I lost my heart in Prague #4 : Petrin Hill

Sambil menikmati makan siang di sebuah kafe yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Praha *cieh lebay, pandangan saya menatap jauh ke sebuah bukit di seberang sungai Vltava. Sebuah bukit yang merupakan puncak tertinggi di kota ini. Ada apa ya di sana? Kami pelan-pelan menghabiskan makanan ala Ceko yang tersaji di meja kami, sambil merencanakan perjalanan berikutnya. Oya rumah makan dan kafe ini namanya kavarna slavia. Menunya kebanyakan menu tradisional Ceko dan harganya masih lumayan terjangkau untuk para traveler. Yang menyenangkan adalah kafe ini sangat luas dan memiliki view yang cantik di balik jendelanya. Sayangnya untuk mendapatkan tempat duduk strategis di sebelah jendela susah-susah gampang, tergantung nasib 😛 .
img_4946

Beef schnitzel ala Ceko dari Kavarna Slavia

 

Tak sampai 30 menit kemudian, kami berada di Ujezd, kawasan kaki bukit Petrin yang akan kami daki. Cieeh mendaki? 327 meter mau mendaki? Ga lah yaa! Kami mendakinya menggunakan funicular dari stasiun Ujezd sampai stasiun Petrin. Sembari menunggu funnicular turun ke bawah, kami mampir di memorial untuk korban komunis tak jauh dari stasiun Ujezd. FYI sebelum menjadi republik, pada tahun 1948 sampai tahun 1989, negara ini berada di bawah pengaruh komunisme. 7 patung yang terbuat dari perunggu ini disusun vertikal di tangga-tangga untuk mengenang para korban rezim komunis yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Katanya sih memorial ini juga masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Ceko sendiri.
p1110592

Memorial untuk korban komunisme di Ujezd

Kami tak perlu membayar karcis untuk naik funicular karena kami memiliki Prague card.  Funicular ini mempunyai 3 stasiun yaitu Ujezd, Nebozizek dan Petrin., dan dengan prague card kami bisa naik turun sesuka hati. Kalau buat orang Indonesia seperti saya naik funicular adalah sesuatu yang menyenangkan, soalnya kita di Indonesia belum punya sih. Kira-kira kalau Indonesia mau bikin funnicular, bikinnya di mana ya? Di Bandung kayaknya asyik deh 🙂 . Funicular di bukit Petrin ini, awalnya dibuat pada tahun 1891. Whoaa, jaman segitu mereka udah bisa bikin funicular? Funicular yang sekarang masih difungsikan juga termasuk funicular yang sudah tua, tetapi masih kuat menampung sampai 110 orang. Jika tertarik dengan sejarah funicular Petrin ini, bisa mampir sejenak ke museum kecil yang berada di stasiun Petrin.
p1110637

Di dalam funicular

p1110600

Rel mendaki untuk funicular

p1110634

Museum funicular di stasiun Petrin

Sampai di stasiun Petrin, kami langsung menuju ke Stefanik Observatory yang terletak tak jauh dari stasiun. Suhu udara siang itu minus 3 derajat celcius, ditambah angin yang kencang karena kami berada di atas bukit. Saya sih rasanya pengen menyerah karena ga terbiasa dengan suhu minus 😛 . Stefanik Obesrvatory adalah satu diantara 3 tempat yang bisa dikunjungi secara gratis di bukit ini dengan Prague card kami. Di dalamnya terdapat teleskop raksasa untuk mengobservasi langit. Observatory ini adalah bagian dari laboratorium astronomi di kota Praha. Sayangnya karena hari itu senin, observatorynya tutup 😦 . Anyway, di puncak bukit petrin ini dan di beberapa sisi punggung bukitnya terdapat sebuah tembok panjang seperti benteng. Tembok ini dinamakan hunger wall. Konon katanya sih untuk melindungi kota Praha dari serangan musuh pada jaman dahulu kala.
p1110602

Di dalam mirror maze

Untung saja 2 tempat lainnya, tidak libur hari itu. Kami lalu mengunjungi mirror maze terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya mirror maze adalah labirin yang sisi-sisinya dipasangi cermin untuk mengelabui pengunjung. Sayangnya mirror mazenya pendek banget, jadi kurang puas di dalamnya 😀 . Di dalam bangunan mirror maze ini juga terdapat diorama sejarah charles bridge. Digambarkan bahwa di jembatan tersebut banyak korban berjatuhan akibat berbagai macam perang 😦 . It was like too many victim died in that bridge 😦 .Benar-benar keadaan yang sangat berbeda dengan hari ini, di mana banyak turis dan seniman jalanan meramaikan jembatan tersebut dengan suka cita. Di balik ruangan diorama terdapat ruangan berbagai macam cermin yang cukup menyenangkan untuk foto-foto. Pengunjung bisa terlihat cebol atau tinggi kurus , tergantung cerminnya 🙂 .
p1110606

Diorama perang di charles bridge

p1110608

we are 2 minion!!!

Saya dan suami saya melanjutkan kunjungan ke menara Petrin. Banyak yang bilang menara Petrin adalah eiffel towernya Praha yang tingginya bahkan melebihi eiffel tower 😀 . Ya iyalah, secara ngukur ketinggiannya dari kaki bukit 😀 . Bukitnya sendiri tingginya udah 327 meter dan menaranya hanya 63,5 meter. Tiket masuk menara ini sudah termasuk di dalam Prague card kami. Sayangnya untuk ke puncaknya dengan menggunakan lift, kami harus membayar ekstra. Karena ngirit, kami memilih yang gratis-gratis saja melalui tangga berputar. Mendaki menara terbuka dengan tangga dengan suhu minus 3 derajat celcius sodara-sodara! Awalnya saya pikir akan baik-baik saja. Ternyata saya kena cold shock karena anginnya kencang sekali. Saya sampai ga bisa merasakan hidung saya lagi saking dinginnya. Saya mengubah posisi syal saya supaya bisa menutupi hidung dan mulut juga. That was super cold! not just because the minus weather but the crazy wind! Suami saya tampak menyesal karena memaksa saya naik tangga 😛 . I’m okay if there is no wind up here, tapi ga mungkin lah ga ada angin kencang di atas bukit setinggi lebih dari 300 meter.
p1110619

Petrin Tower

p1110631

Kota Praha dilihat dari Petrin Tower

Untung saja puncak menara ini adalah sebuah bangunan tertutup. Jadi saran saya, kalau dari negara tropis mending naik lift aja deh 😀 , daripada kena cold shock dan wind shock. Kecuali kalau udah terbiasa sih gapapa. Dari puncak menara ini , kami bisa memandang 360 derajat ke seluruh penjuru kota Praha. It was a beautiful view! Rasanya sih pengen lama-lama di atas menara ini, tetapi karena terkadang ada goncangan-goncangan karena angin, saya agak keder juga 😀 . Di dalam menara petrin ini juga terdapat museum tentang sejarah menara dan para penggagasnya. Selain itu, kalau lapar di lantai dasar menara ada cafe dengan menu makanan manis ala Ceko. Kami lalu menghabiskan sore itu dengan hanya duduk-duduk di taman di sekitar Petrin hill nan dingin.
p1110629

Prague Castle dilihat dari Petrin Tower

p1110618

Sebuah bangunan gereja cantik di Petrin Hill

Iklan

2 Komentar

Filed under Ke Luar Negeri

2 responses to “I lost my heart in Prague #4 : Petrin Hill

  1. prague ini cakep kka, 2 hari cukup kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s