paris.
IMG_1731

Mall Val D’Europe

La Vallee Village merupakan bagian dari Val D’Europe shopping centre yang gedhenya minta ampun. Val D’Europe sendiri merupakan kawasan berbelanja milik Disneyland dan Disney Resort Paris. Jadi buat mereka yang menginap di Disney Resort, mereka tidak perlu jauh-jauh berbelanja ke luar karena sudah ada Val D’Europe. Perbedaan outlet dan toko-toko di mall Val D’Europe dan outlet di La Vallee Village adalah brand dan tingkat luxurynya. Di mall Val D’Europe isinya adalah outlet-outlet kelas menengah seperti Zara, Manggo, H&M, GAP, Esprit, Svarovski, Bershka dan lain-lain. Toko dan outlet di dalam mall ini harganya sama saja dengan outlet dan toko dengan brand yang sama di tempat lain. Sedangkan La Vallee Village yang letaknya di sebelah selatan Val D’Europe mall , isinya terdiri dari brand-brand yang kelasnya lebih luxurious. Seperti Tommy Hilfiger, Sandro, Versace, Burberry, Furla, Coach, Ferragamo, Tods, Jimmy Choo dan lain-lain. Harganya di bawah pasaran butik dan outlet yang berada di Paris. Mengapa bisa lebih murah? Karena barang-barang yang dijual di kawasan ini merupakan barang-barang outlet yang tidak terjual di season atau di tahun sebelumnya. Meskipun dari season sebelumnya, tetep aja sih masih terlihat ngetred dan mewah.
IMG_1733

La Vallee Village

IMG_1734

Lucu juga foto di sini walaupun kostum ala backpacker😀

Nah kalau saya sendiri sebenarnya bukan peminat barang mewah. Saya jalan-jalan ke Val D’Europe dan La Vallee Village cuma buat cuci mata. Meskipun saya agak tergoda juga sih😀 . Saya ke kawasan ini ketika musim sale di Perancis yang berlangsung dari Juli sampai awal Agustus. Oya, FYI bulan sale di Perancis itu adalah Januari sampai awal Februari dan Juli sampai awal Agustus. Jadi kalau ke La Vallee Village pas musim sale, barang-barang yang harganya sudah di bawah standar akan didiskon lagi sampai 70%. Sounds crazy yak? Toko-toko di La Vallee Village siang itu dipadati pengunjung. Saking penuhnya pengunjung harus antri menunggu di luar untuk masuk ke dalam beberapa outlet terkenal. Saya amazed juga karena kebanyakan pengunjungnya adalah orang Asia. Banyak pengunjung yang menenteng tas belanjaan sampai berlapis-lapis. Terkadang saya ketemu orang yang berbahasa Indonesia juga berbelanja di sini. Sayang saya ga ketemu Syahrini😀. Hampir semua outlet di La Vallee Village saya datangi, sekedar ngecek harga. Barang-barang termurah yang saya temukan di kawasan ini seperti tas Cath Kidston seharga 6 euro dan tas Longchamp le pliage seharga 36 euro. Beneran di bawah harga butik di Paris! Kalau merk-merk lain untuk tas ya semurah-murahnya masih di atas 100 euro, tetapi dari harga asli di atas 300 euro. Btw anyway busway, perjalanan cuci mata saya hari itu tidak berakhir dengan tangan kosong kok. Saya membawa pulang sepatu converse dengan harga 19 euro tetapi ya belinya di mall Val D’Europe, yang sesuai dengan kemampuan saya, hehehehe.
IMG_1737

Ikutan ngantri masuk Michael Kors

Official website La Vallee Village : https://www.lavalleevillage.com/en/home/

7 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

Menyambangi Musee de la Contrefaçon dan cerita tentang barang-barang palsu

Saya memfavoritkan sebuah situs, yang selalu mereferensikan tempat-tempat unik dan aneh untuk dikunjungi di mana saja asal masih di bumi:) . Hayoo situs apakah ini? Coba tebak pemirsa😛 . Dari situs ini, saya kemudian pengen menyambangi sebuah museum yang isinya tentang barang-barang palsu, KW atau imitasi di kota Paris.  Nama museumnya Musee de la contrefaçon.  Contrefaçon sendiri dalam bahasa Perancis ya artinya palsu. Museum ini letaknya di Rue de la Faisanderie no 16. Stasiun metro terdekat dengan museum ini adalah stasiun porte dauphine di jalur 2 atau stasiun avenue foch di jalur RER C. Museum ini terkesan tertutup dari luar. Jadi pengunjung harus memencet bel terlebih dahulu supaya pintunya terbuka:) . Tarif untuk masuk ke museum ini 6 euro, jauh lebih murah dari tarif museum kebanyakan di kota Paris.
Museum kecil ini sebenarnya mempunyai konsep sederhana tetapi menohok😀. Terutama buat mereka yang suka memakai barang palsu dan KW. Koleksi barang-barangnya ratusan terdiri dari barang-barang asli dan palsu yang didisplay bersama. Ada tas LV palsu dijejerkan dengan yang asli. Parfum channel palsu dijejerkan dengan yang asli. Kondom durex asli dan palsu. Buset kondom aja dipalsu yaa? Windows asli dengan windows palsu. Obat-obatan dan kosmetik asli dijejerkan dengan yang palsu. Serem ga sih? Aih jadi ingat kasus vaksin palsu yang kemarin lagi trending pula! Setrika asli dan palsu dan masih banyak barang-barang palsu lainnya. Di bagian ke dua museum ini menampilkan karya-karya seni imitasi yang juga banyak dipalsu untuk tujuan tertentu. Biasanya orang-orang yang membeli dan memajang lukisan imitasi palsu ini memang sengaja menampilkan bahwa ini palsu😀 .Terkadang karya-karya seni imitasi ini sengaja dipasang di museum untuk menggantikan yang asli supaya tidak dicuri. Konon katanya lukisan Monalisa yang di museum Louvre pun bukan yang asli yang dipajang, melainkan imitasinya. Bagian ke tiga atau terakhir museum ini menjabarkan tentang sejarah pemalsuan barang seiiring dengan majunya industri barang-barang di Eropa, hukum-hukum tentang pemalsuan barang dan pelanggaran hak cipta serta lembaga-lembaga penjaminan barang asli di Eropa. Bagian ke tiga museum ini sifatnya lebih mengedukasi pengunjung supaya tidak memakai barang palsu di Uni Eropa. It’s definitely againts the law to use fake stuff in EU man! Menurut saya kampanye anti barang palsu memang lebih menarik dan mengena ketika disampaikan dengan cara yang edukatif seperti di museum ini. Kalau ada museum seperti ini di Indonesia kira-kira ngefek ga?
IMG_2401

Tumpukan sepatu palsu di Museum Contrefacon

IMG_2409

atas : tas LV asli, bawah : tas LV palsu

IMG_2425

Ruangan karya seni imitasi

IMG_2419

Penampakan ruangan perbandingan barang asli dan palsu di Museum Contrefacon, Paris

Saya jadi ingat sesuatu. Sebagai penyuka dunia traveling, saya join beberapa grup di media sosial seperti backpacker dunia, backpacker international atau couchsurfing indonesia. Saya sih cuma silent reader dan ga pernah posting😀. Terkadang saya membaca postingan tentang barang-barang traveler yang disita pas mereka menginjakkan kaki di  bandara tujuan. Terutama di negara-negara maju seperti Perancis, Belanda, Jerman atau Inggris. Barang yang disita oleh polisi atau petugas bandara kebanyakan berupa tas, sepatu, perhiasan atau barang-barang lain yang KW aka tidak original. Untung cuma disita doank, kalau sampai dihukum karena pakai barang KW gimana tuh? Terkadang saya bertanya-tanya juga sih, ini orang-orang pada sadar ga sih kalau barang KW se super-super apapun tetep aja barang palsu ? Kebiasaan memakai barang KW di Indonesia yang ga akan dipermasalahkan oleh siapapun, bisa jadi bahaya ketika kita berada di tempat lain yang mempunyai undang-undang jelas tentang pemakaian barang bermerk palsu. Terutama barang-barang branded yang kelasnya luxurious seperti Hermes, Louis Vuitton, Chanel, YSL dan lain-lain . Barang-barang KW super inipun harganya terkadang tetep muahaal walaupun jauh lebih murah dibandingkan dengan harga barang yang asli😛 . Kalau saya pribadi sih, pas jalan-jalan ke luar negeri, lebih baik cari aman saja, pakailah barang-barang asli sesuai dengan kemampuan. Barang KWnya disimpen di Indonesia dulu😛 .
IMG_2408

Kosmetik MAC asli (kiri) dan palsu (kanan)

IMG_2437

Kondom durex palsu! Oh no!!

Saya sendiri bukanya 100% bersih dari dosa menggunakan barang palsu😛 . Saya pernah membeli sandal havainas palsu di Siem Reap karena emang pas butuh sandal jepit, dan ga tau kalau mau beli yang ga palsu di mana. Yang jelas sandalnya udah dibuang sekarang😀. Dan jaman-jaman dahulu dikala saya ga sadar barang palsu, saya pernah membeli sepatu adidas palsu, celana levis palsu, pakai windows palsu atau beli dvd bajakan. Well to be honest, sadar ga sadar barang-barang palsu ini ada di mana-mana di negara Indonesia kita tercinta. Udah bagaikan virus yang ga tau kapan bisa hilang karena udah terlalu mengakar. Memakai barang palsu itu ya biasa aja. Rasanya ga ada dosa apapun. Pas pertama kali terbang ke Eropa bersama suami saya. Ia bertanya kepada saya, apakah saya punya barang palsu atau tidak. Ia sempat memperingatkan saya untuk meninggalkan barang-barang palsu saya di Indonesia. Untung saja pas udah nikah sama suami saya, saya udah lama ga punya barang palsu lagi. Saya lebih suka membeli barang asli walaupun ga bermerk dan lebih suka menggunakan uang saya untuk jalan-jalan daripada beli barang😀 .
IMG_2411

Tas Longchamp yang juga banyak dipalsukan

Lalu apakah barang-barang palsu ini sama sekali ga beredar di EU terutama di Perancis ? Ga juga men! Masih ada, tetapi dijual agak sembunyi-sembunyi supaya kalau ada razia mereka bisa lari dengan mudah. Kalau penasaran dengan orang-orang yang berjualan barang-barang palsu di sekitar Paris, coba saja kunjungi daerah Porte de Clignancourt😀 . Penjual barang-barang palsu terutama barang luxurious palsu akan mendekati anda sambil memperlihatkan koleksinya dari dalam tas. Mereka tidak buka lapak karena akan terlihat jelas oleh polisi.
More info about this museum :

7 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri