Tag Archives: Budapest

Itenerary & travel summary : Budapest, Hunggary 4 days 3 night

Places to visit

Day 1

  • Random walk di sekitar apartemen, karena baru sampai sore di Budapest
  • Jalan-jalan di kawasan Erszebert krt

Day 2

Day 3

Day 4

 

Food to eat

 

What to wear ?

  • Seperti di negara-negara Eropa yang lain, traveler bebas memakai baju apa saja di Hunggaria, asalkan sesuai dengan musim dan cuaca. Travelers boleh mengenakan bikini jika ingin mengunjungi thermal bath.

 

Daily budget ?

  • Apartemen 35 euro per malam (konversikan ke HUF), untuk 2 orang
  • Makan 20 – 30 euro per hari untuk 2 orang, ini sudah termasuk makan di restoran sehari sekali, selain itu beli sandwich atau kebab.
  • Transport & atraksi (tiket museum) sudah termasuk dalam Budapest card. Kami beli yang 48 jam seharga 29 euro per orang, selebihnya jalan kaki 😀 . http://budapestcards.com/
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ke Luar Negeri

City Escape to Buda&Pest #11 : Hero Square dan Kastil Vajdahunyad

I’ts officially our last day in Budapest. Dan hari itu, Budapest card 48 jam kami hanya berlaku sampai jam 2 siang. Sebagai manusia yang mau untung kami ingin memanfaatkan kartu ini semaksimal mungkin sebelum expired. Saya dan suami tercinta bangun pagi-pagi, langsung jalan-jalan dengan public transport menuju ke kawasan Hero Square. Sebuah landmark kota yang ketenarannya di kota ini setara dengan Arc de Triomph di Paris. Katanya sih, kalau ke Budapest ga foto-foto di square ini, rasanya ada yang kurang 😀 . Persamaannya lagi dengan Arc de Triomph, bangunan ini didirikan untuk menghormati para pahlawan. Yaa dari namanya saja sudah jelas sih, Hero Square ,atau yang dalam bahasa Magyar disebut Hősök tere. Di monument kebangsaan ini terdapat 7 patung kepala suku Magyar yang telah berjasa menjaga area Carpathian bassin pada abad pertengahan dahulu kala, serta patung-patung pahlawan Hunggaria lainnya yang berdiri kokoh di kolom-kolom monumen. Patung-patung ini terlhat gagah, epic dan hidup. Selain itu, di square ini juga terdapat pusara para pahlawan tak dikenal yang telah gugur berjuang demi Hunggaria. Berbagai acara nasional biasanya diselenggarakan di square yang sehari-harinya selalu ramai oleh wisatawan ini.
P1130677

Hero square

Di kawasan Hero Square terdapat museum-museum dengan arsitektur bangunan yang cantik seperti fine art museum , contemporary art museum, transport museum serta agriculture museum. Yang jelas, kami ga mungkin mengunjungi semuanya, jadi kami harus memilih salah satu saja karena keterbatasan waktu. Di belakang square ini juga terdapat taman luas yang nyambung dengan kebun binatang Budapest dan Széchenyi thermal bath, pemandian terbesar dan teramai di Budapest. Hari itu hari minggu, jadi taman kota yang asri ini tampak dipenuhi masyarakat yang ingin bersantai dengan keluarga. Mereka sekedar piknik, atau bermain sepeda air di atas danau buatan.
P1130684

Pusara pahlawan di Hero Square

Di tengah-tengah komplek taman hijau ini terdapat sebuah kastil, bernama kastil Vajdahunyad. Kastil ini terlihat kuno dengan arsitektur dari abad pertengahan. Kalau dilihat dari jauh, kastil ini seperti kediamannya dracula. Terlihat agak-agak angker gimanaa. Baru melihat saja, bulu kuduk saya merinding *eh. Saya merasa dejavu pernah melihat kastil ini sebelumnya di televisi. Ternyata eh ternyata kastil ini aslinya bukan dari abad pertengahan. Kastil ini baru dibangun tahun 1896, dan desain utamanya merupakan imitasi dari kastil Hunyad/ Hunedoara di Transylvania, Romania, kastil aslinya dracula. Pantesan! Saya pernah menonton acara televisi berjudul The scariest places on earth, dengan setting di kastil asli di Romania. Saking banyaknya penampakan di kastil itu, saya sampai masih mengingatnya sampai sekarang 😀 . Tapi ada-ada aja sih, kenapa harus membangun kastil imitasi dari Romania ya ? Ternyata, daerah Transylvania tempat kastil Hunyad asli berada dulunya merupakan bagian dari kerajaan Hunggaria.
P1130691

Gerbang kastil Vajdahunyad Budapest

Kastil Vajdahunyad sendiri arsitekturnya tak hanya ala abad pertengahan saja, melainkan gabungan arsitektur berbagai zaman. Bagian timur kastil ini, desainnya merupakan campuran gaya renaisance dan baroque. Kastil yang didesain oleh Ignac Alpar ini menjadi rumah untuk museum agrikultur terbesar di Hunggaria bahkan di Eropa. Kami berdua lalu memutuskan untuk menghabiskan sisa mata uang forin di museum ini. Meskipun di luar kastil ini tampak ramai oleh turis, tak banyak pengunjung yang mengunjungi bagian dalamnya. Hanya terlihat beberapa masyarakat lokal yang menjadi pengunjung museum ini pagi itu. Selain museum, pengunjung juga bisa menyambangi tower-tower dan kapel di dalam kastil ini dengan membayar tiket ekstra.
P1130696

Saah satu tower yang tertutup tanaman merambat

Kami berdua menjelajahi hampir seluruh ruangan di dalamnya, termasuk kedua towernya. Agrikultur yang dipaparkan di dalam museum ini tak hanya dari bidang pertanian saja, tetapi juga sejarah awal berburu dan meramu di tanah Magyar. Makanya di dalam museum ini banyak dipajang taxidermy binatang-binatang hasil perburuan masyarakat Hunggaria di masa lalu. Contohnya seperti beruang, babi hutan dan rusa. Bahkan ada satu ruangan besar yang memajang khusus tanduk rusa. Jumlahnya mungkin sampai ribuan tanduk, saking banyaknya. Ini pertama kalinya kami menyambangi museum agrikultur yang cukup besar dan lengkap. Jadi kami berdua merasa terpukau dengan banyaknya koleksi di museum ini. Museum ini bahkan mempunyai ruangan-ruangan tersendiri yang memaparkan tentang minuman lokal Hunggaria seperti bir, wine dan minuman penghalau dingin lainnya. Minuman lokal dengan bahan baku buah dan gandum asli Hunggaria, yang menjadi minuman sehari-hari para petani dari dulu sampai sekarang. Yang jelas kalau mau serius belajar tentang pertanian dan kaitannya dengan kebudayaan Magyar, bakalan bisa berhari-hari berada di museum ini. Sisi kultural masyarakat Magyar yang ditampilkan di sini juga sangat menarik untuk diamati. Agrikultur memang ga bisa dipisahkan dari budaya dan kebiasaan masyarakat setempat yang turun-temurun dari zaman dahulu.
P1130734

Salah satu ruangan unik di dalam kastil yang penuh dengan tanduk rusa dan kepala binatang lainnya

Berkunjung ke museum ini malah mengingkatkan saya tentang budaya agrikultur dan bahan makanan pokok di Indonesia, karena sebenarnya ga semua orang Indonesia itu makanan pokoknya beras. Tapi karena program swasembada beras yang dicanangkan saat era orde baru, pola konsumsi masyarakat jadi bergeser dan tergantung pada beras. Contohnya masyarakat Gunung Kidul di DIY yang tadinya terbiasa makan thiwul dan gaplek , sekarang lebih memilih makan dengan beras, karena berbagai anggapan yang beredar di masyarakat. Padahal tanah di daerah itu lebih cocok ditanami ketela daripada padi. Bertanam ketela juga lebih mudah dan murah di daerah ini. Akibatnya masyarakat memaksakan diri untuk makan beras , dengan harga yang semakin mahal per kilogramnya dari tahun ke tahun. Eniwei , saya sendiri malah belum pernah ke museum yang berhubungan dengan pertanian di Indonesia. Waktu itu mau ke museum tani jawa yang ada di Bantul, tapi museumnya pas tutup. Saya sih mikirnya bakal menarik banget kalau Indonesia punya museum besar tentang agrikultur yang tentu saja berhubungan dengan budaya dan kearifan lokal setiap tempat dan suku. Bakalan jadi wahana belajar yang menyenangkan dan membuka pandangan masyarakat kan?
P1130803

Kastil Vajdahunyad dilihat dari pinggir danau

Sisa siang itu, kami habiskan untuk bersantai di sekitar taman sampai satu jam terakhir sebelum masa berlaku Budapest card kami habis. Meskipun masih betah di kota ini, kami harus segera beranjak ke destinasi lain menggunakan kereta api. Kira-kira kami akan ke kota mana ya ? Ikuti terus postingan saya selanjutnya *iklan mode on 😀 .

1 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri